Menikmati Sehari di Medan

Medan1

Rahmat International Wildlife Museum & Gallery (Ist)

Ika Suryani Ginting, Ast Marketing Communication Manager Hotel Mercure Jakarta Sabang rupanya seorang woman traveler sebab sejumlah destinasi wisata yang ada di Tanah Air sudah ia kunjungi.

Perempuan berdarah Batak ini mengaku senang ketika bisa menikmati satu hari traveling di Medan, Sumatera Utara. Ika, demikian sapaan akrabnya ketika ditemui patainanews.com belum lama ini menuturkan bahwa dirinya begitu menikmati perjalanan pulang ke Medan.

“Saya memang berdarah Batak. Namun, saya jarang pulang kampung. Bisa dihitung dengan satu jari. Karena itu tahun lalu saat saya menghadiri pernikahan sahabat saya di Medan, saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengeksplore kota kelahiran saya tersebut,” tutur perempuan berparas cantik ini.

Berikut sejumlah objek wisata yang dikunjungi selama Ika ada di Medan:

Rahmat International Wildlife Museum & Gallery

Inilah museum satwa terlengkap yang pernah saya kunjungi. Terletak di Jalan S Parman No 309, Medan. Koleksi satwa yang berjumlah lebih dari 2000 dikelompokkan berdasarkan habitat mereka dalam ruangan yang dingin. Menariknya bukan hanya satwa yang ada di Indonesia yang bisa wisatawan lihat tapi juga satwa langka dari berbagai belahan dunia seperti Cheetah, Gajah Afrika dan Beruang Kutub.

Menurut keterangan pegawai meseum, binatang-binatang di sini dikumpulkan oleh pemiliknya dari kegiatan berburu resminya dengan memakai konsep standar dunia yang disebut sebagai conservation by utilization. Standar ini ditetapkan sebagai upaya untuk pencegahan terhadap kepunahan dan untuk peningkatan populasi satwa liar di habitat mereka yang asli.

Selain melihat-lihat koleksi satwa yang ada disini, jangan lupa untuk menguji adrenalin di Area Safari Night, dimana wisatawan akan memasuki ruangan gelap yang ditata seperti hutan lebat dengan hewan-hewan liar lengkap dengan suara-suara khas mereka.

Museum ini juga dilengkapi perpustakaan jenis satwa dan habitatnya dari berbagai negara, gift shop cinderamata, Hunters Cafe dengan audio visual tentang perburuan konservasi dan studio foto.

Tempat Penangkaran Buaya Asam Kumbang

Terletak di Jalan Bunga Raya II,  tempat penangkaran buaya ini sudah beroperasi sejak 1995 silam. Tempat ini memelihara sekitar 3000 buaya dari berbagai usia yang dibagi dalam beberapa kandang.

Tiket masuk ke tempat ini seharga Rp8.000 per orang. Begitu memasuki tempat penangkaran wisatawan akan melihat kandang-kandang batu dengan pagar kawat pada bagian atas. Buaya-buaya di sini dikelompokkan berdasarkan umurnya.

Selain itu ada juga sebuah kolam berwarna hijau tempat buaya-buaya besar dan agresif yang dikelilingi pagar kawat. Permukaan kolam berwarna hijau yang tertutup oleh lumut menyamarkan keberadaan buaya-buaya yang tampak seperti kayu yang mengapung.

Mereka akan diam menunggu mangsa. Wisatawan juga dapat membeli unggas untuk dilemparkan ke rawa dan melihat buaya-buaya saling melompat dan menyerang berebut unggas yang dilemparkan oleh pawang.

Jangan lupa Durian Ucok

Siapa yang tidak kenal Durian Ucok? Belum lengkap ke Medan jika belum mencoba durian abang Ucok. Terletak di di Jalan Wahid Hasyim, Medan, Kedai durian ini  bisa didatangi kapan saja sebab kedai ini buka 24 jam. Harga durian mulai dari Rp30.000 sampai Rp 50.000 per buah.

Karena saya tidak pandai dalam memilih buah, saya percayakan saja para pegawai yang memilihkannya untuk saya karena di sini jika pelanggan tidak puas dengan isi durian, pelanggan dapat menukarkan dengan durian lain yang diinginkan.

Merdeka Walk

Inilah surga kuliner malam hari di Medan. Tempat nongkrong paling asik karena banyak pilihan untuk memanjakan lidah. Mulai dari dari makanan Barat, makanan Asia hingga kuliner khas Medan. Di sini saya menutup malam saya di Medan dengan memesan es krim sambil menikmati kegiatan komunitas anak muda seperti parkur, skateboard, dan freestyle ball ditemani kerlap-kerlip lampu kota Medan. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Cuisine

Seafood Lovers Millennials Dapat Dorong Kuliner Berbasis Ikan

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Ist) Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara menghadiri Seafood Lover Millennials yang diadakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Acara ini merupakan rangkaian acara dari Kegiatan

Destinations

2018, Keraton Kasepuhan Cirebon Gelar World Islamic Cultural Festival

Keraton Kasepuhan Cirebon (Ist) Keraton Kasepuhan Cirebon bakal membuat gebrakan internasional. Menggandeng Yayasan Festival Islam International Cirebon, Keraton akan menggelar World Islamic Cultural Festival alias Festival halal. Tujuan kegiatan ini

Tour Package

TIFF 2017, Tomohon Bidik Wisman

Launching Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2017 (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya diwakili Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Promosi Pariwisata Nusantara (BP3N) Kementerian Pariwisata Mumus Muslim dan Walikota Tomohon Jimmy Feidie

Airlines

Indonesia Berjaya di Negeri Jiran

Dikna Faradiba (Ist) Malam final Miss Tourism International telah berlangsung di Malaysia. Dikna Faradiba, perwakilan dari Indonesia pun berhasil meraih sejumlah penghargaan di ajang ini. Dikna Faradiba, Putri Pariwisata 2015

SightSeeing

Potensi Riau Garap MICE

Promosi dan Pengembangan MICE Provinsi Riau (Ist) Kegiatan promosi dan pengembangan MICE di Riau dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau bekerja sama dengan PATA Indonesia Chapter. Acara ini

Cuisine

Menikmati Live Music dari Ketinggian

City Night Sounds (Ist) Restoran dengan konsep rooftop dalam beberapa tahun terakhir ini telah menjadi primadona generasi milenial karena desainnya yang unik berlokasi di atas bangunan dengan pemandangan kota dari ketinggian. Salah