Nikmati Wisata Kuliner Khas Daerah Selama Libur Lebaran

WhatsApp Image 2017-06-20 at 22.18.54

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisara (Forwapar) (Ist)

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menggelar dialog dan silaturahmi dengan wartawan pariwisata yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di acara buka puasa bersama (Bukber) 

Menpar Arief Yahya menjelaskan kembali kunci keberhasilan dalam mengembangkan kepariwisataan nasional pada sinergisitas unsur Pentahelix (Pemerintah, Akademisi, Asosiasi, Komunitas, dan Media) dimana peran media massa sangat strategis dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat,

“Media memiliki peran strategis bagi Kemenpar, sebagai mitra pemerintah dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Pers memberikan kontribusi dalam mendukung proses percepatan pembangunan di Indonesia, khususnya bidang pariwisata. Kemitraan ini hendaknya dapat terjalin dengan baik, sehingga rencana dan proses pembangunan bisa tersosialisasikan secara baik dan objektif kepada masyarakat, tanpa harus meninggalkan fungsi kontrol kalangan pers sesuai etika dan Undang Undang Pers,” kata Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya pada kesempatan itu menjelaskan tiga program prioritas (Top 3 program) Kemenpar yakni; digital tourism, homestay desa wisata, dan aksesibilitas yang dilaksanakan tahun ini dalam upaya mencapai target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini dan 20 juta wisman pada 2019 mendatang.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, saat ini kita berada di era digital. Aktivitas keseharian kita tidak lepas dari digital. Bangun tidur yang dicari pertama handphone sehingga digital lifestyle telah mengubah perilaku para wisatawan (traveler) karena mempunyai keutamaan; mobile, personal, dan interactive.

“Hasil kajian menunjukkan bahwa 70% traveler melakukan search dan sharemenggunakan media digital termasuk dalam me-search dan share informasi atau berita pariwisata terbaru,” kata Menpar Arief Yahya. Sementara itu dalam mengembangkan konektivitas udara, menurut Menpar Arief Yahya, sudah sejak awal menjabat Menpar secara konsisten melakukan kerjasama dan peningkatan seat capacity dengan sejumlah maskapai penerbangan.

Untuk itu telah dilakukan safari pertemuan dengan pimpinan maskapai penerbangan nasional untuk membicarakan keberlanjutan kerja sama yang telah disepakati. “Potensi pariwisata kita sangat luar biasa. Tapi kita lemah di air connectivity. Kuncinya cuma satu, ada di deregulasi. Kalau kinerja buruk hampir bisa dipastikan masalahnya adalah regulasi. Indonesia adalah negara yang terlalu banyak punya regulasi”.

Arief minta agar regulasi-regulasi ini dipermudah lagi agar industri penerbangan bergairah dan pariwisata bisa makin maju. Untuk program homestay desa wisata akan dibangun 100.000 homestay pada 2019 mendatang yang tersebar di seluruh Indonesia, minimal di 10 Bali Baru atau 10 Destinasi Prioritas yang sudah diputuskan Presiden Jokowi, yakni Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara.

Tahun ini ditargetkan dibangun 20 ribu, tahun 2018 ditambah 30 ribu lagi, dan tahun 2019 dibangun 50 ribu. Total 100 ribu. “Homestay itu dikelola secara koorporasi, bukan cara koperasi. Homestay ini dijalankan dengan mesin baru, model bisnis baru, berbasis pada digital yang saya sebut digital sharing economy,” kata Arief Yahya dalam sairan pers yang diterima patainanews.com, Selasa (20/6/2017).

Program homestay desa wisata yang dilaksanakan mulai tahun ini merupakan kontribusi Kemenpar terhadap pendukungan program satu juta rumah terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dibuat Kementerian PUPR.

Memanfaatkan Libur Idul Fitri 1438 H

Pada kesempatan ini Menpar Arief Yahya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan liburan hari raya Idul Fitri 1438 H dengan mengajak keluarga mencari sensasi wisata di daerah. “Sebaiknya, jangan lewatkan 10 destinasi unggulan” ungkap Menpar Arief Yahya seraya menyebut nomor 1 sampai 10 titik yang paling populer di sana.

Libur Lebaran dan anak-anak sekolah Juni-Juli 2016 harus disiapkan. Paling tidak destinasi dan industri pariwisata yang akan bertemu langsung dengan wisatawan baik mancanegara maupun nusantara, sebaiknya direncanakan, agar liburan keluarga menjadi berkualitas.

Kemenpar terus mendorong daerah untuk aktif mempromosikan daerah wisata alam dan kulinernya. Juga menggelar banyak event yang memperkuat pamor masing-masing daerah. Misalkan, kini Aceh bersama Lombok dan Sumatera Barat diposisikan sebagai halal destination dan halal tourism.

Dialog dan silaturahmi dalam acara buka puasa bersama dengan para wartawan pariwisata (Forwarpar) itu diisi dengan tausiah oleh Ustat Fahmi Salim Zubair. Pada kesempatan itu Menpar Arief Yahya pemasangan stiker Wonderful Indonesia di salah satu etalase Bakmi Naga Gading Walk. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Culture

Pangeran Albert II Monaco Puji Wonderful Indonesia

Country branding Wonderful Indonesia (Ist) Pamor Wonderful Indonesia bukan saja nyaring di kota-kota penyelenggara Travel Mart di dunia. Kerajaan kecil dengan penduduk super kaya dan bergaya hidup elegan seperti Monaco

Heritage

Sumsel Kaya Potensi Air Terjun

Air Terjun Temam di LubukLinggau Sumatera Selatan selama ini menyimpan potensi wisata yang menarik minat wisatawan Nusantara dan turis asing. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga,

Hotel

ITF 2016 Tawarkan Destinasi GMT

Ninik Irawan, Executive Director Murni Wisata Tour & Travel (baju merah) (Ist) Fenomena alam langka, gerhana matahari total (GMT) 2016 rupanya menjadi daya tarik tersendiri dalam Indonesia Travel Fair (ITF) 2016.

World Heritage

Motif Batik Lampung yang Menggoda Wisatawan

Motif Batik Lampung (Ist)  Lampung selama ini tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata yang memikat wisatawan sebab Lampung juga memiliki pesona batik yang menggoda traveler. Kain khas tradisional asal Lampung,

Tour Package

Kemenpar Gandeng Basarnas untuk Search and Rescue Wisatawan

Penandatanganan MoU Kemenpar dan Basarnas di Gedung Badan SAR Nasional (Ist) Preventif itu penting, tindakan rescue atau kuratif juga tidak kalah penting. Kemenpar menyadari, semakin banyak wisatawan baik mancanegara maupun

Hotel

Bersama Pasangan, Bulan Madu di Tanjung Lesung

Tanjung Lesung (Ist) Menikmati bulan madu tentunya menjadi momen berharga bagi pasangan pengantin baru. Karenanya tak perlu bingung memilih destinasi wisata untuk menikmati bulan madu bersama pasangan terkasih. Jika biasanya