Menteri Pariwisata Apresiasi Sanur Village Festival 2016

sanur ada AY

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) dalam pembukaan Sanur Beach Festival 2016 bertempat di Inna Grand Bali Beach Sanur, Bali pada Rabu (24/8/2016) (Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji konsistensi Sanur Village Festival 2016 yang sudah memasuki tahun ke-11. Dari tahun ke tahun, selalu punya tema khusus dan menampilkan inovasi baru.

Tahun ini tema besarnya adalah ‘Tat Twam Asi’ The New Spirit of Heritage, yang digelar di Maisonettee Area Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali pada 24-28 Agustus 2016.

Tat Twam Asi itu adalah bahasa Bali, yang menurut Ida Bagus Gede Sidharta Putra, Chairman of Sanur Village Festival, bermakna ‘Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku!’

Sekilas mirip petikan karya susastra yang nyaring dibaca dan menembus hati. Ada spirit kebersamaan, kekompakan, penghargaan terhadap nilai-nilai, dan tetap menjaga identitas kultural Bali yang kental dengan darah seni.

Arief Yahya memaknai inti sari dari prinsip ‘Tat Twam Asi’ sebagai empati. Ya, empati itu memahami apa yang orang lain rasakan, pikirkan, satu frekuensi sehingga tahu juga apa yang mereka inginkan dengan baik.

Dalam implementasi marketing, Arief Yahya sering menyederhanakan dengan istilah ‘cusmoter care’ yang berbasis pada ‘service quality’.

“Itu ada ilmunya, disingkat TERRA, yakni tangible, empathy, reliability, responsibility, dan assurance. Filosofi tat twan asi itu lekat dengan empati. Ketika kita hendak memberikan pelayanan yang terbaik, maka kita harus mengetahui siapa customers, apa yang dimaui, dan bagaimana menyentuhnya. Aku adalah engkau, engkau adalah aku,” jelas Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan lalu. 

Tiga poin besar yang disampaikan Arief Yahya di Sanur Village Festival 2016 adalah Pertama soal festival itu sendiri, yang sudah 11 tahun konsisten dilaksanakan, dengan kreatif yang terus berbeda, semakin keren, semakin banyak pengunjung dan go digital.

Termasuk melakukan launching aplikasi I Discover City Walk, rute jalan kaki, sepeda, tempat bersejarah di Sanur, yang bisa di-download di mobile apps.

Mantan Dirut PT Telkom ini juga menyaksikan launching itu sesaat sebelum membuka festival. “Festival ini bagus, tertata rapi, digarap serius, dan dipromosikan dengan bagus. Ini bisa dicontoh oleh daerah lain dalam membuat festival yang berkelanjutan,” kata Arief Yahya.

Poin kedua adalah Sanur sendiri, yang oleh Arief Yahya selalu dijadikan contoh sebuah kawasan pariwisata dengan community based terbaik di Indonesia.

Sanur contoh konkret, sebuah kawasan di Bali yang branding-nya lebih artistik, lebih religius, lebih bercita rasa sehingga turis yang datang pun punya kelas yang beda.

Kebanyakan dari Eropa dan Amerika, yang benar-benar ingin menikmati budaya dan alam. Tidak berisik, tidak heboh dengan dentuman suara musik, seperti di kawasan Kuta dan Bali Selatan.

“Di Mandeh Sumatera Barat dan Danau Toba Sumatera Utara, saya gunakan Sanur sebagai contoh, dan saya minta mereka belajar ke Sanur, untuk pengembangan destinasi. Nah, Sanur Village sendiri harus menjadi Global Village, yang bisa diakses dengan mudah dan cepat melalui digital,” paparnya.

Sebagai community based, Sanur punya pasar tradisional yang sudah online service. Pasarnya bersih, tempatnya oke, dan terkoneksi oleh wifi berkecepatan tinggi.

“Saya berjanji, 27 September ketika Hari Pariwisata Dunia nanti, akan mereaktivasi pasar berbasis teknologi informasi itu. Sanur harus go digital, dan menjadi pemain global dengan asset community yang sudah terbentuk,” jelas Arief Yahya yang pakar di dunia digital itu.

Mengapa Sanur selalu dijadikan contoh? Karena sebagai destinasi, Sanur sudah memenuhi syarat sebagai Sustainable Tourism Development (STD).

Ada tiga aspek yang sudah kuat berjalan selama ini, yakni Community, Environment, dan Economic Values. “Karena itu menggabungkan antara Global Village dengan UKM Digital, maka akan menjadi perkawinan yang sempurna dan bisa dijadikan contoh di level nasional dalam pengembangan destinasi dan industri,” ungkap Arief Yahya.

Dia juga mengingatkan, agar jangan hanya bertumpu pada community saja. Ada rumus Pentahelix yang juga dipopulerkan alumni ITB, Surrey University Inggris dan Unpad Bandung itu.

Harus ada lia unsur, yakni Academician, Business, Community, Government dan Media. Singkatannya ABCGM. “Ingat, the future customers itu menggunakan digital. Jadi, jangan terlambat menjemput masa depan,” tutur pria asal Banyuwangi itu.

Poin ketiga adalah Bali. “Bagi saya ini menarik karena 40% wisman masuk via pintu Bali. Dan, ketertarikan wisman ke Indonesia itu 60% karena culture, 35% karena nature, dan 5% man made”.

“Bali ini sempurna, ketiga-tiganya kuat. Budayanya sangat kuat, alamnya kuat, dan tempat MICE dan Sport Tourism-nya juga kuat. Dua P-nya Bali itu sangat kuat, yakni produk dan process. Maka ujungnya, Bali punya pendapatan perkapita yang tinggi, indeks kebahagiaan tinggi, indeks kemiskinan rendah dan angka pengangguran juga rendah,” sebut Arief Yahya.

Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya menambahkan bahwa Sanur itu berasal dari kata ‘San’ dan ‘Nur’.

Artinya satu cahaya, yang dimaksud adalah matahari yang terbit dari timur. “Sejak dulu Sanur ini kawasan yang reigius, yang terjaga oleh kekuatan budaya dan art. Sampai sekarang konsisten itu masih tetap terjaga, dan itulah nilai unggul dan kekuatan Sanur,” kata Rai Mantra. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Slideshow

President University Juara Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa 2017

Prestasi mahasiswa President University (Ist) Misi President University dalam melahirkan para intelektual muda yang berwawasan kebangsaan benar-benar berhasil. Ini terlihat dari tiga mahasiswa, yaitu Novela Permata Sari, Denisa Amelia Kawuryan dan Bryan Johanes Rengkung yang

Slideshow

Aksi Hijau Jurnalis Tanam Bakau di Pulau Galang

Dirsum PT Pelindo III bersama direksi anak usaha tengah menanam bakau di Pulau Galang (Ist) Awak redaksi Majalah Dermaga bersama para jurnalis Surabaya melakukan aksi hijau penanaman bibit bakau di

All About Indonesia

Pelindo III Goes to Campus

Pelindo III Goes to Campus di Universitas Mataram (Ist) PT Pelabuhan Indonesia III kembali menggelar program Pelindo III Goes to Campus di Universitas Mataram, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (26/8/2016)

Slideshow

ASITA Jakarta Dukung Target Kunjungan 15 Juta Wisman 2017

Danau Toba (Ist) DPD ASITA DKI Jakarta menilai perlu kerja keras, dan sinergi dalam upaya mendukung target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2017 yang telah ditetapkan

Travel Operator

Astindo Fair 2017 Sukses

Suasana di booth PATA Indonesia Chapter (Ist) Penyelenggaraan Astindo Fair 2017 terbilang sukses. Pameran wisata yang diadakan Astindo pada tahun ini adalah yang ketujuh kalinya digelar. Bersama dengan BCA sebagai

Culture

Arief Yahya Siapkan 19 Calon Jawara di UNWTO

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Semangat 3 C (Calibration, Confidence, Credibility) terus digelorakan Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk menjadi pemain global. Semua lini di konversi ke dalam global standar agar