Merajut Kebhinekaan dengan Bebunyian Dawai Nusantara

WhatsApp Image 2017-09-26 at 18.01.39

Festival Dawai Nusantara ke-2 (Foto: Johanes Antock dari Museum Musik Indonesia)

Membaca Indonesia dalam konteks sekarang hendaknya dilihat dengan geliat kebudayaan diantaranya munculnya banyak ruang estetika yang saling bersinergi diantara dengan musik.

Musik dimana elemen dasarnya adalah bunyi, tentunya sangat efektif dan strategis dalam meresonansikan entitas keIndonesiaan. Adapun idiom-idiom dari musik yang berbasis budaya lokal diantaranya alat musik berupa Dawai, yakni instrumen musik yang berbasis senar, kawat dimainkan dipetik, gesek, serta dipukul.

Gathering penggiat Dawai dari beberapa daerah di Indonesia melalui Festival Dawai Nusantara yang ketiga ini diikuti Azis Franklin delegasi dari Malang, Etlabora Poni delegasi dari Subang Jawa Barat, Ali Gardy delegasi dari Situbondo, Nama penyaji grup Nusa Tuak dari NTT, Nama penyaji personal/Ganzer Lana Sasandois ,delegasi NTT/Yogyakarta, Nama penyaji grup Joko Porong delegasi Surabaya, Nama penyaji personal Gregorius Argo delegasi dari Kalbar, Nama penyaji Miho Bawakng, delegasi dari Yogyakarta, Nama penyaji grup TOPA delegasi Tenggarong Kaltim, Nama penyaji personal Syech Razie delegasi Jakarta, Nama penyaji Mustafa Daood n Friends delegasi Amerika Serikat, nama penyaji grup Unen-Unen rengel delegasi dari Tuban, Nama penyaji SAUNG SWARA, pak Meng project delegasi dari Salatiga , dan SriMara dari Surakarta.

Harapan pada agenda Festival Dawai Nusantara ke-3 ini, yaitu melalui bebunyian dawai bisa memberikan kontribusi untuk merajut simpul-simpul keberagaman bangsa ini menjadi sebuah entitas yang kaya akan potensi budaya dengan tetap berpegang pada citra dan rasa bangsa ini sebagai bangsa yang bermartabat melalui ranah kebudayaan di mata dunia.

Mengenai waktu, berbeda dengan tahun sebelumnya, yaitu hanya digelar satu hari saja karena di tahun ketiga ini tim Dawai Nusantara ingin fokus menyajikan ragam bunyi dawai dengan porsi yang cukup. “Tempat kami memilih di gedung Kesenian Gajayana Malang, dimana gedung tersebut mempunyai banyak rekam jejak aktivitas kesenian di kota Malang, serta kami juga ingin mendukung ruang data musik ,dimana di gedung tersebut juga terdapat Museum Musik Indonesia sebagai ruang pusat data rekam jejak hasil karya musik-musik anak bangsa. Melalui momentum ini diharapkan ini menjadi kesadaran bersama bahwa musik dalam hal ini tidak hanya selesai dalam ranah pertunjukan serta hasil bunyinya saja tapi musik sebagai media penyeimbang menuju bangsa yang bermartabat,” papar Redy Eko Prastyo, Penggagas Festival Dawai Nusantara dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan lalu.

Ia mengatakan, Festival Dawai Nusantara ketiga akan digelar pada Jumat, 20 Oktober 2017. di Gedung Kesenian Gajayana Malang, Jawa Timur. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Tourism

Pemerintah Gandeng Artis Indonesia Promosikan Wonderful Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Artis Entrepreneur Indonesia (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama para Artis Entrepreneur melakukan sinergi Co-Branding Wonderful Indonesia, yang didahului dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) dengan

World Heritage

Presiden Jokowi Naik Kereta Wisata akan Tingkatkan Wisatawan Gunakan Kereta Wisata

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Ist) Manajemen PT Kereta Api Pariwisata mengaku mendapat berkah dari Presiden Jokowi yang melakukan kunjungan kerja ke Sukabumi, Jawa Barat menggunakan kereta

World Heritage

Mengenal Lebih Dekat Irene Camelyn Sinaga

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga (kanan) berpose bersama dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Sosok satu ini memang dikenal sebagai pekerja keras. Ya, perempuan berparas manis

Slideshow

Creating New Cities, Semangat Anak Bangsa Membangun Kota Baru di Indonesia

SD Darmono, Founder Jababeka Group PT Jababeka Tbk selama ini dikenal menjadi top of mind di bidang Kawasan Industri. Sudah lebih dari 27 tahun perusahaan ini berkiprah membangun negeri sehingga

Travel Operator

Astindo Hadiri Sosialisasi Aplikasi Penyelenggaraaan Sistem Elektronik

Ninik Irawan (kanan) (Ist) Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan (Astindo) memenuhi undangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mengikuti Rapat Sosialisasi Aplikasi Penyelenggaraan Sistem Elektronik. Adapun rapat tersebut dilakukan pada

Culture

Halimah Munawir Mencurahkan Perhatian untuk Pariwisata dan Budaya Indonesia

Halimah Munawir Anwar begitu mencintai pariwisata dan budaya Indonesia (Ist) Sosok satu ini dikenal begitu besar perhatiannya terhadap perkembangan pariwisata dan budaya Indonesia. Ya, Halimah Munawiw Anwar tak segan mencurahkan