Mengulik Kekayaan Wastra Nusantara

fashion show

Lindy Ann (tengah) diapit model berjalan bersama para model saat peragaan tunggal perdana di Hotel Alila, Pecenongan, Jakarta 

Sosok satu ini namanya mulai meramaikan dunia fesyen nasional, khususnya wastra Nusantara. Ya, Lindy Ann Umarhadi memilih menjadi perancang busana etnik di Tanah Air.

Adapun Lindy Ann perancang busana lulusan Akademi Seni Rupa dan Design ISWI jurusan Design Mode tahun 1987 ini telah melakukan serangkaian peragaan busana di luar negeri, seperti Belanda, juga Jakarta dan Bali bersama perancang busana lainnya.

Saat ini dirinya juga dikenal sebagai salah satu anggota komunitas Designer Etnik Indonesia dan Komite Seni dan Busana Nusantara (KSBN). Untuk menyempurnakan keahliannya di bidang mode, Lindy Ann pernah belajar dari perancang busana terkenal Indonesia, seperti Peter Siedan Arthur Harland.

Sebelumnya Lindy Ann tercatat pernah menjadi seorang wartawan rubrik wanita di Harian Surya (persda Kompas) pada era 1990-an. Kemudian dia memutuskan untuk menekuni hobinya di bidang design mode.

Selepas peragaan tunggal perdana di Hotel Alila, Pecenongan, Jakarta, Jumat (12/6/2015), Lindy Ann akan terus mengembangkan dan menekuni profesinya sebagai perancang busana etnik.

Pada September mendatang, dia akan memenuhi undangan di Cekoslovakia dan Swedia untuk menampilkan peragaan busana di sana. Selain itu tentu saja, Lindy juga akan melakukan peragaan busana di Yogyakarta pada bulan depan.

Dia juga berencana melakukan kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah untuk mengembangkan dan meningkatkan industri kreatif di daerah dengan menampilkan peragaan busana bermotif etnik unggulan daerah setempat.

Sebagai bukti, terdorong keinginan yang kuat untuk mengangkat dan memajukan busana yang bernuansa etnik sebagai kekayaan masyarakat Indonesia, maka Lindy Ann menggelar pergelaran tunggal perdananya yang menampilkan koleksi batik dari berbagai daerah di Jawa dan Bali.

Mulai dari Cirebon ditampilkan batik bermotif mega mendung, dilanjutkan dari Pekalongan dengan motif buketan yang kaya akan warna, kemudian dari Yogyakarta ditampilkan batik bermotif klasik, seperti lereng, parang barong, semenan, dan kain Bali dengan motif ukiran prada.

Siluet yang ditampilkan adalah kebaya A-line, dress A-line yang berbahan katun, linen, dan katun brokelat, serta bludru (velvet). Kebaya tersebut dipadukan dengan rok-rok lebar berkerut danbertumpuk-tumpuk, celana panjang atau kain panjang. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Investments

Yon Irawan, Nakhoda TPS

TPS (Ist) Jabatan Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) yang bergerak dalam bidang bongkar muat petikemas ekspor dan impor resmi diganti.

Cuisine

Pesan Mulai September, Kereta Wisata Priority akan ke Surabaya

Penumpang menikmati layanan kereta wisata Priority ke Yogyakarta (Ist) Manajemen PT Kereta Api Pariwisata memastikan meluncurkan kereta wisata Priority ke Surabaya, Jawa Timur. Hal tersebut dikatakan President Director PT Kereta

Airlines

Semarang yang Kaya Kuliner Khas

Suasana launching Semarang Great Sale 2017 di Jakarta (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap Semarang Great Sale 2017 bisa menjadi agenda pariwisata berskala internasional. Harapan tersebut didukung besarnya potensi wisata

World Heritage

Salaku, Salak Enak dari Bekasi

Salaku Salak adalah buah yang bermanfaat untuk kesehatan. Dan, masyarakat Indonesia bisa menikmati Salak dalam kemasan Salaku. Shelly, owner Salaku ketika ditemui patainanews.com menjelaskan, Salaku sudah ada sejak 2016 lalu

Airlines

Halal Tourism untuk Mendorong Pertumbuhan Perekonomian Nasional

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kemeja putih) (Ist) Halal tourism memang menjadi potensi Indonesia sebab semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang ke negeri ini. Wisatawan mancanegara yang tertarik berkunjung

Destinations

Lampung Siap Gelar Festival Krakatau 2016

Gubernur Lampung Ridho Ficardo bersama Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara (kanan) (Ist) Lampung telah siap menggelar Festival Krakatau 2016 yang akan diselenggarakan mulai 21-28 Agustus 2016. Adapun Festival Krakatau 2016 mengusung