Menteri Pariwisata Pompa Semangat Wisudawan STP Bandung

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam diskusi

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist)

Tiga puluh dua menit speech Menteri Pariwisata Arief Yahya di Hall Malabar Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, 21 April 2016 dalam wisuda 674 lulusan sekolah pariwisata yang terkenal dengan sebutan ENHAII itu menjadi sangat bermakna.

Tidak sekaar seremonial yang kaku dan melelahkan namun sekaligus membuka panorama inspirasi dan gambar masa depan creative industry.

Suasana ‘hangat’ di ruangan berkapasitas 1.500 orang itu pun berubah menjadi masa depan yang penuh harapan bagi wisudawan.

AY, sapaan akrab Menteri Pariwisata sangat antusias dengan lulusan STP ENHAII yang zero unemployment.

Artinya 100 persen terserap oleh pasar tenaga kerja, 40 persen ke luar negeri. Rata-rata kiriman ke orang tua, mencapai US$1000 per bulan. Artinya, supplay masih kurang dibandingkan dengan demandnya. “Anda tidak salah pilih di jalur cultural industry seperti di pariwisata ini,” ucapnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Jumat (22/4/2016).

Presiden Jokowi sudah menegaskan dalam berbagai momentum, pariwisata ditempatkan sektor prioritas, selain infrastruktur, energi, pangan dan maritim. Kedepan sudah menunggu 10 Top Destinasi atau 10 Bali Baru yang membutuhkan amenitas yang menjadi wilayah garapan lulusan STP.

“Karena itu Pak Ahman Sya, Deputi Kelembagaan Kemenpar mohon disiapkan inkubator bagi anak-anak mahasiswa STP yang ingin mengembangkan entrepreneurship sebelum terjun di bisnis yang sesungguhnya,” papar Arief Yahya.

Poin kewirausahaan banyak mendapatkan titik tekanan Menpar dalam sambutan itu lantaran Kemenpar memang sedang gencar-gencarnya menciptakan destinasi unggulan, yang membutuhkan SDM yang kuat.

Ingat, 95% start up company itu gagal, antisipasinya adalah digembleng dulu di inkubator.

Kerja sama dengan lembaga yang sudah punya pamor dan reputasi kuat, seperti ITB.

Kemenpar akan memfasilitasi mahasiswa dan lulusan STP Bandung untuk mendapatkan KUR dengan bunga 9 persen pada usaha yang terkait dengan pariwisata.

Misalnya membuat resto, cafe, modal kitchen set, aplikasi teknologi dan lainnya di destinasi wisata. “Gampangnya, bisa kredit semudah kredit motor,” ungkapnya yang didampingi Ketua STP Bandung Anang Sutiono.

Di kawasan pariwisata, AY memberi contoh dengan usaha homestay dan kampung wisata.

Adapun Kemenpar bisa mengusahakan financing dengan skema sangat bagus.

Nilai kredit perumahan dengan angka Rp 150 juta sampai Rp 300 juta, bunga 5 persen fix, uang muka 1 persen, atau cicilan sekitar Rp 800.000 per bulan.

Seberapa berat sih, cicilan Rp 800 ribu itu? “Cukup 2 weekend, Sabtu-Minggu saja dengan harga Rp 200 ribu per hari, sudah nutup?” hitungnya.

AY juga mengapresiasi STP Bandung yang sukses dengan menjalin banyak kerjasama dengan pihak lain. Termasuk dengan UN-WTO, lembaga PBB yang bergerak dalam bidang pariwisata.

Ia juga memuji acara wisuda itu, bagus. Paduan suaranya bagus, orchestra-nya juga keren.

“Tarian selamat datang dengan tema 10 destinasi juga oke,” pujinya.

Presentasi Arief Yahya mengenai ‘Wujudkan Target Pariwisata 2019’ dengan total kunjungan wisman 20 juta orang.

Dia mngingatkan tim pengajar dan pengurus STP untuk selalu menggunakan angka dan data.

“Berikan pemahaman yang konkret dengan angka-angka kepada mahasiswa agar mereka tahu berada di mana posisi kita saat ini! Bandingkan dengan pesaing kita, negara-negara tetangga yang angka dengan cara mengukur yang sama,” paparnya.

Anak-anak harus tahu bahwa posisi Indonesia masih tertinggal dengan Malaysia, Singapura maupun Thailand.

Darimana harus mengejar ketertinggalan? Dengan cara apa bisa mengalahkan? Kapan mulai fight dengan kreativitas baru, untuk melampaui prestasi lawan!

“If you can not mesure, you can not manage!” tegasnya. Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus ini menunjukkan prestasi Kemenpar yang dia pimpin sejak Oktober 2014 lalu.

Dari 10 kompetisi yang officially, dilakukan secara resmi oleh lembaga resmi dunia, Wonderful Indonesia sukses menenggelamkan Truly Asia-nya Malaysia dengan skor 10-2. “2015 branding kita sudah jauh mengalahkan Malaysia!,” katanya.

Jadi jangan ada yang menggunakan contoh ‘Truly Asia’ lagi karena brand-nya sudah jauh di bawah Wonderful Indonesia.

Audience yang terdiri dari wisudawan, orang tua atau wali mahasiswa, dosen dan segenap civitas akademika pun terperangah dengan apa yang sudah dicapai Kemenpar.

Mereka juga optimistis sudah berada di jalan yang benar untuk membangun negeri melalui jalan pariwisata. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Destinations

Batik Indonesia Melekat di Hati

Ella V Brizadly (Ist) Batik Indonesia selalu menjadi juara, tidak ada yang bisa mengalahkan, termasuk batik asal Tiongkok. “Produk batik dari Tiongkok itu tidak bisa dikatakan batik karena memang itu bukan

Travel Operator

Lombok Bakal Punya Sirkuit F1

Pantai Kuta di Kawasan Mandalika, Lombok (Ist) Pernah nonton balap F1 di Monaco? Sirkuit yang juga menyuguhkan pemandangan indah seperti laut, bukit-bukit, bangunan heritage, ngebut di dalam kota, dengan desain

Airlines

Pendidikan Penting untuk Generasi Penerus Negeri

Claudia Ingkiriwang (tengah) Pariwisata Indonesia maju selaras dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) negeri ini. Ya, tak bisa dipungkiri pendidikan rupanya memegang peran penting untuk meningkatkan kualitas generasi penerus

Travel Operator

Handayani yang Suka dengan Bali

Direktur Konsumer PT Bank BRI Handayani (kiri) dan Menteri Pariwisata Arief Yahya Destinasi wisata Bali memang diminati banyak wisatawan Nusantara dan wisatawan mancanegara. Ya, tak bisa dipungkiri daya tarik Pulau

World Heritage

Bandara Sibisa akan Melengkapi Bandara Silangit

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Semampang berada di kawasan Danau Toba dan Menteri Pariwisata Arief Yahya meninjau Bandara Sibisa, di Ajibata, Toba Samosir. Bandara kecil yang panjang landasannya baru 750

Slideshow

Gunakan Media Sosial dengan Bijak

Rudi Kabunang (Ist) Seiring perkembangan zaman, teknologi pun semakin canggih sehingga muncul media sosial, seperti youtube, facebook, twitter dan lainnya. Namun, maraknya media sosial acap kali disalahgunakan oleh sebagian orang