Nancy Margried Wakil RI dalam Asia 21 Young Leaders Class 2015

Asia212015Class_carousel

CEO Batik Fractal Nancy Margried menjadi wakil Indonesia dalam Asia 21 Young Leaders Class 2015 (Ist)

Sosok satu ini mampu mendulang prestasi yang membanggakan Indonesia dalam pentas dunia. Ikut melestarikan wastra tradisional kebanggaan negeri ini, batik, chief executive officer (CEO) Batik Fractal Nancy Magried yang tergolong masih muda ini diketahui terpilih sebagai wakil Indonesia dalam Asia 21 Young Leaders Class 2015 bersama pemimpin muda berprestasi lainnya dari 22 negara.

“Sungguh bangga terpilih sebagai salah satu Asia 21 Young Leaders Class 2015 bersama pemimpin-pemimpin muda berprestasi dari 22 negara yang bekerja keras membentuk masa depan Asia Pacifik. Saya akan mewakili Indonesia dalam jaringan global ini dan berharap meneruskan karya saya, Batik Fractal dan membawa kehebatan Indonesia di panggung internasional. Terima kasih untuk segala dukungannya, teman-teman. Untuk Indonesia yang lebih baik,” tulis perempuan yang akrab disapa Nancy ini di media sosial, facebook pada Senin (30/11/2015).

Sebelumnya Batik Fractal yang menjadi wakil Indonesia di Brasil menang dalam ISIF Asia Award 2015. Dan, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November, CEO Batik Fractal Nancy Margried, Selasa (10/11/2015) menerima penghargaan untuk Batik Fractal yang menang dalam ISIF Asia Award 2015 untuk kategori the Common Good.

Dalam media sosial, facebook, Nancy, demikian ia biasa disapa, terlihat begitu bangga dengan menulis, “We are bringing batik to the world! Batik Fractal is the winner of ISIF Asia Award 2015 on Code for the Common Good category. Yeaayy Indonesiaa!!!”

Tak salah memang Presiden Jokowi menyempatkan diri untuk mengunjungi booth Batik Fractal ketika melakukan kunjungan kerja ke Bandung Creative City Forum (BCCF) pada Januari lalu lantaran Batik Fractal kini terpilih menjadi pemenang ISIF Award (Information Society Innovation Fund).

“Di tempat kami, Presiden Jokowi melihat produk busana Batik Fractal dan melihat jBatik; piranti lunak yang menghasilkan motif batik dengan menggunakan fraktal. Beliau juga tertarik terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh komunitas ibu-ibu dari Batik Fractal Community,” ucap Nancy ketika dihubungi patainanews,com, Rabu (23/9/2015).

Wastra tradisional warisan negeri ini, khususnya batik semakin diminati masyarakat dunia. Kesadaran mengenakan batik semakin menguat sejak 2009 silam kain khas Indonesia ini telah secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia.

Pengakuan lembaga dunia itu mendorong terus meningkat peminatnya, tak hanya masyarakat di negeri ini melainkan warga dunia.

Anggapan batik hanya dipakai saat acara resmi sepertinya sudah mulai pudar lantaran kini mulai banyak anak muda yang mengenakan batik dalam berbagai kesempatan.

Dan, Batik Fractal terpilih menjadi pemenang ISIF Award (Information Society Innovation Fund). Demikian disampaikan Nancy ketika dihubungi patainanews.com, Selasa (22/9/2015). “Terima kasih atas dukungan semua pihak dalam mewujudkan visi kami untuk menerapkan teknologi dalam kebudayaan tradisional Indonesia,” katanya.

Memanfaatkan Teknologi

Batik selama ini dikenal sebagai warisan wastra Nusantara. Dan, sudah sepatutnya warisan wastra negeri ini terus dilestarikan generasi muda, bahkan tak salah jika ada yang memanfaatkan perkembangan teknologi tanpa mengurangi sedikit pun nilai filosofi yang terkandung didalamnya.

Ya, Batik Fractal memang memanfaatkan teknologi. Menurut CEO Batik Fractal Nancy Margried, Batik Fractal memberikan sentuhan inovasi dalam proses desain batik.

Jadi, lanjutnya, pada intinya Batik Fractal memberikan cara baru dalam mendesain batik, yaitu melalui pemanfaatan teknologi. “Yang menarik dari Batik Fractal bagi para perajin batik adalah bagaimana teknologi dapat membantu pengerjaan batik bagi perajin batik dan meningkatkan kreativitas serta produktivitas mereka,” tuturnya ketika dihubungi patainanews.com, Selasa (4/8/2015)

Sementara, lanjutnya, bagi pengguna batik, Batik Fractal akan menghadirikan kreasi-kreasi modern dengan motif-motif baru yang lebih beragam.

Nancy mengungkapkan bahwa peminat produk Batik Fractal beragam, mulai dari remaja hingga kalangan dewasa. “Pada umumnya peminat Batik Fractal adalah pencinta batik yang menginginkan sentuhan motif modern dalam batik,” katanya.

Diminati Wisatawan Asing

Kelebihan batik selama ini digemari wisatawan asing. Dan, Batik Fractal juga diminati turis asing yang berkunjung ke negeri ini. “Seperti pada sikap wisatawan pada umumnya, mereka tertarik pada batik Indonesia. Namun, khususnya untuk Batik Fractal, mereka tertarik karena adanya sentuhan teknologi dalam karya seni tradisional batik tersebut,” urainya.

Nancy menjelaskan, potensi pasar Batik Fractal sejak 2008 silam sudah menyentuh pasar global. Jadi, Batik Fractal mulai merambah pasar internasional, tak sebatas hanya ada di pasar dalam negeri saja.

“Namun, untuk mempersiapkan infrastruktur hingga bisa memasarkan produk ke pasar global dengan tersistemasi baru berjalan sejak tahun 2014. Kami bersyukur saat ini produk Batik Fractal sudah memasuki pasar ekspor dengan standar internasional,” paparnya. (Gabriel Bobby)

 



About author



You might also like

World Heritage

Belajar Pariwisata dengan Kunjungi Kota Tua

Andi Fadhilah Tenripada Arifin (berjilbab) (Ist) Sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting yang tak bisa dipisahkan untuk mengembangkan beragam potensi wisata di Indonesia hingga ke mancanegara untuk menarik turis

World Heritage

Wisman Suka Wisata Bahari

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) dan Wakil Ketua PHRI NTB LA Hadi Faishal (Ist) Kendati sudah terkenal di dunia, wisata bahari di Lombok, Nusa Tenggara Barat tak melulu Gili Trawangan.

Slideshow

Menyusuri Hutan Meranti di Kotabaru

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo berpose di Wahana Hutan Meranti Kotabaru Pesona wisata di Kotabaru, Kalimantan Selatan ternyata beragam. Tak hanya wisata bahari sebab kabupaten ini juga memiliki wisata

Slideshow

Nihi Sumba Island Terpilih Hotel Terbaik Dunia 2017

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kiri) (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya didampingi Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole dan Managing Partner Nihiwatu James McBride bersama menyampaikan terpilihnya Nihi

Festival

Kabar Baik untuk Pariwisata Pulau Dewata Bandara Ngurah Rai Bali Dibuka

Menteri Pariwisata berdiskusi dengan wisatawan mancanegara di Bali (Ist) Setelah sempat ditutup dampak erupsi Gunung Agung di Bali, Bandara Ngurah Rai Bali dinyatakan dibuka, Jumat sore, 29 November 2017 pukul

Cuisine

Sikka Sambut Mandiri Maumere Jazz Fiesta Flores 2016

Patung Bunda Maria Segala Bangsa di Maumere jadi daya tarik wisatawan (Ist) Jika menyebut nama Maumere, maka konotasi yang muncul di benak kebanyakan orang adalah Papua, padahal ibukota dari Kabupaten