NTB Kian Dilirik Investor

hadi ntb nih

LA Hadi Faishal (Ist)

Pariwisata semakin menjadi primadona di Nusa Tenggara Barat (NTB). Investor pun semakin tertarik untuk membangun hotel di Lombok.

“Ini di luar dugaan saya. Begitu gencarnya investor membangun fasilitas perhotelan di Lombok. Infrastruktur di sini sekarang sudah memadai. Jalan, jaringan internet dan telepon, ketersediaan air bersih sudah OK. Dan karakter infrastruktur di Lombok saat ini hingga jalan dan gang-gang kecil sudah diaspal,” ujar LA Hadi Faishal, Ketua PHRI NTB ketika dihubungi patainanews.com, Jumat (12/5/2017).

Hotel berjaringan, internasional maupun nasional sudah masuk ke Lombok cukup lama. Diantaranya, grup Accor dengan Novotel, grup Starwood dengan Sheraton, grup Aston Internasional dengan merek Aston Hotel dan Fave Hotel, grup Santika dengan Santika Hotel, dan grup Aman yang mempunyai sebuah resor di Pulau Moyo dan pernah menjadi tempat menginap mendiang Putri Diana dari Inggris. Bahkan grup Aman sedang mempertimbangkan untuk membuka resor baru di Pulau Lombok.

Di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, merek-merek ternama dari jaringan hotel internasional sudah mengkonfirmasi akan membuka propertinya dalam rentang waktu akhir tahun 2017 hingga tahun 2019. Pullman Hotel dari grup Accor sedang dalam tahap konstruksi. Hotel ini akan menjadi pilihan lain selain Novotel terutama bagi anggota loyalis grup Accor.

Selain itu, Club Med juga sudah mengkonfirmasi akan membuka resor ketiganya di Indonesia di dalam kawasan Mandalika, Lombok. Saat ini, jaringan resor all-inclusive asal Perancis ini telah mempunyai dua resor di Bali dan Bintan.

Akan menyusul JW Marriott dan Royal Tulip yang menggantikan Mandalika Resort. Pun telah ada pembicaraan akan ada investor dari Korea Selatan yang berminat untuk membuka fasilitas akomodasi di dalam kawasan Mandalika.

Di luar KEK Mandalika, investor dari Qatar sedang melirik untuk membangun fasilitas turisme halal di Pulau Lombok. Di dalam kawasan Mandalika sendiri telah disiapkan lahan seluas sekitar 300 hektar yang akan diperuntukkan bagi pariwisata halal.

“Jadi, siapa saja investor yang tertarik dan mau berinvestasi di sana, silahkan. Dari Arab Saudi, Dubai, Qatar, Malaysia, silahkan. Siapa cepat dia dapat,” kata Faishal.

Sekarang, sedang digalakkan program membangun 200 homestay di dusun-dusun dan kampung-kampung di sekitar KEK Mandalika. Itu masyarakat yang akan membangunnya sendiri dan diproyeksikan juga menjadi penopang kawasan.

“Kan tidak semua kan orang masuk ke bintang 5,” Hadi menjelaskan. Tingkat okupansi hotel di kawasan resor di Lombok lebih stabil ketimbang tingkat okupansi hotel di kota, Mataram misalnya. Menurut catatan PHRI NTB, tingkat okupansi rata-rata hotel di kota antara 45% hingga 50%.

Sedangkan di kawasan resor tingkat okupansi rata-ratanya di atas 60%. Di Mataram, Hadi menjelaskan, ada tiga tipikal tamu-tamu yang mengisi hotel, yakni untuk urusan bisnis, menghadiri acara-acara pemerintahan, dan liburan.

Yang menginap di kawasan resor itu paling banyak untuk liburan. Adapun rata-rata lama menginap menurun dari 4 hari menjadi 2 hari dalam dua tahun terakhir disebabkan banyak sarana akomodasi penginapan tumbuh di Pulau Lombok dan gili-gili di sekitarnya.

“Tadinya wisatawan berlibur di sini seminggu, ya di satu tempat saja menginapnya. Waktu itu kan hanya kawasan Senggigi yang menopang. Jadi tinggal di Senggigi ya di Senggigi saja. Dia tidak mau ke daerah lain. Nah, sekarang polanya, misalnya, dia ada pertemuan di Mataram dengan pemerintah daerah sini. Kemudian, nanti dia pindah ke kawasan Senggigi, semalam di sana,” kata Hadi.

Di kawasan resor di Lombok sekarang pun cenderung tidak bisa diprediksi kapan low season atau high season. Saat yang biasanya low season turis dari Tiongkok datang ke Pulau Seribu Masjid ini dan mengisi hotel-hotel di kawasan resor.

Jadi, selain wisatawan halal, turis dari Cina juga menjadi target sasaran pariwisata NTB. Rencana berikutnya adalah menggenjot Sumbawa. Sekarang di Pulau Moyo sudah dibangun satu resor lagi oleh investor dari Italia. Di Pulau Sumbawa, kedepannya akan dipromosikan untuk tujuan yachtyang disebut Sakosa, singkatan dari Sanghyang, Komodo, dan Sape.

Dengan telah dibukanya Labuan Bajo sebagai destinasi prioritas, Sape yang berada di ujung timur Pulau Sumbawa dan kota Bima, merupakan kawasan strategis menghubungkan dua destinasi wisata prioritas di Mandalika, NTB dan Komodo di NTT. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Hotel

Garuda Indonesia Gandeng BRI Gelar GOTF 2018

Direktur Konsumer Bank BRI Handayani dan Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah launching GOTF 2018 Garuda Indonesia kembali menggelar Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) yang dilaksanakan pada 23 hingga

Travel Operator

BRI Juara 1 Mitra Co Branding Kemenpar

Berita Foto: Direktur Konsumer PT Bank BRI Handayani berpose bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya dan mitra co branding Kementerian Pariwisata (Kemenpar) lainnya. Adapun PT Bank BRI menjadi juara 1 sebagai

Slideshow

Michelle Victoria Alriani Hadir di Peresmian Bank Kompos Induk Satu Hati

Miss Earth Indonesia 2017 Michelle Victoria Alriani (tengah) menghadiri peresmian Bank Kompos Induk Satu Hati (Ist) Miss Earth Indonesia 2017 Michelle Victoria Alriani menghadiri peresmian Bank Kompos Induk Satu Hati

Slideshow

Kemenpar Promosikan Paket Asian Games 2018 di Natas Travel Fair

Kementerian Pariwisata bersama pelaku bisnis pariwisata berpartisipasi di pameran pariwisata internasional National Association of Travel Agents Singapore (NATAS) Fair di Singapore Expo (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama pelaku bisnis pariwisata

Festival

2019, Indonesia Siap Jadi Nomor Satu Wisata Halal

Wisatawan asing menyatu dengan warga setempat di Gili Trawangan, Lombok (Ist) Tren wisata halal kian nyaring di industri pariwisata dunia. Karenanya Indonesia tak mau kalah dengan negara-negara lain, seperti Thailand,

Tourism

Jokowi Resmikan Perluasan Pelabuhan Sibolga

Presiden Jokowi (Ist) Presiden Jokowi melakukan groundbreaking atau peresmian perluasan dan pembangunan Pelabuhan Sibolga, Sabtu (20/8/2016). Diharapkan, dengan perluasan tersebut, Pelabuhan Sibolga dapat ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi  di Pantai Barat