Nihiwatu Membanggakan Pariwisata Indonesia

menteri AY ngomong

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan sambutan pada Press Conference Nihiwatu “#1 Hotel in the World” By Travel + Leisure Magazine’s bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta Pusat, Senin (18/7/2016) (Ist)

Lupakan kemacetan panjang ketika wisatawan memilih berlibur di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Lupakan lelah jika turis sudah menginap di Hotel Nihiwatu.

Ya, pariwisata Indonesia kembali meraih prestasi membanggakan dengan terpilihnya Nihiwatu, Sumba sebagai hotel terbaik dunia lewat ajang ‘World Best Awards’ yang dilansir Majalah Travel + Leisure.

Menariknya Nihiwatu meraih skor tertinggi 98,35, mengalahkan hotel-hotel bertaraf internasional lainnya, seperti The Spectactor di Charleston, South Carolina (97,78) dan Huka Lodge di Taupe, New Zealand (97,65).

Selain Nihiwatu, The St Regis Bali Resort, Nusa Dua, Bali juga memasukan Indonesia ke peringkat 35 hotel terbaik dunia dengan skor 96,22.

Sementara beberapa negara ASEAN lain juga behasil masuk ke-100 list Hotel Terbaik Dunia versi Majalah Travel + Leisure seperti, Thailand dan Vietnam.

Thailand hanya berhasil meraih peringkat 37 untuk 137 Pillars House(96.00), peringkat 66 untuk Four Seasons Resort (95,33), dan peringkat 72 untuk Four Season Tented Camp Golden Triangle 95,17).

Sedangkan Vietnam berhasil meraih peringkat 51 untuk The Nam Hai (95,63). Resor yang terletak di Desa Hobawawi, Wanukaka, Sumba Barat, Nusa Tenggara Barat ini terpilih karena menjadi sebuah destinasi dimana petualangan aktif dan kemewahan mutlak dipadukan dengan serasi bersama dengan unsur-unsur budaya lokal di sebuah lingkungan yang eksotis dan otentik.

“Dilihat dari daftar pemenang, trend pariwisata saat ini menuju ke ecotourism yang melestarikan budaya lokal. Sebetulnya di Indonesia banyak hotel yang menerapkan konsep ini. Saya bangga Nihiwatu menjadi contoh sukses ecotourism yang saat ini kita coba terapkan di Indonesia,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (18/7/2016).

Nihiwatu memiliki vila tiga kamar berbentuk rumah pohon, terletak di atas tebing, menghadap langsung Samudera Hindia. Selain itu, ada lebih dari 33 akomodasi vila dengan kolam renang pribadi serta pemandangan indah ke Pantai Nihi.

Beragam aktivitas bisa dilakukan di resor, mulai dari paket ‘safari spa’ seharian penuh sampai eksplorasi pulau. Wisatawan dapat trekking menuju beberapa air terjun tersembunyi, sawah yang indah, juga desa lokal dan desa seniman.

Ada piknik makan siang komplet dengan jamuan kelapa segar yang baru jatuh dari pohon. Occy’s Left, private beach yang letaknya tidak jauh dari Nihiwatu merupakan surf spot ternama di kalangan peselancar profesional.

Tempat berselancar yang jauh dari hiruk pikuk Canggu, Suluban, dan pantai-pantai mainstream lainnya di Bali. “Penobatan Nihiwatu sebagai Resor Terbaik di dunia menjadi momen yang membanggakan tidak hanya bagi Nihiwatu, tapi juga untuk masyarakat Sumba dan bangsa Indonesia. Kami memperluas pemahaman kami mengenai persepsi umum akan sebuah ‘resor surgawi’, dan kini telah menciptakan sebuah destinasi yang memiliki rekam jejak geografi yang kuat, dengan ruang gerak yang sangat luas, yang memungkinkan para tamu untuk berkelana di keliaran alam Sumba,” tambah James McBride, Managing Partner Nihiwatu.

Pariwisata Indonesia diprediksi terus tumbuh. Ini berarti akan ada lebih banyak orang pergi berlibur dan membutuhkan kamar hotel. Hingga 2019 mendatang, rencananya akan dibangun 120 ribu kamar hotel.

Untuk itu sampai 2019 nanti, total nilai investasi yang dibutuhkan mencapai US$ 7 miliar. Investasi ini meliputi pembangunan berbagai hal yang berkaitan dengan pariwisata.

Selain kamar hotel, ada 15.000 restoran, 1.000 travel agents, 100 taman rekreasi standar internasional, 100 operator diving, 100 marina, 100 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan berbagai fasilitas di bidang pariwisata lainnya. Investasi ini diharapkan berasal dari dalam maupun luar negeri. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Heritage

Selepas Paskah, Jumlah Penumpang Pelabuhan Maumere Melonjak

Suasana penumpang di Pelabuhan Maumere (Ist) Puncak arus balik usai perayaan Hari Raya Paskah terjadi di Pelabuhan L Say, Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (29/3/2016).  Umat Katolik asal Nusa Tenggara

World Heritage

Wonderful Noon Kibarkan Joglosemar

Peserta Wonderful Noon (Ist) Agenda Kementerian Pariwisata yang melibatkan penggiat digital selalu sukses berkibar jadi trending topic nasional. Setelah GenPi Jateng dan GenPi Aceh, Rabu (3/5/2017), giliran blogger, vlogger dan

World Heritage

Wisata Halal Cocok di Indonesia

Wisatawan asing menyatu dengan warga setempat di Gili Trawangan, Lombok (Ist) Lombok yang ada di Nusa Tenggara Barat semakin percaya diri menjadi destinasi wisata halal di Indonesia. Sejak Pulau Seribu

Nature

Kampung Lawas Maspati Cetak Entrepreneur

Turis asing di Kampung Lawas Maspati (Ist)  Kampung Lawas Maspati di Surabaya, Jawa Timur memang pantas dikunjungi Presiden Jokowi sebab kampung wisata di Kota Pahlawan ini ternyata mampu mencetak entrepreneur

Hotel

Menepis Mitos GMT 2016, Sukacita Menyambut Pesta Fenomena Alam Langka

Acara GMT 2016 di Palembang (Ist) Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 adalah fenomena alam yang langka. Indonesia beruntung lantaran pada 9 Maret mendatang, GMT bisa dilihat di 12 provinsi mulai

Hotel

Menteri Pariwisata Pompa Semangat Wisudawan STP Bandung

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Tiga puluh dua menit speech Menteri Pariwisata Arief Yahya di Hall Malabar Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, 21 April 2016 dalam wisuda 674 lulusan sekolah pariwisata