Novel Ada Cinta Di Bangku SMA

WhatsApp Image 2018-04-21 at 13.34.07

Novel Ada Cinta Di Bangku SMA di Purwakarta (Ist)

Pagi itu, Senin (16/4/2018) di Hey-Ho Kafe, senyum merekah tertuju lensa kamera, ‘Anak-Anak Muda’ Purwakarta tengah foto bersama sembari memajangkan buku bertuliskan Ada Cinta Di Bangku SMA. Rupanya Fajar Maritim ketika launching novel perdananya.

“Bukan launching ya, kalau disebut launching kedengarannya formal dan ‘wah’ sekali. Ini mah kumpul-kumpul saja, sama teman-teman mahasiswa, anak-anak muda di Purwakarta. Ceritanya kita bangun silaturahmi, sama-sama kenalan ya, sama Novel yang saya karang ini,” ujar Fajar saat berbincang dengan awak media, Sabtu (21/4/2018).

“Kita diskusikan banyak hal, bukan hanya tentang novel ini saja, tapi lebih luas lagi kita bicara soal, membangun tradisi-tradisi menulis, di kalangan anak muda Purwakarta. Alhamdulilah, sambutannya baik, mereka antusias,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Disinggung soal novelnya, Fajar mengurai, jika ‘Ada Cinta Di Bangku SMA’ merupakan novel perdananya yang ditulisnya sejak Juli 2016 silam dan naik cetak pada April 2018 oleh penerbit Kaheman Publishing. “Jadi agak lama memang prosesnya, sekira 22 bulan,” ungkapnya.

Banyak Humornya

Novel ini berkisah tentang pertemanan anak SMA yang mengambil latar tempat di Purwakarta, Jawa Barat tahun 2008 lalu, yang diperankan oleh Tomi, Muit, Saefudin, Gofarudin, Iyep, Nadroh, dan Suci, yang mana mereka semua satu sekolah, dan satu kelas.

Jalan cerita dari novel ini mengisahkan tentang bagaimana malasnya, nakalnya, usilnya, tetang semangat bekawannya, semangat belajarnya. “Ini bukan novel romantis sebagaimana judul ya. Kalau romantis-romantis sedikit ya ada. Tapi jalan cerita dari novel ini banyaknya suputar humor, seputar kelucuan-kelucuan anak sekolah. Banyak pesan-pesan moral pula yang disiratkan,” jelasnya.

Cerita bermula saat Tomi yang mengisi ujian seleksi dengan asal-asalan, secara mengagetkan diterima di salah satu SMA favorit di Purwakarta. Di SMA, Tomi bertemu lagi dengan Muit, mereka sama-sama nakal sejak SMP. Konon Muit bisa diterima di sekolah favorit itu karena mencontek dari Tomi.

Tomi dan Muit, dua anak nakal ini bersama dengan Saefudin, Gofarudin, Iyep, yang juga nakal, sering berulah di sekolah, seperti kesiangan, kabur-kaburan, sering tidak mengerjakan PR, sering meninggalkan piket kelas. Nakalnya mereka kerap bikin ibu guru geram dan menghukum mereka seperti distap di bawah tiang bendara, kemudian dihukum membersihkan toilet.

Nadroh dan Suci, pelajar teladan di sekolah, juga kerap geram dengan kenakalan mereka. Tapi Nadroh dan Suci, pada gilirannya, secara tidak langsung bisa meredam nakalnya Tomi dan Muit. Perlahan mereka diajak ke jalan yang baik dan benar.

“Justru novel ini konfliknya bukan tentang cinta-cintaan. Bukan pula tentang pacar-pacaran. Nggak ada cerita tentang perkelahian, apalagi menampilkan ribut-ributan, nggak ada. Ini cerita murni tentang anak sekolah, yang persoalan terbesarnya adalah pelajaran IPA,” bebernya.

Sigini ‘Uyuhan’

Disinggung soal upayanya menyaingi Pidi Baiq, pengarang Novel Dilan yang terkenal itu, Fajar tegas membantah. “Tidak, pertanyaan ini kalau bisa jangan diulaslah. Tapi jawaban saya begini. Memang ini sama-sama mengisahkan cerita anak SMA, tapi ini sesuatu yang amat berbeda. Tentu saya tidak mau disebut berupaya bersaing sama beliau (Pidi Baiq). Nggaklah, inikan buku perdana saya, ya segini juga udah uyuhan,” pungkasnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Slideshow

2017, Pariwisata Indonesia Incar Turis Tiongkok

Wisman asal Tiongkok di Indonesia (Ist) Wisatawan mancanegara (wisman) dari Tiongkok dan negara-negara sekitar China (Greater China), yakni Taiwan, dan Hongkong tetap menjadi target utama wisatawan mancanegara pada 2017 mendatang.

Heritage

Pendidikan Penting untuk Generasi Penerus Negeri

Claudia Ingkiriwang (tengah) Pariwisata Indonesia maju selaras dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) negeri ini. Ya, tak bisa dipungkiri pendidikan rupanya memegang peran penting untuk meningkatkan kualitas generasi penerus

Travel Operator

Pemprov Sumsel Serius Promosikan Wisata Sungai Musi

Kapal nelayan menyusuri Sungai MusiĀ  Pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) serius mempromosikan destinasi wisata Sungai Musi melalui Festival Sriwijaya yang digelar di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang. “Hal ini karena

Airlines

Sinergi Pelaku Bisnis Pariwisata Indonesia dengan Menteri Pariwisata Majukan Pariwisata Nusantara

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (Ist) President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo memberikan apresiasi terhadap kinerja Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menggembirakan dalam upaya mengembangkan dan mempromosikan pariwisata Indonesia

Travel Operator

Kemenpar Promosi Joglosemar di CFD

Promosi Joglosemar di CFD (Ist) Setelah mempromosikan Danau Toba, Mandalika dan Labuan Bajo, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali mempromosikan salah satu daerah program prioritas pengembangan 10 Bali Baru yakni Joglosemar. Acara

Festival

Batik Lindy Ann Tampil dalam Fashion Show Sahid J Walk

Batik Lindy Ann (Ist) Batik Lindy Ann memastikan tampil dalam pembukaan fashion show Sahid Jogja Walk atau yang biasa disebut Sahid J Walk yang akan digelar di Yogyakarta pada Desember