Morotai yang Seksi Diincar Investor Asing

morotai

Morotai (Ist)

 

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyebut Morotai menjadi incaran investor asing lantaran potensinya yang besar, tidak sebatas hanya dari sektor pariwisata namun juga di sektor lainnya.

“Morotai ini kawasan yang sangat menawan, dan banyak orang asing yang ingin ke sana. Daerah pengembangannya pun tidak hanya pariwisata, tapi kegiatan ekonomi lainya yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia timur,” kata Tenaga Ahli Menteri Bidang Pembangunan Regional Kemenko Kemaritiman Bambang Susanto Priyohadi dalam diskusi di Jakarta.

Dari sekian banyak investor asing yang menyatakan ketertarikannya adalah Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan hingga Taiwan.

Bambang menuturkan, potensi wisata pulau di Maluku Utara berlaut biru dan berpasir putih itu cocok untuk berenang, snorkeling hingga menyelam dengan 28 titik penyelaman.

“Terlebih adanya sisa-sisa senjata dari Perang Dunia II, itu jadi wisata sejarah yang kami pasarkan,” ujarnya. Morotai, lanjutnya juga punya potensi besar sebagai wilayah ekowisata dengan kekayaan biota lautnya.

Belum lagi potensi perikanan karena merupakan area migrasi tuna ekor kuning. “Jadi banyak sekali yang mau investasi di sana. Industri perkapalan, perikanan akan kami coba dorong masuk ke sana (Morotai),” katanya.

Selain itu, didukung dengan infrastruktur dasar berupa bandara dengan 7 landas pacu sepanjang 3.000 meter, pengembangan Morotai dinilai bisa mencakup semua sektor.

“Dengan bandara sebesar ini, kami siap membangun Morotai sekarang. Bandara ini dibangun saat Perang Dunia II,” katanya. Untuk mendukung pembangunan di Morotai, Bambang mengaku pemerintah akan menyiapkan segala upaya untuk menarik minat investor termasuk kemudahan-kemudahan investasi.

“Pak Menko akan siapkan aturan agar mereka (investor) tidak dipersulit,” ujarnya. Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai sebagai 10 destinasi pariwisata yang akan diakselerasi pengembangannya.

Adapun penetapan 10 destinasi wisata itu diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata nasional sehingga target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019 mendatang bisa tercapai. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

 



About author



You might also like

Festival

‘Show Them the Money, Pariwisata Bisa Membawa Kesejahteraan’

Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka Gebyar Pesona Budaya Garut 2018 didampingi Pjs Bupati Garut Koesmayadi Tatang Padmadinata dan Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah di Garut, Kamis (22/2/2018) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya

Airlines

Akeyla Sinergi dengan KRIJA Indonesia Promosikan Budaya Nusantara

Sinergi antara Akeyla dengan KRIJA Indonesia (Ist) Desainer cilik yang tengah naik daun dengan segudang prestasi, Akeylanaraya Alyandina bersama Enny Kwan, pemilik Red Cherry Clay & Art Workshop yang mengusung

Tourism

Launching Astindo Jakarta Travel Fair 2016

Berita Foto: Launching & Event Presentation Astindo Jakarta Travel Fair 2016 (Ist)

Airlines

Astira Promosikan Eco Plants Princess

Miss Eco Indonesia 2018 Astira Intan Vernadeina (Ist) Miss Eco Indonesia 2018 Astira Intan Vernadeina dipastikan Rabu, 18 April 2018 menjalani sesi Parade Eco Dress dalam ajang Miss Eco International

Nature

‘7 Juta Orang Lihat Promosi Indonesia’

  Chef Anita Sobron (Restaurant Indonesia), Direktur FNAC, Manager FNAC Voyages, Eka MONCARRE dari VITO Perancis (Ist) Ada sekitar 7 juta orang diperkirakan akan mengetahui promosi mengenai Indonesia sebab event

Hotel

Gabung dalam PATA Travel Mart 2016

PATA Travel Mart 2016 (Ist) PATA akan menggelar PATA Travel Mart 2016 di Indonesia. Dan, PATA Indonesia Chapter dipercaya menjadi tuan rumah untuk event pariwisata dunia ini. Adapun penyelenggaraan PATA