Museum Lesung di Festival Pesona Bahari

festival tanjung lesung 2016 bahari

Festival Pesona Bahari Tanjung Lesung (Ist)

Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, Banten bakal menggelar Pesona Bahari Tanjung Lesung pada 18 hingga 20 November 2016. Pastikan traveler berkunjung ke ujung barat Pulau Jawa yang bisa ditempuh dari Jakarta dengan tol menuju Serang lalu melewati Krakatau Steel menyusuri Anyer, Carita hingga tiba di satu diantara 10 Bali Baru yang sedang dikembangkan Kemenpar di bawah kepemimpinan Menteri Pariwisata Arief Yahya itu.

”Ini merupakan kegiatan untuk pariwisata Indonesia. Kolaborasi event Pemprov Banten, dan Pemkab Pandeglang dengan bingkai edukasi entertainment bahari. Silakan datang ke acara kami, ada banyak hal unik yang ditawarkan di destinasi Tanjung Lesung ini,” ujar panitia pelaksana Basith Joma dalam jejaring sosial, facebook Kementerian Pariwisata yang dilihat patainanews.com, Kamis (27/10/2016).

Lebih lanjut pria yang biasa disapa Ki Sunda itu mengatakan, acara ini terdiri dari banyak rangkaian yang satu per satu terlihat unik.

Mulai dari Photography Contest, Modern Jukung dan Joy Sailing, Launching Batik Cikadu dan Wonderful Banten, Seminar SDM Pariwisata, Kemah Wisata Pramuka dan Festival Bebegig, Festival Kuliner dan Handicraft.

”Juga ada rangkaian acara Business Forum. Dengan target pengunjung tamu lokal dan mancanegara, dan kami sangat berharap dampaknya bisa menumbuhkan investor di Tanjung Lesung,” beber pria asli Banten itu.

Ki Sunda melanjutkan, Festival Tanjung Lesung akan menampilkan lomba perahu jukung, jukung hias, dan lomba tarik tambang antarjukung.

Selain itu, di Festival Tanjung Lesung direncanakan juga turut diramaikan oleh perahu-perahu layar yang tergabung di Sail Regata. Kegiatannya dipastikan akan merembet ke daerah Citereup (Panimbang), Cipanon (Panimbang), Cikadu (Tanjung Lesung).

”Pusatnya tetap dilaksanakan di Tanjung Lesung agar wisatawan semua datang. Saat pembukaan akan kami suguhkan musik khas dan tarian daerah yang khas. Banten itu tidak kalah dengan daerah lain,” katanya.

Selain akan diadakannya berbagai kegiatan Bahari, imbuh Ki Sunda, untuk pertama kalinya juga akan dibuka Museum Lesung yang ada di Indonesia, bahkan di dunia.

”Lesung itu tempat untuk menumbuk padi, jadi kami akan kumpulkan di sebuah museum dan ini adalah pertama kalinya di dunia, silakan bagi yang punya Lesung bisa dititipkan ke Museum kami berikan sertifikat dari pemerintah atas kepemilikan Lesung,” ujar Ki Sunda.

Filosofinya juga menarik. Kata Ki Sunda, zaman dahulu jika masyarakat sedang menumbuk padi dengan Lesung, tetangga-tetangga berdatangan dan langsung bersilaturahmi menyambangi satu sama lain.

”Hal itu juga tentu sebagai dasar promosi pariwisata, dengan adanya museum, maka silakan datang ke kami atau ke Tanjung Lesung,” ujar pria asli Banten itu.

Ki Sunda memaparkan lagi, peserta Festival Tanjung Lesung berasal dari luar peserta dan masyarakat Banten sendiri. Masyarakat Banten akan menampilkan kapal-kapal yang biasa digunakan dalam kegiatan sehari-hari untuk melaut.

“Masyarakat Banten kan punya kapal untuk aktivitas nelayan. Untuk hal ini kita angkat ke dalam satu festival, yang tentu kearifan lokal yang menjadi branding, karena kalau diartikan lebih dalam, Banten itu kaya akan kearifan lokal dan menarik. Dipelajari, dinikmati alamnya, jadi potensi pariwisata. Bali juga bisa kalah,” katanya dengan logat Sunda yang khas.

Tak hanya itu, Festival Tanjung Lesung akan juga diisi oleh launching batik khas Banten, yakni Batik Cipadu. Menurut Ki Sunda, semua kegiatan adalah kerja sama dari Pemerintah Banten, Kabupaten Pandeglang, PT Banten West Java, dan didukung oleh Kementerian Pariwisata.

Festival Tanjung Lesung tahun lalu diselenggarakan pada 30-31 Oktober 2015. Tahun lalu, penyelenggara menampilkan perlombaan baru di dunia, yakni ‘Bagan Race’ atau balap perahu menyusuri pantai di kawasan Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang.

Dalam Festival Tanjung Lesung 2015, selain ‘Bagan Race’ ada beberapa kegiatan lain disajikan untuk menarik wisatawan yang hadir di acara diantaranya, Parade Nelayan dan Festival Budaya, Parade Sepeda Hias, Pameran Produk UMKM, serta pertunjukan film hasil kreasi para sineas muda Banten dari Kremov Pictures, yakni film ‘Jawara Kidul’ dan ‘Perempuan Lesung’. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Culture

Batik Membuat Warga Dunia Jatuh Hati pada Indonesia

Koleksi batik milik Lindy Ann (Ist) Batik selama ini dikenal sebagai wastra tradisional asli Nusantara. Dan, kesadaran mengenakan batik semakin menguat sejak 2009 silam batik telah secara resmi diakui UNESCO

World Heritage

Roadshow Pariwisata Indonesia di Perancis

Promosi pariwisata Indonesia di Perancis (Ist) Promosi Indonesia di Perancis tidak berhenti dan bahkan semakin gencar. Untuk meningkatkan wisatawan Perancis ke Indonesia di tahun ini, VITO akan menyelenggarakan Roadshow keempat

Slideshow

Jamkrindo Dukung Sumbar Jadi Destinasi Wisata

BUMN hadir untuk negeri (Ist) Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia berperan aktif dalam mendukung pencanangan Sumatera Barat sebagai destinasi pariwisata dan pagelaran akbar peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018

Slideshow

Sekjen UNWTO Dukung RI Capai Target 20 Juta Wisman

Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Duta Besar RI di Madrid Yuli Mumpuni memenuhi Undangan HE Dr Taleb Rifai, Sekjen UNWTO di Madrid, Spanyol (Ist)  Sinyal yang dilempar Presiden Joko Widodo

Destinations

Ke Tanah Bumbu, Nikmati Wisata Bahari di Pantai Angsana

Wisatawan bisa snorkeling di Karang Anjir (Ist) Lupakan kemacetan panjang, lupakan lelah. Itu tidak berlaku bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi wisata bahari Pantai Angsana di Tanah Bumbu, Kalimantan

Nature

Diskon Khusus 20% Ikut PATA Travel Mart 2016

PATA Travel Mart 2016 (Ist) Dapatkan diskon khusus 20% bagi pelaku bisnis pariwisata Indonesia untuk mengikuti PATA Travel Mart 2016 hingga Jumat, 22 Juli 2016. Penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016