Pariwisata Banyuwangi Kian Populer

WhatsApp Image 2017-06-16 at 09.52.14

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) dan Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie (Ist)

Pariwisata Banyuwangi bakal semakin ngetop. Akses menuju Kota Gandrung itu, bertambah lebar setelah Nam Air, Group Sriwijaya Air terbang dari Jakarta, mulai Jumat 16 Juni 2017.

“Bagus, Nam Air akan menambah kuat aksesibilitas udara ke Banyuwangi,” sebut Menpar Arief Yahya yang ikut inaugural flight Jakarta-Banyuwangi itu. Menteri Arief Yahya yang pernah dinobatkan sebagai Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu yakin, anak perusahaan Sriwijaya Air itu bakal eksis menggarap pasar Banyuwangi. Sebab, kota itu sudah semakin popular di pentas Pariwisata nasional.

“Terima kasih, Sriwijaya Group bisa membantu menjadi jembatan udara bagi para travelers,” kata Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Jumat (16/6/2017). “Sekali lagi, terima kasih banyak, Nam Air dan Sriwijaya Air. Komitmen grup maskapai ini cukup signifikan, membuka akses baru ke destinasi wisata yang tersebar di tanah air,” kata mantan Dirut PT Telkom ini.

Dalam waktu yang bersamaan dengan peluncuran rute CGK-BWX ini, Sriwijaya dan NAM Air juga membuka 7 rute baru ke Sampit, Pangkalan Bun, Mamuju dari berbagai kota di Jawa. Seperti diketahui, aksesibilitas adalah salah satu kunci sukses pengembangan destinasi pariwisata.

Dan itu sudah terbukti, banyak contoh rute yang membuktikan, seperti rute Jakarta-Silangit, pembukaan charter flight China ke Manado, bahkan Bali bisa berkembang menjadi barometer pariwisata. Banyuwangi saat ini memasuki babak baru dengan masuknya pesawat jet.

Data statistik tahun 2010, bandara Blimbing Sari (BWX) hanya bisa didarati oleh pesawat kecil. Jumlah penumpang per tahun hanya 8000 orang. Namun setelah tahun 2013 Wings Air dan Garuda masuk dengan ATR-72 nya, maka pada tahun 2015 jumlah penumpang naik 13x lipat menjadi 110.000 orang (1.300% dalam waktu 5 tahun).

Itupun hanya dari Surabaya dan Denpasar. Dengan masuknya penerbangan langsung dari Jakarta dengan pesawat Jet, akan menambah seats capacity tujuan Banyuwangi. Daily flight NAM Air rute CGK-BWX ini akan menambah seats capacity sebanyak 40.000 penumpang per tahun.

Itu baru satu airline dari Jakarta, potensi berikutnya bisa dibangun rute dari originasi yang sudah banyak turisnya, seperti Denpasar, Jogja, Makassar ke Banyuwangi. Dipastikan besok jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Banyuwangi akan meningkat dengan pesat.

Ada opportunity besar yang terbuka. Pembukaan rute penerbangan ini disebut-sebut membuka pintu pasar terbesar pariwisata Nusantara. Jakarta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia akan langsung

terkoneksi dengan Banyuwangi. Daya beli tinggi masyarakat Jakarta akan bisa terserap ke Banyuwangi. Mobilitas traveling wisata pun akan makin kencang lantaran Banyuwangi punya banyak spot wisata kelas dunia.

Manfaatnya bahkan tak hanya dirasakan Banyuwangi. Daerah-daerah sekitar Banyuwangi, seperti Situbondo, Bondowoso dan Jember, juga bisa ikut kecipratan rezeki. Semua bakal ikut tertular happy. “Langkah yang diambil Sriwijaya Group sangat tepat. Pariwisata Banyuwangi terus berkembang. Indikatornya bisa dilihat dari jumlah wisatawan yang menanjak dan pembangunan sejumlah hotel berbintang baru,” ucapnya.

Jadwal penerbangan perdananya juga sangat pas. Momennya bertepatan dengan mudik lebaran. “Alternatif moda transportasi untuk mudik jadi bertambah juga,” kata dia.

Selain wisata, dan mudik, dunia usaha di Banyuwangi juga diyakini bakal bergeliat. Realisasi investasi Banyuwangi di peringkat ketiga di Jatim berdasarkan data Badan Penanaman Modal Jawa Timur, bisa ikut terkatrol naik. “Pilihan Sriwijaya melalui NAM Air membuka rute Jakarta-Banyuwangi sudah benar,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menyebut, jumlah kunjungan ke Banyuwangi meningkat dari tahun ke tahun. Sedangkan hampir 70-80 persen rute pengguna jasa penerbangan dari Banyuwangi adalah menuju Jakarta. Karena itulah rute Jakarta-Banyuwangi bisa menjadi potensi pasar yang menjanjikan.

Selama ini, rute ke Banyuwangi baru tersedia dari Surabaya sebanyak tiga kali dalam sehari yang dilayani Garuda Indonesia dan Wings Air.

Jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi sendiri terus melonjak. Pada 2011, jumlah penumpang baru tercatat 7.826 orang per tahun, lalu melonjak hingga 1.339% menjadi 112.661 orang pada pertengahan 2016 dan semoga akan terus meningkat dengan adanya penerbangan langsung dari Jakarta ini.

“Melalui direct flight Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya, tentu pariwisata, dunia usaha, dan mobilitas orang akan semakin cepat untuk menggerakkan perekonomian lokal,” tambah Menpar Arief Yahya.

Menpar menambahkan, pariwisata saat ini dijadikan sebagai sektor prioritas selain infrastruktur, maritim, pangan dan energi. Bahkan, pariwisata dijadikan core economy bagi Republik ini ke depan, karena komoditas yang paling sustainable, paling menyentuh ke level bawah masyarakat dengan share economy, dan performance setiap tahunnya menanjak.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga ikut berterima kasih pada semua pihak. Utamanya Sriwijaya yang telah bekerja keras untuk bisa merealisasikan penerbangan langsung ini. “Ini merupakan kabar baik bagi warga Banyuwangi dan masyarakat luas. Bagi mereka yang ingin menuju Banyuwangi dari Jakarta, atau sebaliknya ‎kini bisa penerbangan langsung tanpa harus transit ke Surabaya terlebih dahulu,” kata Anas.

Bupati Anas optimistis, dengan adanya direct flight Jakarta-Banyuwangi ini, kunjungan wisatatawan akan meningkat tajam. Apalagi, Banyuwangi sudah dimasukkan dalam 10 destinasi pariwisata utama Indonesia yang brandingnya baru saja diluncurkan.

“Hal ini makin melecut semangat kami warga Banyuwangi untuk menciptakan atraksi pariwisata. Kami yakin wisatawan yang datang ke Banyuwangi akan naik. Dan ini menjadi hal bagus bagi perekonomian Banyuwangi,” tukas Bupati Anas. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Slideshow

Mengenal Bunda Maria, Bunda Segala Suku di Indonesia

Maria, Bunda Segala Suku di Indonesia (Ist) Sosok Bunda Maria yang selama ini dikenal di seluruh dunia sebagai Bunda Segala Bangsa ternyata juga bisa diwujudkan di Indonesia sebagai Bunda Segala

Festival

Drink Coffee Wear Batik

Perpaduan kopi dan batik khas Indonesia (Ist) Komoditas kopi di Indonesia kian maju. Untuk mengangkat dan mengenalkan keanekaragaman kopi Nusantara, Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha kecil Menengah (LLP-KUKM) Kemenkop dan

Tourism

Indonesia Raih Transaksi Rp13,4 Miliar di VITM 2018

Indonesia partisipasi dalam VITM 2018 (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama pelaku bisnis pariwisata Indonesia berpartisipasi pada pameran pariwisata Vietnam International Travel Mart (VITM) 2018, berlangsung di Ha Noi International Center

Cuisine

Menanti Presiden Jokowi ke Solo dengan Kereta Wisata

 President Director PT KA Pariwisara Totok Suryono (kedua dari kanan) didampingi direksi lainnya dalam press conference kereta wisata kelas Priority (Ist) Banyak cerita menarik yang bisa didapat ketika wisatawan mengunjungi

Tour Package

Launching Solo Great Sale 2016

Falentina Cotton, Ketua Ikatan Koko Cici Jakarta (kedua dari kiri) berpose bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Launching Solo Great Sale 2016 di Jakarta, Selasa

Heritage

Masyarakat Bali yang Terbuka Disukai Wisman

Peni Cameron (kaus kuning) (Ist) Bali selama ini memang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara (wisman) ketika mereka berkunjung ke Indonesia. Beragam potensi wisata, budaya dan kearifan lokal yang ada di