Menpar Arief Yahya Lantik Pejabat Eselon I hingga IV Kementerian Pariwisata

WhatsApp Image 2018-02-28 at 18.54.35

Menteri Pariwisata Arief Yahya melantik Pejabat Eselon I hingga IV Kemenpar (Ist)

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I), Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), Pejabat Administrator (Eselon III), dan Pejabat Pengawas (Eselon IV) di lingkungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) serta Pejabat di lingkungan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba dan Badan Pelaksana Otorita Borobudur berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Rabu (28/2/2018).

Menpar Arief Yahya mengatakan, pelantikan pejabat ini merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi yang komprehensif sejak diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2017 tanggal 2 Oktober 2017 tentang perubahan struktur organisasi Kemenpar yang telah dilaksanakan sejak 4 Januari 2018.

“Para pejabat yang dilantik siap melaksanakan tugas dan fungsi (Tupoksi) memajukan kepariwisataan nasional sesuai dengan amanah yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo agar pariwisata menjadi sektor unggulan penggerak ekonomi nasional,” kata Menpar Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Rabu (28/2/2018).

Menpar Arief menegaskan, melalui restrukturisasi, Kemenpar ingin lebih berfokus pada pelanggan (wisatawan), dalam hal ini diharapkan bisa lebih sensitif dalam memahami kebutuhan-kebutuhan wisatawan dan lebih adaptif dalam menciptakan produk-produk wisata.

“Karena pada hakekatnya bisnis pariwisata adalah bisnis pengalaman (experience), maka dengan struktur organisasi baru, Kemenpar harus mampu menciptakan ekstra ordinary experience kepada wisatawan,” kata Arief Yahya. Selain itu dalam struktur organisasi di tingkat deputi/asdep/bidang/bagian dan unit-unit yang ada di bawahnya harus disusun dengan mengacu kepada customer journey atau tourism value-chain sehingga secara otomatis seluruh kegiatan yang dilakukan fokus kepada pelanggan atau inilah yang disebut dengan pendekatan customer-centric organization.

Sementara dalam mencermati perubahan pendekatan yang lebih berorientasi pada minat, Menpar Arief Yahya ingin mewujudkan tujuan dari customer centric strategy yang mencakup tiga hal, yakni Pertama, customer satisfaction, dimana wisatawan puas dengan destinasi wisata yang ditawarkan.

Kedua, customer retention/loyalty dimana wisatawan berkunjung kembali dan loyal dengan destinasi wisata Indonesia, dan ketiga, customer advocacy dimana wisatawan merekomendasikan destinasi wisata negeri ini pada wisatawan lain.

Menpar Arief mengingatkan lagi bahwa untuk mencapai hasil yang luar biasa harus selalu menghasilkan ide-ide yang tidak biasa sehingga inovasi adalah suatu keharusan untuk bisa mengejar ketertinggalan dari negara-negara pesaing; Malaysia, Thailand, dan Singapura.

“Target 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini harus kita rebut. Untuk itu kita harus terus berinovasi menciptakan sesuatu yang unik dan tidak biasa. Terkait dengan produk pariwisata, salah satunya adalah destinasi digital. Ini selalu meledak, kenapa meledak? Ini selalu memenuhi kebutuhan, kebutuhan anak milennials yang begitu haus akan pengakuan,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya menjelaskan, saat ini ada pergeseran arti kebahagiaan, antara Kids Zaman Now dengan generasi-generasi sebelumnya. Bagi mereka, kebahagiaan bukan ditentukan oleh kepemilikan akan rumah besar, mobil mewah atau karier yang mentereng tapi mendapatkan pengalaman dan membaginya ke teman-teman dan orang lain, butuh akan pengakuan.

Maka, positioning yang diambil adalah Esteem Economy, mengacu pada apa yang dijelaskan oleh Prof Rhenald Kasali bahwa manusia selalu mencari cara untuk mendapatkan pengakuan berupa share, like dan jempol. Menpar Arief Yahya menegaskan kembali pariwisata adalah jalan baru dan lebih cepat untuk memutus rantai kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan yang selama ini hadapi. serta diyakini mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih tersebar di seluruh Tanah Air.

Terlebih pertumbuhan pariwisata Indonesia masuk dalam 20 besar dunia, terakhir mencapai 25,68% atau lebih tinggi dari pertumbuhan sektor pariwisata dunia. Selain itu Kemenpar telah menetapkan sasaran strategis utama berupa target kinerja yang harus dicapai pada 2018, yakni sektor pariwisata memberikan kontribusi pada perekonomian (PDB) nasional sebesar 5,25%, menghasilkan devisa Rp223 triliun, menciptakan lapangan kerja 12,6 juta orang, kunjungan 17 juta wisman dan mendorong pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) sebanyak 270 juta perjalanan, serta meningkatkan daya saing pariwisata di tingkat global dari ranking 70 pada 2013 silam, menjadi ranking 50 dunia pada 2015 lalu, naik di ranking 47 dunia tahun lalu, dan menuju ranking 30 dunia pada 2019 mendatang.

Para pejabat yang dilantik diantaranya Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I) Rizki Handayani Mustafa (Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan), Nia Niscaya (Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II), Anang Sutomo (Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata), Noviendi Makalam (Staf Ahli Bidang Tekonologi Komunikasi dan Informasi).

Sedangkan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) antara lain Guntur Sakti menjabat Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar. (Gabriel Bobby)





About author



You might also like

Slideshow

RWS Menang di PATA Gold Awards 2015

Kampanye Resorts World Sentosa (RWS) menang di ajang bergengsi PATA Gold Awards 2015 dalam kategori marketing hospitality yang diselenggarakan oleh Asosiasi Travel Asia Pasifik (PATA). Adapun RWS salah satu dari

Destinations

PATA Indonesia akan Bantu Promosikan Tanjung Lesung

PATA Indonesia Chapter akan membantu upaya manajemen PT Jababeka Tbk untuk mempromosikan kawasan wisata Tanjung Lesung ke mancanegara sehingga bisa menarik minat wisatawan asing berkunjung ke kawasan wisata yang terletak

Culture

Yuk Vote dan Share Miss Eco International 2018 di Hari Terakhir

Vote dukung Indonesia (Ist) Semangat untuk mengangkat Indonesia di penghargaan dunia terus bergelora. Salah seorang duta bangsa, Astira Intan Vernadeina tengah berjuang di ajang Miss Eco International 2018. Astira hanya

Tourism

Pelindo III Tunggu Izin Pemkot Denpasar Bangun Marina di Pelabuhan Benoa

Presiden Jokowi (kemeja putih) ketika mengunjungi booth Batik Fractal di Bandung (Ist) Manajemen PT Pelindo III mengaku saat ini tengah menanti izin dari pemerintah kota (Pemkot) Denpasar, Bali untuk membuat

Heritage

Kereta Wisata Support KAI

Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengakui PT KA Pariwisata mendukung aktivitas yang dilakukan perusahaan pelat merah itu. “KA Wisata mendukung aktivitas kami. Bahkan, sekarang daftar antrean cukup banyak,” kata

Heritage

Candi Cetho, Alternatif Libur Lebaran

Lebaran sebentar lagi. Dan, libur panjang pun di depan mata. Beragam destinasi yang tersebar di negeri ini pun mulai menyiapkan diri menyambut kedatangan wisatawan. Bagi yang masih belum punya ide