Museum Direvitalisasi untuk Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Pemenang lomba dan Komunitas Luar Kotak (Ist)

Seiring semakin gencar promosi pariwisata Indonesia, termasuk melalui media sosial memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) ke museum yang dinilai mulai merangkak naik.

Adapun kenaikan ini didorong banyaknya generasi milenial mendatangi museum, dan mengabadikan kemudian meng-upload foto ke media sosial (medsos) agar museum semakin dicintai dikunjungi sekaligus menjadi daya tarik wisata, pemerintah melalui Direktorat Jenderah Kebudayaan Kemendikbud mulai 2019 mendatang akan melakukan revitalisasi museum.

“Ada 111 museum pemerintah yang direvitalisasi tahun 2019 dengan anggaran hingga Rp1 miliar per museum. Anggaran ini melalui DAK (dana alokasi khusus), yang dialokasikan kepada daerah untuk tujuan khusus atau prioritas,” papar Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilman Farid usai membuka seminar cagar budaya digelar Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) di Jakarta, Sabtu (20/10/2018).

Revitalisasi museum ini, lanjut Hilmar, memiliki nilai strategis dalam menunjang pariwisata yang kini mulai digencarkan Presiden Jokowi. Revitalisasi juga untuk mempercantik museum sebagai upaya melestarikan cagar budaya mengingat anggapan selama ini museum di Indonesia kurang kreatif, tidak menarik, dan monoton hingga saat ini.

Diakui, dari 435 museum pelat merah di penjuru Nusantara, ada bebarapa museum paling banyak dikunjungi wisatawan seperti Museum Nasional di Jakarta, juga Museum Benteng Vredeburg di Yogyakarta yang dikunjungi 455.000 wisatawan pertahun. Sementara museum lainnya masih dibawah itu, namun dari sisi presentasi mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Revitalisasi museum, sambung dia, bukan hanya untuk fisik museum, tetapi juga program museum. mengingat selama ini, museum bisa dikatakan kurang kreatif dalam menarik pengunjung. Dari dulu hingga sekarang susunan dan program museum belum berkembang. Juga harga tiket masuk ke museum sangat murah, bahkan masih ada harganya Rp2000 per orang.

“Ini kan menyedihkan, dengan revitalisasi nanti diharapkan ada perubahan di museum kita. Mulai penyajian, programnya, ada atraksi wisata hingga harga tiket bisa dinaikkan. Terus terang saya iri dengan museum di luar negeri, yang banyak pengunjungnya, enak ditonton dan daya tariknya sangat kuat. Karenanya dengan revitalisasi ini bisa merubah museum kita lebih baik lagi,” harapnya.

Selain itu dengan adanya dana untuk revitalisasi, pengelola museum bisa berinovasi dalam pengelolaannya. “Kami juga mengusulkan museum dijadikan Badan Layanan Umum (BLU). Dengan dijadikan BLU, museum memiliki otonomi dalam pengelolaannya. Ini sedang disiapkan. Kami sedang menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan,” urai Hilmar.

Dengan menjadi BLU, pengelolaan keuangan museum dapat menerapkan tarif yang dapat digunakan untuk pengembangan pelayanan kepada pengunjung. Selain itu, museum akan menjadi lebih terbuka seperti rumah sakit yang dapat merekrut dokter ahli tanpa menunggu perekrutan dalam skema calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Sementara Ketua Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Wiwin Djuwita Ramelan mengutarakan, selama ini masih ditemukan pelestarian cagar budaya berbentuk bangunan keseharian. Bangunan tersebut masih digunakan yang sesuai fungsi asalnya maupun dimanfaatkan untuk fungsi lain memiliki permasalahan sangat kompleks. Ia mencontohkan dalam bangunan perkantoran.

“Pada satu sisi, pemilik atau pengelola memperlakukan bangunan kantor sebagai aset yang fisiknya harus selalu mengikuti kebutuhan bisnis . Di sisi lain pemerintah memperlakukan bangunan tersebut sebagai aset budaya yang harus dijaga keotentikannya,“ ungkap Wiwin.

Dengan kata lait, Wiwin melanjutkan, peninggalan budaya itu harus dijaga nilai-nilai pentingnya seperti tercermin dari fisik atau arsitekturnya. Perbedaan sudut pandang ini seringkali menimbulkan konflik antara pemilik atau pengguna atau pengelola dengan pemerintah. “Haruskah kita terus menerus berseberangan tanpa kompromi?” ujar Wiwin.

Wiwin berpendapat Undang Undang No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya (UU-CB) seharusnya dapat menjembatani permasalahan tersebut. Ia mencontohkan Pasal 1 menyebutkan bahwa adaptasi adalah upaya pengembangan cagar budaya untuk kegiatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masa kini.

Caranya, dengan melakukan perubahan terbatas yang tidak akan mengakibatkan kemerosotan nilai pentingnya atau kerusakan pada bagian yang mempunyai nilai penting. Dalam kaitan itu, dibutuhkan peraturan pemerintah dan peraturan yang sifatnya lebih teknis, berupa peraturan menteri. “Kita harus sabar menunggu peraturan pemerintah atau peraturan menteri tentang pelestarian cagar budaya agar terjadi harmonisasi,” tambahnya. (Gabriel Bobby/bisniswisata.co.id)

About author



You might also like

Slideshow

Perpaduan Rasa Nasi Goreng Buntut Hotel Santika Premiere ICE BSD City

Nasi Goreng Buntut (Ist) Nasi goreng telah menjadi salah satu masakan tradisional Indonesia yang cukup digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Olahan kuliner dengan bahan dasar nasi putih ini tersedia hampir

Slideshow

Bengkulu Promosi Pariwisata

Launching Calendar of Events Pariwisata Bengkulu 2018 (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melakukan launching Calendar of Events Pariwisata Bengkulu 2018 di Balairung Soesilo

Destinations

Signing Blue WWF

Suasana MoU Signing Blue yang dihadiri President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo  Penandatanganan nota kesepahaman Signing Blue yang digagas oleh WWF ternyata tidak hanya di Indonesia sebab juga dilakukan di

Festival

KA Pariwisata Apresiasi PHRI Dukung Visit Wonderful Indonesia 2018

Presiden Direktur PT KA Pariwisata Totok Suryono (kedua dari kanan) (Ist) Manajemen PT Kereta Api (KA) Pariwisata menyampaikan apresiasi PHRI yang mendukung Visit Wonderful Indonesia 2018. Hal tersebut dikatakan Presiden

Slideshow

Garuda Indonesia Pastikan Siap Sambut Peak Season Idul Fitri 1439 H

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury (berdiri) tengah menjelaskan mengenai kesiapan Garuda Indonesia Group kepada wartawan Maskapai nasional Garuda Indonesia bersama seluruh stakeholder layanan bandar udara Bandara Internasional Soekarno

Indonesiaku

Kukar Capai Nilai Tertinggi LAKIP 2016 Se-Kaltim

Bupati Kukar Rita Widyasari menerima penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dalam hal Laporan Akutanbilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2016 dengan skor 66,10 lebih tinggi