Menteri Pariwisata Sambut Baik Keputusan Penundaan Penerapan Bagasi Berbayar Citilink

Menteri Pariwisata Arief Yahya (batik biru tua) (Ist)

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut baik keputusan penundaan bagasi berbayar pada maskapai berbiaya murah (Low Cost Carrier/LCC) khususnya Citilink.

“Dunia pariwisata menyambut baik, saya pribadi senang sekali Citilink menunda penerapan bagasi berbayar,” kata Menpar Arief Yahya di Jakarta, Kamis (31/1/2019). Sebelumnya, Menpar Arief Yahya telah mengirimkan tim yang diketuai oleh Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Aksesibilitas Judi Rifajantoro untuk berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk merespons kebijakan tersebut.

Tim ini sudah melaporkan situasi dan kondisi di lapangan termasuk gejolak yang terjadi di kalangan masyarakat dan industri. Tim juga menyampaikan permintaan agar ada perhatian langsung dari pemegang otoritas sehingga kondisi di pasar tetap terkendali.

Adapun Kemenpar juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk menemukan titik temu dan solusi terbaik bagi persoalan tersebut. Menpar Arief Yahya kemudian menyambut baik ketika ada tindak lanjut dari masukan Komisi V atau Komisi Infrastruktur dan Perhubungan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rapat Kerja Selasa, 29 Januari 2019 yang mendesak penundaan penerapan bagasi berbayar pada maskapai penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan konsolidasi dengan pihak Citilink terkait pemberlakuan bagasi berbayar.

Berdasarkan konsolidasi tersebut, pihak Citilink menyetujui untuk melakukan penundaan penerapan bagasi berbayar hingga waktu yang belum ditentukan. Dalam Rapat Kerja tersebut, Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti juga mengatakan sedang melakukan evaluasi dan penilaian penerapan ketentuan bagasi berbayar sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Dalam Negeri.

“Kami akan lakukan kajian atau evaluasi terhadap semua aturan mulai dari PM 14 tahun 2016 sampai PM 185 tahun 2015,” ujar Polana dalam siaran pers yang diterima patainanews.com. Pengkajian ulang dilakukan oleh Ditjen Hubud agar terjadi keseimbangan dan tidak memberatkan masyarakat serta menjaga kelangsungan maskapai penerbangan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sebelumnya menegaskan menegaskan bahwa kebijakan bagasi berbayar pada maskapai berbiaya murah di Tanah Air itu berdampak langsung pada sektor pariwisata. Menurut dia, kebijakan pencabutan bagasi gratis pada maskapai berbiaya rendah dan masih tingginya harga tiket pesawat memang secara umum berdampak langsung pada sektor pariwisata Indonesia.

“Travel agen misalnya saat ini ragu bahkan tidak berani menjual paket di sisi lain sektor UKM kita juga banyak yang terpukul,” katanya. Sementara dari sisi okupansi hotel juga terpengaruh dengan angka penurunan yang cukup signifikan di berbagai destinasi.

“Kebijakan bagasi berbayar ini juga menurunkan jumlah penumpang pesawat dan terjadi pembatalan perjalanan oleh wisatawan di beberapa tempat,” katanya. Pihaknya juga menegaskan pentingnya untuk menjaga iklim yang kondusif bagi tetap berkembangnya sektor pariwisata di Tanah Air tanpa mengabaikan kelangsungan bisnis pada dunia penerbangan. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

World Heritage

Belajar Mengelola Destinasi Wisata di Indonesia

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (batik biru) berpose bersama mahasiswa UNIKOM  Riordan Immanuel Siregar Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung, Riordan Immanuel Siregar memilih PATA Indonesia Chapter

SightSeeing

Wisata Bahari Nusantara Diminati Wisman

Presiden Jokowi menargetkan bisa mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia hingga 2019 mendatang. Dan, wisata bahari menjadi andalan untuk bisa mewujudkan target tersebut sehingga wisata bahari pun semakin

Destinations

Putri Pariwisata 2016 Cinta Budaya Indonesia

Finalis Putri Pariwisata 2016 (Ist) Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2016, 37 finalis menampilkan kegiatan yang menarik yang berkaitan dengan budata Indonesia. Para finalis menunjukkan bakat dan keahliannya di Panggung Broadway

Tourism

Riau Promosi Wisata dalam PATA Travel Mart 2016 di ICE

Riau hadir di PATA Travel Mar 2016 di ICE (Ist) Berita Foto: Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman didampingi Ketua DPP ASITA Asnawi Bahar, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau Fahmizal,

Heritage

Rayakan Tahun Baru di Hotel Santika Premiere ICE BSD City Berhadiah ke Bali

 TOTALLY 80’S (Ist) Tahun 2018 kini sudah di depan mata dan seperti biasa di berbagai tempat selalu menawarkan acara dengan tema yang berbeda-beda dan menarik untuk dikunjungi. Masih bingung menentukan

Slideshow

Pelaku Bisnis Pariwisata di NTB Apresiasi Arief Yahya

LA Hadi Faishal (kiri) bersama aktris Cita Citata (tengah) tengah menanam pohon di d’Praya Lombok Hotel   Sebagai daerah yang punya potensi wisata dan menjadi andalan Indonesia dimasa mendatang setelah