Mixed Marriage, Potret Perkawinan AntarBangsa

IMG-20170504-WA0018

Mixed Marriage (Ist)

Dalam era globalisasi dan perkembangan pesat teknologi informasi, dunia kini terasa selebar daun kelor. Jarak dan perbedaaan waktu antara belahan bumi relatif lebih mudah ditaklukkan. Perkembangan pekerjaan, karier, turisme, hobi dan lainnya membuat orang sangat mudah berkenalan dengan penduduk dari seluruh penjuru dunia, bahkan hingga jatuh cinta.
Dengan demikian, warga Indonesia yang terlibat dalam hubungan beda bangsa, baik hubungan pacaran maupun perkawinan akan semakin banyak terlihat. Siaran pers yang diterima patainanews.com, Sabtu (6/5/2017) menulis, perkawinan antara bangsa bagaimana pun masih mencolok mata, terutama jika berbeda ras. Satu berkulit pucat, satu coklat terbakar.
Satu berambut hitam kelam, satu berambut pirang atau bahkan berambut rasta ala Afrika. Sebuah pemandangan yang hampir selalu sukses menjadi pusat perhatian lingkungan. Adapun buku ini akan mengupas seluk-beluk perkawinan campuran Indonesia dan memotret secara gamblang kehidupan yang terjadi di balik layar.
Dari kehidupan umum per tahap, per tema, bahkan topik yang cukup tabu. Sangat berguna bagi pelaku, keluarga, kolega, konselor perkawinan atau bagi orang yang sekadar ingin tahu the untold story dari pasangan beda bangsa.
Semangat berbagi the untold story muncul saat tim penulis sering mendapat pertanyaan Bagaimana rasanya menikah dengan orang asing?
Atau saat mengalami kesulitan di negeri rantau untuk mencari cabe rawit. Juga saat dihadapkan persoalan berkaitan dengan administratif dan hukum. Singkatnya, saat tim penulis mendapati kesulitan tapi tempat bertanya hampir tidak ada.
Tim penulis yang sebelumnya hanya berbagi kisah di Komunitas Kawin Campur, tergerak membuat buku nonfiksi.
Buku Mixed marriage, sebuah tantangan, menampilkan berbagai aspek kehidupan perkawinan antara ‘orang kita’ dengan ‘orang asing’ secara luas dan mendetil.
Tidak mudah mencari dasar-dasar teori yang cocok sebagai landasan penelitian karena istilah Mixed marriage sendiri memang sulit untuk didefinisikan dalam konteks ilmiah. Sebuah buku berjudul Intercultural Marriage oleh Dugan Romano, seorang konsultan perkawinan campur di Amerika menarik perhatian tim untuk dijadikan acuan analisa.
Untuk mengadaptasi isi buku dengan salah satu pasangan harus warga Indonesia, diperlukan eksplorasi dan riset. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan wawancara, dengan menggunakan perhitungan statistik (kuantitatif) serta content analysis (kualitatif) untuk mengolahnya
Penjabaran isi disusun secara bertahap, dari mulai persiapan-persiapan mutlak sebuah pernikahan antar bangsa, berbagai konsekuensinya, hingga kenyataan hidup sehari-hari yang lebih intim: perceraian, perkawinan tanpa keturunan, dan pasangan sesama jenis merupakan bagian dari topik khusus yang sering dianggap tabu. Tidak lupa, dihadirkan pula tips atau saran-saran praktis terkait.
Pembuatan buku memakan waktu lebih dari lima tahun yang dimulai tahun 2012. Tim penulis sempat berganti karena kesibukan yang tidak bisa dihindarkan oleh beberapa anggota tim. Namun palu sudah diketok, gong telah dikumandangkan, tekad sudah bulat, buku harus jadi.
Kalau bisa survive sebagai imigran di negeri seberang, masak menulis keroyokan saja tidak bisa? Tim penulis kedua kemudian berhasil meneruskan tongkat estafet hingga naskah selesai ditulis. Hasil karya yang tercipta demi niat tulus untuk menyalurkan hasil penjualan buku bagi kepentingan aktivitas sosial komunitas mixed marriage, kemajuan komunitas, maupun yayasan sosial lainnya.
Pendek kata, buku ini merupakan simbol kemenangan sebuah idealisme: Berbagi karena peduli.
Tim penulis Komunitas Kawin Campur (KKC) adalah komunitas tempat berbagi informasi seputar dunia pasangan campur di Indonesia yang didirikan tahun 2007 oleh Inda Duzih-Pitkanen dengan mengunakan Facebook.
Saat ini, jumlah anggota KKC lebih dari 12.000 orang yang tersebar di seluruh dunia. Anggota KKC yaitu pelaku pernikahan/hubungan antar bangsa yang salah satunya adalah warga negara Indonesia atau masyarakat pemerhati isu-isu pasangan beda bangsa, yang dikelola tim administrasi.
Tim penulis buku diketuai oleh Wuwun Wiati Hely yang merupakan penulis novel dan memiliki gelar psikolog dari Universitas Indonesia, tinggal di Perancis. Anggota tim terdiri dari delapan penulis dan satu ilustrator yang berasal dari beragam back ground.
Mereka adalah:
Inda Duzih-Pitkanen : Pendiri dan ketua Komunitas Kawin Campur yang menetap di Cina.
Trianda Yuliasty : Psikolog lulusan Universitas Indonesia yang aktif di sebuah organisasi perempuan di Belanda. Cerpenis yang pernah menyabet juara 1 di majalah Femina tahun 2002 dan cerpen berbahasa Belanda menang 50 cerpen terbaik serta menjadi ‘pilihan publik’.
Kristati Dannatt : Bekerja sebagai perawat di Melbourne, Australia.
Ana Kiwitter : Lulusan University of Applied Science ( HTW des Saarlandes) jurusan Industrial Engineering yang tinggal di Jerman.
Dyah Sri Ayoe Rachmayani Narang-Huth : pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di kota Hamburg dengan beberapa tulisan ilmiah tentang literatur dunia. Pemilik dan pendiri IKAT Agentur aktif promosikan Indonesia dalam acara budaya di Eropa.
Yuanita Amarien Bunyi: Lulusan bidang komunikasi yang menikah dengan warga Philipina dan berdomisili di Jenewa, Swiss.
Linar Peronnard: Nenek tiga cucu yang merupakan mantan pengrajin kerajinan tangan. Salah satu puisinya mendapatkan penghargaan di Festivalde l’écrit 2015. Tinggal di Perancis
Diana Yusuf : Lulusan Bina Nusantara ini, pernah menjadi back packer yang sering keliling Afrika dan negara lain sendirian. Kini bekerja di Aeroport Paris, Perancis.
Femmy Priscillya: Freelance Ilustrator yang memiliki 12 tahun pengalaman di bidang arsitektur di Kuala Lumpur, Singapura, dan Paris. Dia juga merupakan designer untuk Clovis & Clothilde. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Tour Package

Semarak HUT Kota Cirebon ke-647

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat didampingi Ketua DPR Ade Komarudin (Ist) Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar Kirab Agung Nuswantara Laskar Macan Ali Kesultanan Kasepuhan Cirebon dan Haul Akbar Pangeran Cakranegara

Heritage

Sulut Gencar Promosikan Destinasi Wisata Bahari

Menteri Pariwisata Arief Yahya meluincurkan Festival Pesona Sangihe 2016 dan Calendar of Event 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gd. Sapta Pesona, Jakarta. Selasa (19/7/2016) Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Bupati

Slideshow

Batavia Fun Bike di Kota Tua

PATA Indonesia Chapter mendukung Batavia Fun Bike yang digelar majalah Sarasvati yang diadakan di kawasan Kota Tua Jakarta. Adapun Batavia Fun Bike dilakukan pada Minggu (20/3/2016) yang menjadi daya tarik

Tourism

Kereta Kencana Singa Barong, Daya Tarik di Keraton Kasepuhan Cirebon

Kereta Kencana Singa Barong Keraton Kasepuhan Cirebon menjadi daya tarik tersendiri bagi destinasi kota Cirebon, Jawa Barat. Kota Sedulur Kabeh ini benar-benar memanfaatkan Keraton Kasepuhan Cirebon untuk menarik minat wisatawan

Travel Operator

Kementerian Pariwisata Raih PATA Gold Awards 2016 PATA

PATA Gold Awards 2016 (Ist) Kementerian Pariwisata berhasil mencetak prestasi yang membanggakan dunia pariwisata Indonesia lantaran sukses meraih PATA Gold Awards 2016. Keberhasilan itu dilansir PATA, organisasi pariwisata internasional yang

Festival

JAS Siap Sukseskan ASIAN GAMES 2018

Presiden Direktur PT JAS Adji Gunawan (kiri) (Ist) Manajemen PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS Airport Services), perusahaan ground handling swasta nasional menyatakan siap untuk ikut mensukseskan penyelenggaraan ASIAN GAMES