Menikmati Malam di Oasis Heritage Restaurant

oasis heritage

Appetizer yang ada di Oasis Heritage Restaurant

Kuliner asal Indonesia memang mengundang semua orang untuk menikmati, termasuk wisatawan asing. Namun, tak hanya sebatas makan saja, tapi menikmati budaya asli negeri ini juga bisa dilakukan.

Semua itu bisa diperoleh di Oasis Heritage Restaurant. Menariknya pada malam hari akan lebih menarik untuk menyantap masakan tradisional di restoran ini.

Demikian dikatakan James de Rave, Cultural Liaison Oasis Heritage Restaurant kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/8/2015). “Malam hari di Oasis Heritage Restaurant akan lebih terasa nikmat sebab tamu tidak perlu terburu-buru. Beda ketika siang hari yang harus segera menyelesaikan makan siang dan kembali melanjutkan aktivitas sehari-hari,” ucapnya sembari menyebut bahwa saat malam hari bisa menikmati suasana bangunan tempo doeloe dan budaya asli negeri ini, seperti musik tradisional.

Adapun di Oasis Heritage Restaurant tamu pun terhibur dengan aksi pramusaji yang menampilkan budaya dari sejumlah daerah di Tanah Air. Ya, di Oasis Heritage Restaurant, tamu bisa merasakan bagaimana bersantap bak bangsawan Belanda yang dilayani oleh banyak pramusaji.

Kenangan masa lalu itu menimbulkan kesan yang tak terlupakan bagi tamu, termasuk turis asing yang sedang ada di Jakarta.

Hiburan Tradisional

Sudah banyak restoran atau tempat makan yang menawarkan menu atau penyajian yang mengusung konsep casual atau fine dining, namun masih terbatas restoran yang menyajikan dengan cara rijsttafel.

“Oasis menghadirkan konsep makan rijsttafel yang sebenarnya. Jadi pada dasarnya rijsttafel menyajikan minimal tujuh jenis makanan dengan cara diarak oleh pelayan yang banyak,” katanya.

James menuturkan, konsep makan rijsttafel bukan hanya membuat tamu kenyang dengan makanan, tapi juga dihibur dengan aksi dari para pramusaji. Restoran Oasis yang sudah berdiri hampir 50 tahun ini menyajikan menu rijsttafel dengan hiburan tradisional, yakni pelayan yang berbaris membawa makanan diiringi musik tradisional dan juga dilengkapi dengan lengser khas Jawa Barat.

Pada kesempatan ini, Oasis Heritage Restaurant memperkenalkan Firdaus Rhapsody sebagai Head Chef Oasis Heritage Restaurant yang baru yang sekaligus meluncurkan menu makan siang terbaru, termasuk Mie Aceh.

James menambahkan bahwa kebanyakan wisman yang datang ke Oasis Heritage Restaurant dari Belanda dan Jepang. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Hotel

Menyusuri Hutan Meranti di Kotabaru

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo berpose di Wahana Hutan Meranti Kotabaru Pesona wisata di Kotabaru, Kalimantan Selatan ternyata beragam. Tak hanya wisata bahari sebab kabupaten ini juga memiliki wisata

Cuisine

Pemerintah Dukung Bogor Raya Promosikan Destinasi Wisata

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Rahmat Surdjana (kedua dari kiri) bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Rahmat Surdjana (ketiga dari kiri) danHalimah Munawir yang membangun Kampung Budaya

Airlines

Menteri Pariwisata Dorong Atambua Terus Kembangkan Cross Border Tourism

Menteri Pariwisata Arief Yahya di Kota Atambua (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kota Atambua, Kabupaten Belu. Dalam kunjungan selama dua

Cuisine

Mendatangkan Wisman, RI Harus Belajar dari Thailand

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) (Ist) Mengurus pariwisata Indonesia, termasuk mendatangkan banyak wisatawan mancanegara (wisman) ternyata negeri ini harus belajar dari Thailand. Bukan dari negeri jiran Malaysia atau Singapura. Tahun

Slideshow

Bali Singkirkan Phuket untuk Terpilih Jadi Tempat Berpesta Terbaik 2015

Pantai Kuta di Bali (Ist) Pantai Kuta, Bali menjadi tempat terbaik sepanjang 2015 lalu untuk berpesta versi website Condenast Traveler. Adapun hasil tersebut berdasarkan pilihan pembaca Condenast Traveler. Dalam keterangan

Heritage

Imlek 2569 Bintan Diserbu 5000 Wisman Tiongkok

Asdep Greater China Kemenpar Vinsensius Jemadu (kiri) (Ist) Imlek dan Cap Go Meh ikut membawa berkah bagi Bintan. Tak tanggung-tanggung, sekitar 5000 wisatawan mancanegara asal Tiongkok menyerbu Bintan pada Februari