Musala dan Gereja di Puncak Gunung Sinai

IMG-20170415-WA0005

Rombongan ziarah (Ist)

Gunung Sinai  terletak di semenanjung Sinai dan Mesir, yang merupakan gunung gersang bebatuan dengan ketinggian 2.285 meter dari permukaan laut, dan berada pada bagian pegunungan disebelah selatan Mesir. Gunung ini merupakan salah satu tempat penting yang wajib dikunjungi jika berkunjung ke Mesir karena di puncak Gunung Sinai inilah tempat Nabi Musa menerima 10 Perintah Allah melalui beberapa kali pertemuan. 

Untuk mendaki ke puncak Gunung Sinai dapat dilalui dengan berjalan kaki dari Biara St Chatarina sejauh sekitar 9 kilometer atau dengan menunggang Unta dengan tarif 30 US$ sekali jalan, seperti yang dilakukan rombongan peziarah asal Indonesia pimpinan Arijanto dan Romo Pamungkas, Pr serta Romo Cornel, Pr beberapa waktu lalu. 

Pendakian ke Puncak Gunung Sinai dilakukan pada dini hari agar terhindar dari panas terik padang gurun dan juga ketika tiba di puncak gunung dapat menyaksikan matahari terbit serta menikmati panorama pegunungan yang indah di pagi hari. 

Untuk melakukan pendakian dini hari tentu harus melengkapi diri dengan pakaian dingin, seperti jaket, sarung tangan, penutup kepala, minuman dan makanan ringan. Dalam perjalanan dari bawah hingga puncak gunung dengan menunggang Unta di malam hari harus ekstra waspada menjaga keseimbangan dengan berpegangan pada tempat duduk di punggung Unta karena melewati jalan setapak yang tidak mulus penuh bebatuan serta jurang yang cukup dalam di sisi kiri atau kanan

Pemandangan pada malam hari ketika rombongan menuju puncak gunung diterangi cahaya bulan yang sedang bersinar penuh sehingga membuat pemandangan sekitar gunung terlihat sangat luar biasa sehingga perjalanan sekitar 8 kilometer hingga pemberhentian terakhir dengan Unta menjadi tidak terasa. 

Dari perhentian terakhir, rombongan peziarah melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menyusuri tangga batu alami yang terjal sehingga dibutuhkan ekstra tenaga disertai pengaturan nafas agar dapat menapakai bebatuan dengan cadas yang tajam menuju puncak Gunung Sinai.

Rasa letih ketika mendaki sekitar 750 anak tangga Gunung Sinai menjadi sirna ketika rombongan berhasil tiba di puncak gunung tempat Nabi Musa mendapatkan wahyu dari Allah. Ucapan syukur terucap dari seluruh peziarah ketika melihat kebesaran Tuhan atas karyanya dengan sinar matahari yang menerangi bukit-bukit disekitar Gunung Sinai. Diantara para peziarah ada yang menitikkan air mata bahagia ketika Romo Pamungkas memimpin doa bersama.

“Sungguh ini adalah anugerah yang luar biasa dapat mencapai puncak Gunung Sinai,” ungkap Adi Satyawan dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini. Hal yang sama juga disampaikan Hadi Oyon Karyono yang telah dua kali mendaki Gunung Sinai. Di puncak Gunung Sinai ada hal yang unik dan mengagumkan dimana dua bangunan ibadah didirikan berdampingan di tempat yang suci ini, yakni Kapel Koptik atau gereja kecil dengan lukisan Nabi Musa serta Musala dengan Alquran di dalamnya.

Kisah Nabi Musa yang merupakan nabi bangsa Israel terdapat dalam Alkitab Ibrani dan Alkitab Perjanjian Lama agama Kristen serta di Alquran, dimana Musa ditugaskan untuk membawa Bani Israil (Israel) keluar dari Mesir. Namanya disebutkan sebanyak 873 kali dalam 803 ayat dalam 31 buku di Alkitab Terjemahan Baru dan 136 kali di Al-Quran.

Musa adalah anak Amram bin Kehat bin Lewi, anak Yakub bin Ishak. Ia diangkat menjadi nabi sekitar tahun 1450 SM. Ia memiliki 2 orang anak (Gersom dan Eliezer) dari istrinya, Zipora. Ia wafat di Tanah Tih (Gunung Nebo) sekitar sebulan sebelum bangsa Israel memasuki tanah Kanaan setelah 40 tahun mengembara di padang gurun sesudah keluar dari Mesir.

Musa adalah seseorang yang diutus oleh Allah untuk pergi membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, dan menuntun mereka pada tanah perjanjian yang dijanjikan Allah kepada Abraham, yaitu tanah Kanaan.
Musa harus melewati berbagai macam rintangan sebelum akhirnya benar-benar menerima mandat sebagai orang yang diutus oleh Allah untuk membebaskan bangsa Israel, misalnya ketika dia hampir dibunuh ketika masih bayi, dikejar-kejar oleh prajurit Firaun, sampai harus menjalani hidup sebagai gembala di tanah Midian selama 40 tahun. Itu semua diijinkan Tuhan untuk membentuk karakternya, sampai akhirnya Malaikat Tuhanmenampakkan diri kepadanya dalam peristiwa semak duri yang menyala, tetapi tidak dimakan api

Ketika Musa sudah menerima mandat untuk membebaskan bangsa Israel, kuasa Tuhan mulai menyertai Musa, ditandai dengan adanya mujizat-mujizat yang diadakan oleh Tuhan melalui Musa, baik ketika masa pembebasan Israel dengan tulah-tulah, maupun ketika masa perjalanan bangsa Israel ke Kanaan.

Pada akhirnya, Musa tidak sampai memimpin bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, oleh karena kesalahan perkataan Musa di Mara yang disebabkan oleh betapa pahit hati Musa menghadapi orang Israel. Musa hanya mengantarkan orang Israel sampai ke tepi timur sungai Yordan, sebelum menyeberang ke tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan tersebut. Musa akhirnya digantikan oleh abdinya yang setia yaitu Yosua bin Nun, yang akhirnya berhasil memimpin bangsa Israel masuk dan menduduki tanah Kanaan. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Slideshow

patainanews.com Gandeng Metranet Kembangkan Bisnis Digital Media

Poernomo Siswoprasetijo Media online yang berkaitan dengan pariwisata dan investasi, patainanews.com menggandeng Metranet anak usaha PT Telkom dalam mengembangkan bisinis digital advertising. Adapun penandatanganan kerja sama bisnis ini telah dilakukan

Tourism

Pariwisata Riau Bisa Garap Wisatawan Melayu

Launching Calender of Event (CoE) 2018 Provinsi Riau di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya mendorong Pemerintah Provinsi Riau untuk menggarap

Tour Package

PATA Travel Mart 2016 Ikut Promosikan Venue ICE

Press Conference PATA Travel Mart 2016 di Kementerian Pariwisata (Ist) Indonesia yang dipercaya sebagai tuan rumah PATA Travel Mart (PTM) 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten

Cuisine

Promosi Pariwisata Indonesia tak Pernah Berhenti

Wonderful Indonesia (Ist) Kementerian Pariwisata tak pernah berhenti mempromosikan pariwisata Indonesia hingga ke mancanegara. Dan, kini mulai terlihat hasilnya dengan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, termasuk turis asal Tiongkok ke

Cuisine

Influencer Arab Saudi dan Jurnalis Mesir Famtrip ke Malang

Kegiatan famtrip asal Arab Saudi dan jurnalis Mesir ikut famtrip ke Malang-Bali dan Lombok-Bali (Ist) Kementerian Pariwisata mengajak para travel agent asal Arab Saudi dan jurnalis dari Mesir untuk mengikuti

Destinations

Danau Toba Punya Atraksi Baru The Kaldera Toba Nomadic Escape

The Kaldera Toba Nomadic Escape (Ist) Destinasi wisata Danau Toba di Sumatera Utara (Sumut) sebagai salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas di Indonesia mengembangkan amenitas dan atraksi baru untuk