Menteri Pariwisata Buka GPBG 2018

IMG-20180222-WA0023

Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka Gebyar Pesona Budaya Garut 2018 (Ist)

Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan event Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2018 yang berlangsung  di Lapangan Ciateul, Garut, Jawa Barat (Jabar) pada 20 hingga 27 Februari 2018.

Penyelenggaraan GPBG untuk merayakan Hari Jadi Kabupaten Garut ke–205 ini sekaligus mempromosikan potensi pariwisata Garut yang dahulu dikenal sebagai ‘Switzerland van Java’ atau Swiss-nya Jawa.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan event pariwisata GPBG yang memasuki tahun ke-16 dengan mengangkat tema ‘Gawe Rancage Mawa Karaharjaan’ (Kerja Bersama Menuju Kesejahteraan/Working Together for Welfare).

“Tema ini sangat tepat dengan tujuan dari pariwisata adalah mensejahterakan masyarakat, dan ini telah diperlukan oleh Kabupaten Garut  dalam laju pertumbuhan PDRB-nya yang dalam empat tahun terakhir ini (BPS, Kab. Garut dalam angka 2017) mencapai angkat tertinggi 5,85% pada tahun 2016,” kata Menpar Arief Yahya seusai membuka GPBG ke-16 tahun 2018 di Lapangan Ciateul, Garut, Kamis (22/2/2018).

Menpar Arief Yahya  mengatakan, event GPBG ke-16 tahun 2018 ini  masuk dalam 100 Calender of Event  (CoE) Wonderful Indonesia 2018 yang menjadi salah satu magnet untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia maupun menggerakan wisatawan Nusantara (wisnus) berwisata di Tanah Air, yang tahun ini menargetkan 17 juta wisman dan 270 juta wisnus.

CoE 2018 ini, kata Arief Yahya,  sebagai calendar of events yang pertama dimiliki Indonesia setelah melalui tahapan seleksi secara ketat oleh tim kurator  dengan menggunakan kriteria bahwa event tersebut diselenggarakan secara  profesional  dan tepat waktu.

“CeE 2018  terdiri atas; 60 events budaya, 30 alam dan buatan, 10 destinasi prioritas yang penyelenggaraanya mamadukan  nilai budaya dan komersial  atau cultural values  dan commercial Values,” kata Menpar Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com.

Dalam CoE  2018  terdapat 2 event besar internasional, yakni Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang pada Agustus 2018 dan Annual Meeting IMF-WB pada Oktober 2018 di Bali.

Sementara itu selain menyiapkan event pariwisata dalam satu tahun penuh, Kemenpar bersama industri pariwisata juga menyiapkan Visit Monderful Indonesia (ViWI) 2018 di dalamnya ada sekitar 248 paket hot deals  (more for less ) yang siap dijual oleh industri pariwisata ke seluruh dunia.

Program hot deal sebagai paket bundling dilakukan oleh pelaku bisnis pariwisata tersebut akan berlangsung di 18 destinasi yang siap dalam unsur 3A-nya (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) yakni Sumatera (Medan/Danau Toba, Batam, Belitung, Padang, dan Pelembang); Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Borobudur/Yogyakarta,Solo, Subaya-Bromo-Tengger, dan Banyuwangi); Kalimantan (Balikpapan); Bali;  Nusa Tenggara Barat (Lombok); Sulawesi (Makassar/Wakatobi dan Manado);  dan Papua Barat (Raja Ampat).

Sementara fokus pasar dalam program VIWI 2018 adalah ASEAN, Tiongkok, Jepang, Korea, Australia, Eropa,Timur Tengah, dan Asia Selatan  terutama India dan sekitarnya.

Sedangkan Bupati Garut Rudi Gunawan mengatakan, tujuan penyelenggaraan event GPBG ke-16 tahun 2018 ini adalah untuk melestarikan seni dan budaya, mempromosikan pariwisata; serta mendukung pariwisata daerah dan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.

“Target yang paling penting dari GPBG adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Indonesia, karena dengan aneka ragam seni, budaya dan atraksi yang disuguhkan pada event ini, menjadi daya tarik yang kuat  untuk mendatangkan wisman dan wisnus ke Garut,” kata Rudi Gunawan.

Ia menjelaskan,  sektor pariwisata memberi andil besar terhadap perekonomian daerah yang dalam empat tahun terakhir ini PDRB Kabupaten Garut mencapai angka tertinggi yakni  5,85% (BPS Kab Garut dalam angka 2017), sedangkan untuk kunjungan wisatawan ke Garut tahun 2016  sebanyak 4.983 wisman dan 671.858 wisnus, “Kami berusaha meningkatkan unsur 3A (aktraksi, aksesibilitas, dan amenitas) untuk mendukung pariwisata,” katanya.

Unsur atraksi Kabupaten Garut mempunyai event pameran dan bazaar, budaya batik Garutan, pengrajin kulit (tas, jaket, tas, sepatu), parade seni & budaya, pesta rakyat yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun dan banyak mengundang minat wisatawan, sedangkan unsur  aksesibilitas semakin mudah karena  perjalanan darat dari Jakarta ke Garut sekitar 5 jam dan dari Bandung ke Garut  2 jam. Sementara unsur amenitas, Kabupaten Garut memiliki banyak pilihan akomodasi berupa resort, hotel, hostel, wisma  dan homestay maupun nomadic (glamcamp, homepod, caravan).

Event GPBG ke-16 tahun 2018 dimeriahkan dengan acara menarik antara lain prosesi budaya yang menampilkan perwakilan dari 7 provinsi dan 10 kabupaten kota se-Indonesia,  dan para penampil dari  20 komunitas seni dan budaya, 9 masyarakat adat, perwakilan dari kecamatan dan desa seluruh kabupaten Garut. Juga Rampak Silat Bambu Runcing dengan menampilkan 700 pendekar dari 29 padepokan silat.

Acara juga dimeriahkan dengan  Festival Garut Auto Expo yang berlangsung di Anarto Mal Garut pada 1-3 Maret mendatang yang diikuti seluruh komunitas otomotif dan mobil antik se-Indonesia.

Juga digelar pemecahan rekor ORI (Original Rekor Indonesia) berupa ‘Sangkar Burung’ terbesar di dunia. (Gabriel Bobby)


 



About author



You might also like

Tourism

Banyuwangi Bakal Punya Marina Berkelas Dunia

Djarwo Surjanto (Ist) Dunia pariwisata di Indonesia mendapat kabar gembira lantaran Banyuwangi akan memiliki marina berkelas internasional lantaran pembangunan marina di kabupaten yang letaknya di Jawa Timur ini mengacu sejunlah

Airlines

Buku Kuliner Indonesia Menangkan Hati Dunia

Buku Kuliner Flavors of Indonesia oleh Chef William Wongso Indonesia meraih juara pertama di Gourmand World Cookbook Awards di Yantai, Tiongkok mengalahkan 98 negara (Ist) Kabar baik untuk Indonesia datang

Tourism

Tara Kahve, Kopi Rempah Indonesia yang Disukai Malaysia

Tara Kahve (Ist) Negeri ini dikenal dengan kopi khas Nusantara yang begitu diminati masyarakat Indonesia. Menariknya tak hanya wisatawan Nusantara, namun wisatawan mancanegara juga menyukai kopi asal Indonesia. Tara Kahve,

World Heritage

Juni, Nikmati Special Rate Helicity

9 Helicity (Ist) Rute Jakarta-Bandung menjadi salah satu penerbangan Helicity yang paling ramai dan diminati. Karena diminati, maka Helicity terus berupaya meningkatkan layanan untuk memenuhi harapan dari sejumlah pihak terutama

Slideshow

DPR Dukung MesaStila Challenge & Ultra 2015

Ridwan Hisjam jadi narasumber di Pendopo Kabupaten Malang Komisi X DPR mendukung penyelenggaraan lomba lari MesaStila Challenge & Ultra 2015 yang memunyai potensi wisata untuk mendatangkan wisatawan asing ke Indonesia

Heritage

Magelang, Destinasi Wisata Spiritual

Suasana seminar Wisata Spiritual (Ist) Candi Borobudur di Magelang selama ini dikenal sebagai landmark unggulan di Jawa. Menariknya, tidak jauh dari Candi tersebut ada Gunung Tidar yang ternyata juga punya