Nikmatnya Mie Celor 26 Ilir Palembang

mie celor palembang

Mie Celor 26 Ilir Palembang (Ist)

Kuliner khas Palembang, Sumatera Selatan ternyata beragam. Tak hanya sebatas pempek yang sudah begitu terkenal, namun masih ada yang lain, yakni Mie Celor 26 Ilir Palembang.

Berlibur ke Ibukota Sumatera Selatan ini dan menikmati makanan khas berupa pempek dengan segala variannya merupakan hal yang biasa.

Sesekali tak salah jika tengah berkunjung ke Palembang untuk mencoba kuliner favorit khas Palembang lainnya yang tidak kalah nikmat, yaitu mie celor.

patainanews.com pada akhir pekan lalu sempat mencoba. Bukan hanya orang Palembang yang tinggal di Palembang saja yang menggemari mie celor, namun juga orang Palembang di perantauan.

Banyak diantara mereka yang minta dibawakan mie celor jika ada sanak saudaranya yang kebetulan mudik. Bahkan ketika mereka sendiri mudik, kunjungan ke mie celor seolah menjadi kunjungan wajib.

Adapun mie celor adalah hidangan mie yang disajikan hangat dalam campuran kuah santan dan kaldu ebi (udang kering), ditambah taoge dan irisan telur rebus, serta ditaburi irisan seledri, daun bawang dan bawang goreng.

Kenapa disebut dengan nama mie celor? Karena sebelum disajikan, mie dan tauge terlebih dahulu dicelor atau dicelup-celup alias direndam di air mendidih.

Di atas meja ketika dihidangkan, selain porsinya yang terlihat besar, tampilan mie celor terlihat sederhana, tidak berbeda dengan mie rebus.

Tapi begitu mulai memasukkan sendok ke kuah mie celor, sensansinya segera terasa. Di dalam piring terlihat mie seukuran mie spaghetti berwarna kuning dalam genangan kuah kental hangat yang juga berwarna kuning dan diselimuti tauge rebus serta ditaburi potongan bawang merah dan seledri.

Disamping itu terdapat pula potongan telur rebus yang menyelinap di antara buliran mie. Nikmatnya mie celor langsung terasa sejak detik pertama mie dan kuah menempel di ujung lidah.

Kuahnya yang kental dan gurihnya yang berpadu dengan mie membuat lidah tak henti mengecap. Kenikmatan terus berlanjut saat membenamkan sendok ke kuah dan menemukan potongan-potongan otak udang yang terdapat didalamnya.

Potongan-potongan otak udang yang diambil dari udang satang (udang yang berukuran besar) dan dimasak bersama kuah di atas kompor yang tidak terlalu panas langsung memuntahkan aroma udang yang menusuk hidung.

Rupanya dari sinilah asal usul aroma khas mie celor yang membuat pengunjung tidak sabar lagi untuk segera menuntaskannya. Banyak pembeli berasal dari luar kota dan luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

World Heritage

Wisatawan Mancanegara Menghargai Batik

Wisatawan dengan batik (Ist) Batik  adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah  menjadi  bagian dari budaya Indonesia, khususnya Jawa. Dan, merupakan warisan  nenek moyang bangsa Indonesia sejak dahulu

Airlines

Menyelami Jalur Rempah

Logo Hari Pers Nasional (HPN) 2017 Sebagai upaya terus menyebarkan virus positif Wisata Jalur Rempah ke seluruh stakeholder dan masyarakat Maluku, Ambon, Kemenpar pun menggelar Talkshow. Temanya adalah Optimalisasi Target

Airlines

Gairah Karawang Fashion Culture 2018

Press Conference Karawang Fashion Culture 2018 yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang Okih Hermawan (kedua dari kiri) Karawang Fashion Culture 2018 boleh dibilang lahir dari gagasan dan

Heritage

Kunjungan Wisman ke Indonesia Catur Wulan Pertama di Bawah Angka Psikologis

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebutkan bahwa capaian kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari-April 2019 sebesar 5,12 juta atau 1,3 juta perbulan masih di bawah

Airlines

TeKo Nang Jawa

TeKo Nang Jawa (Ist) Duta Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia, H E Mr Kim Chang-Beom bersama dengan Korean Cultural Center Indonesia(KCC), Korea Tourism Organization(KTO), Korea Agro-Fisheries & Food Trade

Cuisine

Korsel Kritik Menteri Pariwisata untuk Majukan Pariwisata Indonesia

Foto bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama delegasi Indonesia, termasuk Presiden Direktur PT Jababeka Tbk Budianto Liman (keempat dari kiri) dengan Minister of Culture, Sports and Tourism of Republic of