Menuju World Heritage Site Kota Tua

98Revitalisasi-Kota-Tua-Jabtabek

Kota Tua (Ist)

Membereskan kawasan Kota Tua memang tidak mudah, tak semudah yang dibayangkan. Apalagi Kota Tua tengah menuju World Heritage Site. Kendati demikian, revitalisasi kawasan sejarah ini tetap berjalan meski memang tak semudah membalikkan tangan.

Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Purba Hutapea mengakui masalah revitalisasi Kota Tua tidak semudah membalikkan telapak tangan sebab banyak yang harus dibenahi, termasuk mengajak banyak pihak lain untuk bekerjasama demi kemajuan pariwisata Jakarta.

“Membereskan Jakarta tidak segampang yang kita bicarakan. Penanganan Kota Tua itu butuh waktu dan itu yang sedang kita kerjakan,” ucapnya belum lama ini.

Menurutnya, masalah Kota Tua itu kompleks dan ada beberapa faktor yang berperan. Contohnya adalah pedagang kaki lima yang semrawut, aksesabilitas yang susah hingga keberadaan toilet umum yang bersih dan nyaman sering dikeluhkan oleh para pengunjung.

Karenanya Purba sudah menyiapkan beberapa langkah. “Kita sudah membebaskan lahan seluas 1,2 Hektar di Jalan Cengkeh. Nantinya di sana akan kita relokasi PKL, agar lebih rapi. Untuk masalah toilet, kami sudah dijanjikan akan mendapatkan bantuan toilet bersih dari Kemenpar di sekitar kawasan Kota Tua,” katanya.

Purba menyatakan, perlunya sinergi dengan berbagai pihak, terutama swasta karena pihak Pemprov DKI Jakarta mengaku hanya memiliki 4 gedung dari sekitar 60 gedung yang ada di Kota Tua, dan sisanya adalah milik swasta.

Purba juga sedang mengupayakan mendaftarkan kawasan Kota Tua agar memperoleh status Cagar Budaya hingga ke tingkat UNESCO. “Tanggal 30 September ini kami akan mengeluarkan peraturan tentang penetapan kawasan Kota Tua sebagai Cagar Budaya. Kita juga akan daftarkan ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kita akan dorong terus sampai ke tingkat UNESCO agar Kota Tua dapat status sebagai World Heritage Site,” paparnya.

Pengamatan patainanews.com baru-baru ini di kawasan Kota Tua, terlihat begitu banyak wisatawan, baik wisatawan domestik maupun turis asing berkunjung ke kawasan sejarah ini.

Dan, memang terkesan pedagang kaki lima terlihat semrawut sehingga perlu penataan lebih baik lagi agar wisatawan yang datang ke Kota Tua bisa lebih nyaman ketika berada di sana. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Slideshow

Wajah Menawan di Balik Tumpukan Barang Bekas

Berita Foto: Perempuan muda ini terlihat lagi sibuk. Ia tampak tak segan mengulurkan tangan membantu sesama. Terlihat dirinya yang berparas menawan, wanita ini dengan sigap menolong orang lain yang membutuhkan.

Culture

STP Bandung Promosikan True Sight of Indonesia

True Sight of Indonesia (Ist) Mahasiswa program studi Manajemen Bisnis Perjalanan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung kembali menggelar TravelMart 2017 yang ke-20 di Dome STP NHI Bandung di Jalan Dr Setiabudhi

Culture

‘PATA Travel Mart 2016 Sarana Perkenalkan Pariwisata Indonesia secara Efektif’

PATA Travel Mart 2016 (Ist) Penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di Indonesia pada September mendatang dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap promosi pariwisata negeri ini hingga ke mancanegara sehingga bisa

Destinations

Membuat Bali Semakin Dikenal di Dunia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Nusa Dua Fiesta (NDF) 2016 sebagai pesta besar menjadi ajang penampilan atraksi seni, budaya, kuliner, olahraga dan hiburan kembali akan digelar di kawasan wisata Nusa

Tourism

patatravelmart2016.com, Pusat Informasi PATA Travel Mart 2016

President/CEO PAT Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kiri) berpose bersama dengan Head of Sales and Marketing Siti Karmila (tengah) dan President Director Deutshe Mess Venue Operations Aage Hansen (Ist) PATA Indonesia Chapter

Culture

Kunjungan Wisman Januari-November 2016 Tumbuh 10,46%

Wisatawan mancanegara di Indonesia (Ist) Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada November 2016 mencapai 1.002.333 atau mengalami peningkatan sebesar 19,98% dibandingkan November 2015 berjumlah 835.408 wisman. Sementara secara