Menteri Pariwisata Apresiasi Banyuwangi

tari gandrung banyuwangi
Tari Gandrung Banyuwangi (Ist)
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang telah berhasil membangun daerah di ujung Jawa itu melalui sektor pariwisata sehingga tak salah untuk menimba ilmu di Banyuwangi, Jawa Timur dan implementasi pariwisata sebagai leading sector.
“Banyuwangi itu contoh konkret, CEO-nya (baca: Bupatinya, red) menempatkan pariwisata sebagai lokomotif membangun daerahnya. Hasilnya setahun 1,5 juta wisnus, 30 ribu wisman,” kata Menpar Arief Yahya di Jakarta dalam siaran pers yang diterima patainanews.com baru-baru ini.
Komitmen CEO-nya, menurut Menteri Pariwisata, sangat jelas. Alokasi sumber daya manusia (SDM), dan budgeting APBD nya fokus menggarap pariwisata.
Mereka memanfaatkan perjalanan wisatawan dari Jawa ke Bali dan sebaliknya. Mereka suguhkan atraksi yang ‘memaksa’ pikiran orang untuk singgah satu dua hari sebelum atau sesudah ke Bali.
Arief Yahya di asita
Menteri Pariwisata Arief Yahya
“UNWTO –United Nation World Tourism Organization, atau lembaga PBB yang bergerak di bidang pariwisata pun menganugerahkan penghargaan khusus buat usaha keras dan konsisten Banyuwangi. Itu kebanggaan, dan semua bisa belajar dari kisah sukses kota kecil itu. Bagaimana membangun mimpi ke depan, apa yang dilihat saat ini, dan bagaimana cara mewujudkan impiannya itu,” tutur Arief Yahya yang mantan Direktur Utama PT Telkom itu.
Menurut AY, sapaan akrab Menteri Pariwisata, semua bermula dari leader-nya. Bupati Abdullah Azwar Anas berani beda, membuat terobosan untuk menaikkan taraf hidup dan kesejahteraan warganya dari pintu pariwisata.
Tidak banyak bupati atau walikota yang berani mengambil risiko seperti itu. Karena pariwisata itu investasi jangka panjang, berpikir futuris, dan harus konsisten.
“Penghargaan dari badan urusan pariwisata PBB itu mahal harganya. Itu kepercayaan besar bagi Banyuwangi. Dan kami punya kewajiban untuk menunjukkan pada dunia bahwa Banyuwangi memang layak mendapatkannya,” papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi MY Bramuda.
Dari paparan Bramuda, wisata Banyuwangi, bisa jadi jawara lantaran getol menggelar berbagai festival pariwisata yang dikelola dengan baik.
Karenanya pada tahun ini akan ada lebih dari 35 festival. “Bahkan implementasinya lebih dari 35 festival di 2016. Jumlahnya bisa mencapai 40 atau 45, tergantung tradisi dan kebudayaan lokal itu sendiri,” terangnya.
Salah satu andalannya adalah Banyuwangi Festival. Festival ini akan menawarkan sejuta pesona mulai dari seni dan budaya, olahraga dan pariwisata, sampai kearifan lokal yang dikemas dalam festival kreatif.
“Banyuwangi Festival tidak hanya digelar untuk mempromosikan pariwisata, namun juga untuk memaksimalkan potensi daerah dan memberikan semangat kepada masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah,” kata Bramuda.
Untuk beragam festival tadi, Disbudpar Kabupaten Banyuwangi membagi ke dalam tiga kelas. Ada festival internasional, nasional, dan lokal.
“Festival internasional akan mengundang banyak negara di berbagai belahan dunia. Yang kita siapkan International Tour de Banyuwangi Ijen. Untuk nasionalnya, ada Banyuwangi Batik Festival. Sementara lokalnya ada Banyuwangi Ethno Carnival,” terangnya.
Festival juga akan menampilkan berbagai atraksi wisata terbaru di antaranya Green and Recycle Fashion Week, Festival Buah Lokal, Festival Kuliner Sego Tempong, Festival Permainan Anak Tradisional, Banyuwangi Kite Festival, Festival Perkusi dan Lare-lare Orkestra dan Kite and Wind Surf Competition.
Banyaknya festival itu menjadi berkah bagi pengelola wisata. Wisatawan mulai berdatangan ke kabupaten berjuluk Sunrise of Java itu.
Bangsring Underwater misalnya. Sepanjang Januari 2016 kemarin, kewalahan melayani pengunjung yang menembus angka 1.000 orang. Mayoritas, memesan paket pemandangan terumbu karang, naik banana boat, dan melihat ikan hiu.
“Festival yang digelar memang punya efek domino yang bagus. Ekonomi tumbuh karena sehari bisa 1.000 orang. Kita sampai kewalahan menyediakan pelampung dan alat snorkeling,” terang Ikhwan Arief, pengelola Bangsring Under Water. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Slideshow

Batik ‘Goes to Campus’

Kegiatan membatik (Ist) Bertepatan dengan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2015, Kacang Garuda dan GarudaFood Sehati bekerja sama dengan Universitas Bina Nusantara mengadakan event ‘Batik Goes to Campus’ di Jakarta.

Hotel

grandkemang U-NEON NIGHT

Foto bersama dalam acara grandkemang U-NEON NIGHT (Ist) grandkemang Hotel Jakarta menyelenggarakan acara tahunan Corporate Gathering di Magzi Ballroom, grandkemang Hotel Jakarta. Acara tahunan ini yang digelar pada Jumat (19/2/2016) diadakan

Culture

Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon Apresiasi Kunjungan Wisatawan ke Cirebon

Rombongan wisatawan Nusantara dari Jakarta ketika mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon (Ist) Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon menyambut poisitif kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus) ke sejumlah destinasi wisata yang ada di Cirebon, termasuk

SightSeeing

PATA Mendukung Turis yang Peduli Kelestarian Lingkungan

Pariwisata kini semakin menarik sebab industri pariwisata semakin berkembang. Kendati demikian pariwisata mengharapkan wisatawan bisa ikut melestarikan lingkungan (Ist) Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak pelancong yang ingin melangkah ringan. Turis

Destinations

Agro Wisata di Lombok Positif untuk Masyarakat

Menteri ATR/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan didampingi LA Hadi Faishal (baju batik) ketika menanam buah (Ist) Perkembangan pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang diketahui tengah mengembangkan agro wisata diperkirakan

Slideshow

President University Bentuk Klub Protokol

Vice Rector III President University Agus H Canny (keempat dari kanan) (Ist) President University semakin menarik bagi mahasiswa lantaran kampus ini meresmikan berdirinya Klub Protokol tepat satu minggu setelah meresmikan