Mermbangun Networking Menuju Indonesia Destinasi Wisata Dunia

ptm

Menteri Pariwisata Arief Yahya (ketiga dari kiri) memimpin media briefing PATA Travel Mart 2016 (Ist)

Penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September 2016 diacungi jempol lantaran menjadi cara yang tepat membangun networking dengan berbagai pihak sehingga Indonesia kedepannya bisa menjadi destinasi wisata dunia.

Susariningsih, Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur menjelaskan hal tersebut kepada patainanews.com ketika ditemui di booth Jawa Timur di Pavilion Indonesia dalam PATA Travel Mart 2016 di ICE, Jumat (9/9/2016).

Senada dengannya, manajemen ICE menyambut antusias penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di venue ICE di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September 2016. Adapun event pariwisata internasional ini telah dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rabu (7/9/2016). Menteri Pariwisata Arief Yahya optimistis pariwisata Indonesia bisa mencapai target 20 juta wisatawan asing hingga 2019 mendatang dan bisa mencetak Rp1 triliun melalui PATA Travel Mart 2016.

Dalam media sosial facebook, ICE yang dilihat patainanews.com, Jumat (9/9/2016), venue PATA Travel Mart 2016 ini bernada optimitis Indonesia bisa menjadi desinasi wisata utama dunia. “Semoga PATA Travel Mart 2016 akan berjalan lancar dan sukses, serta membuka Indonesia menuju destinasi wisata utama dunia”.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya terus memberikan masukan kepada Presiden Jokowi terkait core business Pemerintah Indonesia. Bahkan, mantan Dirut PT Telkom yang kini mengelola Kemenpar dengan model private sector, dan ala swasta ini sudah melayangkan usulan tertulis kepada Presiden Jokowi.

“Iya, saya jelaskan pariwisata berpotensi menjadi core business Indonesia,” kata Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan ini. Alasannya, kata kunci pariwisata adalah penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah, murah dan cepat.

Karena itu menuntaskan semua bottlenecking di Kemenpar itu sangat bermakna ekonomis buat masyarakat. “Pertama soal PDB, pariwisata menyumbangkan 10% PDB nasional, dengan nominal tertinggi di ASEAN. Jarang loh, kita punya angka terbaik di regional, kan? Di sini kita dapat!” tegas Arief Yahya.

Kedua, PDB pariwisata nasional tumbuh 4,8% dengan tren naik sampai 6,9%, jauh lebih tinggi ketimbang industri agrikultur, manufaktur otomotif dan pertambangan. “Dari sini saja sudah bisa diraba, bahwa agrikultur, manufaktur tidak akan bisa bersaing di era digital. Pariwisata justru sebaliknya, performance-nya terus menanjak dan optimism itu kian terbentuk,” paparnya.

Ketiga, devisa pariwisata US$ 1 juta, menghasilkan PDB US$ 1,7 juta atau 170%. Itu terbilang tertinggi dibanding industri lainnya. “Jadi, kalau selama ini orang mengkategorikan industri itu menjadi migas dan non migas, maka kelak industri itu akan menjadi pariwisata dan non pariwisata,” katanya.

Bagaimana dengan devisa? Menurut pria asli Banyuwangi ini, saat ini pariwisata masih menempati posisi ke-4 penyumbang devisa nasional, sebesar 9,3% dibandingkan industri lainnya. Tapi pertumbuhan penerimaan devisa pariwisata itu tertinggi, yaitu 13%.

Sedangkan industri minyak gas bumi, batubara, dan minyak kelapa sawit yang pertumbuhannya negatif. “Ini penting. Biaya marketing yang diperlukan hanya 2% dari proyeksi devisa yang dihasilkan,” kata jebolan Teknik Elektro ITB itu.

Soal tenaga kerja yang paling rumit dihadapi oleh negeri ini, pariwisata itu penyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan, atau sebesar 8,4% secara nasional dan menempati urutan ke-4 dari seluruh sektor industri. Dalam penciptaan lapangan kerja, sektor pariwisata tumbuh 30% dalam waktu 5 tahun.

“Itu pertumbuhan yang sangat signifikan,” ujarnya. Pariwisata itu, lanjut dia, disebut pencipta lapangan kerja termurah, karena bisa meng-create job opportunity hanya dengan US$ 5.000/satu pekerjaaan. “Coba bandingkan dengan rata-rata industri lainnya yang sudah sebesar USD 100.000/satu pekerjaan,” jelasnya yang membuat audience mengernyitkan dahi karena penuh dengan angka-angka dan harus dibayangkan dengan koversi rupiah.

“Atas dasar potret perekonomian kita seperti itu, maka pariwisata memang sektor yang paling seksi untuk dijadikan core business ini. Saat ini ada lima yang menjadi prioritas nasional, yakni infrastruktur, pangan, energi, maritim, dan Pariwisata,” kata Arief Yahya.

Pria asli Banyuwangi ini juga sering menjelaskan soal TTI (Trade, Tourism, Investment). Dia ingin mengubah singkatan itu. T pertama adalah tourism, lalu mendorong T kedua trade, dan ujungnya adalah I atau investasi.

“Kalau sudah terbangun tourism-nya bisa dengan mudah trading dan mencari investor yang hendak bergabung membangun destinasi dan atraksi buatan,” ungkap Arief Yahya. (Gabriel Bobby)





About author



You might also like

Festival

4 Agustus, Traveling Sendiri ke Yogyakarta dengan Kereta Wisata

Wisatawan bisa traveling dengan Kereta Wisata (Ist) Mulai 4 Agustus mendatang, wisatawan yang ingin traveling ke Yogyakarta dengan menggunakan layanan Kereta Api Wisata sudah bisa digunakan tanpa harus melakukan carter

World Heritage

Menyambut Visit Wonderful Indonesia 2018

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Rakornas pariwisata yang mengangkat tema ‘Visit Wonderful Indonesia 2018’ (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata IV tahun 2017 dalam rangka memperkuat

All About Indonesia

Legalitas Mutlak untuk Anggota FPMDI

FPMDI buka puasa bersama (Ist) Media online yang tergabung di Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) menyadari pentingnya legalitas sehingga keberadaan FPMDI bisa semakin banyak mendapat pengakuan publik. Adanya legalitas

Nature

‘Kita Beragam Sekaligus Bersatu dalam Busana Nusantara’

Menteri Pariwisata Arief Yahya berpose bersama di Kementerian Pariwisata (Ist) Ada yang spesial dari peringatan HUT RI ke-72 di halaman Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata. Menteri Pariwisata Arief Yahya dan

Tour Package

Tenun Ikat Kediri, Menjaga Warisan Negeri yang Memikat Wisatawan

Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama istri Wakil Presiden Ibu Mufidah Jusuf Kalla ketika melihat langsung Tenun Ikat Kediri (Ist) Budaya khas Nusantara menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya

Travel Operator

2017, Pariwisata Indonesia Incar Turis Tiongkok

Wisman asal Tiongkok di Indonesia (Ist) Wisatawan mancanegara (wisman) dari Tiongkok dan negara-negara sekitar China (Greater China), yakni Taiwan, dan Hongkong tetap menjadi target utama wisatawan mancanegara pada 2017 mendatang.