Mengintip ICE, Venue untuk PATA Travel Mart

mice

Peserta berpose bersama di Nusantara Hall ICE BSD (Ist)

Peserta Rakor MICE 2016 yang digelar Kementerian Pariwisata mendapat kesempatan untuk melihat venue MICE, seperti ICE (Indonesia Convention Exhibition) di Bumi Serpong Damai, Banten.

Adapun peserta dari daerah, seperti Jawa Tengah, Bengkulu, dan Sulawesi Tengah melihat langsung ICE di BSD yang akan menjadi venue PATA Travel Mart pada 7 hingga 9 September mendatang. Berdasarkan pengamatan patainanews.com, Kamis (2/6/2016), peserta dari daerah tampak antusias berkunjung ke ICE.

Mereka menggali informasi detail mengenai ICE. Sebelumnya Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara (Deputi BP3N) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) konvensi, insentif, pertemuan, dan even atau MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/ Event) 2016. Penyelenggaraan Rakor MICE yang berlangsung di Redtop Hotel Jakarta pada 1-2 Juni 2016 dan dibuka oleh Deputi DP3N Kemenpar Esthy Reko Astuty sebagai upaya memperkuat koordinasi para stakeholder dalam wujudkan Indonesia sebagai destinasi MICE kelas dunia sekaligus mendukung program Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia yang tahun ini mentargetkan 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

Deputi BP3N Kemenpar Esthy Reko Astuty mengatakan, pemerintah telah menempatkan MICE sebagai produk unggulan pariwisata nasional karena kontribusinya terhadap kunjungan wisman maupun peningkatan perjalanan wisnus cukup besar. “MICE masuk dalam lima teratas (top five contributors) dalam mendatangkan wisman, selain wisata belanja dan kuliner, wisata heritage dan religi, wisata bahari, dan wisata olahraga. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengamanatkan agar pertumbuhan MICE ditingkatkan dari 5% menjadi 10% pada 2019 mendatang,” kata Esthy Reko Astuty.

Esthy Reko Astuty menjelaskan lebih jauh, selain pertumbuhannya meningkat daya saing MICE Indonesia di tingkat global harus juga meningkat dari kondisi saat ini menurut data ICCA berada di posisi 42 dunia dan berada di ranking 12 untuk kawasan Asia Pasifik meningkat di ranking 8 dengan jumlah kegiatan event yang juga meningkat dari sebanyak 76 event menjadi 150 event pada 2019.

”Dengan demikian kontribusi MICE terhadap peningkatan kunjungan wisman dan pergerakan wisnus serta perolehan devisa juga akan meningkat signifikan diproyeksikan mencapai US$ 2,5 miliar,” kata Esthy.

Esthy berharapkan kegiatan Rakor MICE akan menghasilkan pemikiran sebagai usulan yang dapat dilaksanakan oleh para pelaku bisnis MICE di Tanah Air dalam upaya memperkuat MICE Indonesia agar dapat memenangkan persaingan bisnis MICE di kawasan ASEAN maupun Asia Pasifik.

Sementara Asisten Deputi Pengembangan Segmen Bisnis dan Pemerintah Deputi BP3N Kemenpar Tazbir mengatakan, kegiatan MICE dalam negeri terus meningkat terutama di lingkungan korporasi atau bisnis dan pemerintahan baik yang diselenggarakan sendiri maupun diserahkan kepada event organizer atau PCO (Professional Conference Organizer). “Peningkatan kegiatan MICE dalam negeri ini telah menciptakan peluang pasar yang besar bagi para PCO di Tanah Air. Pangsa pasar di dalam negeri yang tumbuh besar menjadi kekuatan untuk memenangkan bisnis MICE global utamanya di kawasan Aspak,” kata Tazbir di Jakarta (1/6/2016).

Tazbir mengatakan, meningkatnya kegiatan MICE di dalam negeri antara lain karena banyak daerah yang kini memiliki fasilitas konvensi dan pertemuan yang representatif. “Fasilitas MICE di daerah gencar dipromosikan. Daerah gencar menawarkan diri sebagai daerah yang siap dikunjungi wisatawan MICE,” ucap Tazbir.

Rakor MICE menghadirkan sejumlah nara sumber dari kalangan praktisi dan akademisi antara lain; Ketua Umum DPP INCCA Iqbal Alam Abdullah memaparkan materi ‘Strategi Pengembangan Destinasi Wisata MICE di Indonesia’ , praktisi dan pelaku bisnis MICE dari Bali Ida Bagus Lolec memaparkan ‘Kesiapan Pengembangan Destinasi MICE Daerah’ dan akademisi pariwisata Santy Palupi memaparkan ‘Industri MICE’.

Rakor diikuti sekitar 150 peserta antara lain Kepala Dinas Pariwisa dari 35 Provinsi di Indonesia, pelaku bisnis pariwisata, asosiasi pariwisata (ASITA, PHRI, INCCA, ASPERAPI) , perguruan tinggi, JCC, ICE BSD, JIExpo, media massa dan pejabat dan staf di lingkungan Asdep Bisnis dan Pemerintah. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Heritage

Arief Yahya Paparkan Sukses Pariwisata Indonesia di Forum Dunia

Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri WTTC/UNWTO Ministerial Dialogue with Private Sectors CEO’s Investments and Partnerships for Sustainable Tourism Development, yang diselenggarakan di Grand Hyatt Erawan, Bangkok Thailand (25 April 2017)

Destinations

Vote Dipimpin Presiden Jokowi, #VideoIndonesiaKeren Jawara di UNWTO Tourism Video Competition

Menteri Pariwisata Arief Yahya tengah berdiskusi dengan Presiden Jokowi (Ist) Pengumuman hasil kompetisi video pariwisata UNWTO Tourism Video Competition untuk kategori People’s Choice Award. Juara-juara dunia akan diumumkan dalam forum

Airlines

Segera ke Sangihe, Ada Gunung Berapi di Bawah Laut

Menteri Pariwisata Arief Yahya meluincurkan Festival Pesona Sangihe 2016 dan Calendar of Event 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gd. Sapta Pesona, Jakarta. Selasa (19/7/2016) Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara (Sulut)

SightSeeing

Promosi Pariwisata Indonesia di OzAsia Festival 2016 Adelaide

OzAsia Festival 2016 (Ist) Bali selama ini memang identik dengan the second home-nya warga Australia. Namun, di OzAsia Festival 2016, festival kebudayaan Asia terbesar di negara bagian South Australia, Tour

Culture

Turis Australia Suka Traveling ke Sabang

Press conference Sail Sabang 2017 (Ist) Wisatawan mancanegara rupanya sudah lama banyak yang tertarik untuk traveling ke Sabang, Aceh. Turis Australia termasuk yang sering berkunjung ke Sabang. Hal tersebut dikatakan

Airlines

Jadi Hub Pariwisata, Makassar Bisa Kembangkan TTI

Suasana launching Makassar International Eight Festival & Forum (MIEFF) (Ist) Makassar di Sulawesi Selatan bisa menjadi hub untuk pariwisata di Indonesia, khususnya kawasan timur Indonesia sehingga Makassa bisa mengembangkan tourism, trade,