Menteri Pariwisata Pastikan Pariwisata Banyuwangi Sudah On The Track

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) (Ist)

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memastikan pengembangan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi sudah sesuai rencana atau on the track sebagai sektor unggulan dan sumber penghasilan daerah.

Menpar Arief Yahya saat menghadiri Gebyar Seni Budaya Banyuwangi dan Halal Bihalal Ikawangi Pusat Jakarta 2019 di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (23/6/2019) mengatakan, Banyuwangi sudah pada track yang benar dengan mengedepankan sektor pariwisata sebagai unggulan daerah terlebih pariwisata adalah masa depan bangsa.

Pariwisata sedang berproses menjadi peringkat pertama penyumbang devisa terbesar buat keluarga.

“Saya tidak khawatir dengan atraksi Banyuwangi karena budaya dan alam Banyuwangi memiliki modal besar untuk menjadi yang terbaik dalam hal pariwisata. Banyuwangi sudah ditetapkan sebagai Kota Festival Terbaik di Indonesia. Karena, memiliki jumlah festival yang sangat banyak. Banyuwangi juga memiliki Ijen dengan Blue Fire-nya. Destinasi yang tidak dimiliki daerah lain,” katanya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (24/6/2019).

Namun, Menpar Arief menilai Banyuwangi masih harus melakukan pembenahan karena masih ada beberapa kelemahan yang harus ditutupi.

“Salah satu kelemahan Banyuwangi adalah akses. Untuk akses darat, jalan tol direncanakan akan beroperasi pada 2021. Untuk Bandara Banyuwangi, sudah memiliki status bandara internasional. Namun, secara fisik masih harus ditingkatkan kualitasnya. Apalagi, jika Banyuwangi ingin mendatangkan lebih banyak wisatawan,” paparnya.

Sebagai akses udara, pembangunan Bandara Banyuwangi masih terus dilakukan. Pelebaran apron sudah rampung sebelum acara IMF-World Bank Meeting. Dari sebelumnya 3 parking stand narrow body, sekarang Bandara Banyuwangi mempunyai 9 narrow body.

Tidak hanya itu, pelebaran runway juga telah dilakukan. Lebar runway yang sebelumnya 30 meter, diperluas menjadi 45 meter, progressnya 70 persen dengan target selesai Juli 2019. Perpanjangan Runway juga dilakukan dari 2250 meter menjadi 2500 meter, target selesai Desember 2019.

“Mungkin masih ada kendala di pembebasan lahan. Namun, Pemkab Banyuwangi harus ikut membantu menyelesaikan masalah lahan agar bandara benar-benar siap dan tidak ada kendala,” ujarnya.

Untuk amenitas, Menpar Arief Yahya menyatakan siap hadir pada Ground breaking Hotel Bandara Internasional Banyuwangi dan Ground breaking Food Court Warung Ijen atau ketika pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) pada 27 Juli 2019. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Travel Operator

Jakarta adalah Ibu Kota Pariwisata

Suasana Kota Tua (Ist) Selama ini Jakarta dikenal sebagai Ibu kota Indonesia. Namun, kota ini ternyata juga pantas disebut sebagai ibu kota pariwisata negeri ini lantaran branding Jakarta adalah alasan

Festival

MFC Trendsetter Teknologi Packaging Karnaval di Indonesia

Press conference MFC (Ist) Malang Flower Carnival (MFC) menjadi trendsetter penyelenggaran karnaval di Indoensia lantaran penggunaan packaging technology yang sudah diakui dunia. “Ini sudah terbukti kostum MFC yang kita bawa

Festival

TripAdvisor Pilih Hotel Neo Samadikun Cirebon

Gifta Oktavia Rappe (Ist) Situs perjalanan TripAdvisor mengungkap temuan menarik mengenai alasan wisatawan menulis ulasan tentang Hotel Neo Samadikun Cirebon. Ya, hotel yang ada di Cirebon, Jawa Barat ini tengah

Cuisine

BBTF 2018 Sukses

I Gde Pitana (Ist) Transaksi Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2018 menghasilkan kenaikan transaksi yang luar biasa. Event yang digelar 26 hingga 30 Juni lalu di Bali Nusa Dua

Cuisine

Hotel Santika Premiere ICE BSD City Official Hotel Partner PRI

Premiere Suite di Hotel Santika Premiere ICE BSD City (Ist) Sukses dengan event beskala internasional PATA Travel Mart 2016 yang diselenggarakan pada September lalu, kini Hotel Santika Premiere ICE BSD City

Heritage

Tourism For All

Menteri Pariwisata Arief Yahya menekan tombol ‘Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival 2016’ (Ist) Apa yang dilakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam memperingati World Tourism Day 27 September 2016? Tidak muluk-muluk,