Pariwisata Bergerak, Ekonomi Nasional Tumbuh

Taman-Laut-Selat-Pantar-Alor-Nusa-Tenggara-Timur

Negeri ini sudah lama dikenal memiliki keanekaragaman hayati dan non hayati terbesar di dunia. Potensi tersebut menjadi alasan mengapa Indonesia diminati wisatawan asing.

Para pelancong dari berbagai negara kagum dengan kemegahan alam, yang dikelilingi pesona laut biru nan indah. Lokasi Indonesia pun tak bisa dipungkiri juga strategis, yakni terletak di garis khatulistiwa.

Dan, dewasa ini dalam menghadapi tantangan globalisasi, peran pembangunan menjadi tolok ukur majunya suatu negara. Sejak awal telah disadari bahwa pariwisata merupakan proses globalisasi yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.

Pemerintah sebagai pelaksana sangat berperan untuk hal satu ini. Untuk menjawab tantangan itu, maka diperlukan perubahan paradigma memandang pariwisata dalam konteks pembangunan nasional.

Jika sebelumnya pariwisata hanya dipandang sebagai alat pendapatan nasional, kini memiliki spektrum yang lebih mendasar dan luas. Adapun pembangunan pariwisata merupakan solusi paling ampuh dalam persaingan pembangunan internasional.

Namun, pembangunan kepariwisataan saat ini membutuhkan konsep baru dalam keberlanjutannya. Pola rencana atau strategi dalam pelaksanaan pembangunan mesti dikemas secara elegan.

Ide dasar pembangunan berkelanjutan terletak pada kelestarian sumber daya alam dan budaya, dimana SDA merupakan kebutuhan untuk kesejahteraan hidup manusia yang tetap terjaga dan terpelihara.

Kemudian diturunkan dalam konsep baru, yakni pariwisata berkelanjutan. Menariknya nasib pariwisata di era pemerintahan Jokowi sepertinya mengalami perbaikan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Presiden Jokowi menomorsatukan pembangunan pariwisata. “Kabar gembira. Sebelumnya seperti dinomorduakan, sekarang sudah tidak lagi. Akan ada leading sector, semua kementerian lain harus mendukung. Kalau dulu, tidak terlalu mendukung,” kata Arief Yahya usai Rapat Kabinet Terbatas di Istana Bogor, Bogor, Senin (16/2/2015).

Pembangunan pariwisata Indonesia lebih memfokuskan dan memposisikan destinasi sesuai potensi alam, budaya dan sumber daya manusia di masing-masing daerah.

Selain manusia dan alam, perhatian terhadap aspek sosial budaya juga mesti menjadi fungsi tujuan dalam memodelkan konsep tersebut. Untuk konteks ini, setiap daerah yang ada di Indonesia harus memiliki kerangka pembangunan kepariwisataan nasional dengan diimbangi dengan perencanaan yang matang dan upaya-upaya peningkatan kompetensi SDM yang berkualitas dunia.

Indikator ekonomi bisa digunakan untuk mengikuti perkembangan kepariwisataan di Indonesia dan dalam upaya mengembangkan kepariwisataan di berbagai daerah, khususnya dalam konteks pengembangan wisata bahari.

Hal yang paling penting dalam pembangunan pariwisata, yakni perhatian terhadap kelestarian ekologi dan bermanfaat bagi masyarakat. Istilah ekowisata merupakan sebutan awam dalam penyatuan dua aspek antara ekologi dan wisata.

Ekowisata sebenarnya merupakan kegiatan yang melibatkan alam, manusia dan sosial budayanya. Relasi terhadap ketiganya yang nantinya akan menghasilkan manfaat ekonomi untuk negara.

Selain menjaga keseimbangan ekologi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perlu juga melestarikan kebudayaan. Kenikmatan alam akan dibarengi pengetahuan terhadap budaya lokal yang ada dalam wilayah tersebut.

Secara langsung aspek-aspek tersebut menunjang keberlangsungan pembangunan pariwisata Indonesia. Perumusan standarisasi ekowisata masih terus dilakukan oleh para pelaku pariwisata.

Karenanya harus diketahui bahwa komersialiasi terhadap alam perlu adanya batasan. Upaya pemerintah untuk menarik wisatawan asing berkunjung melalui budaya-budaya lokal.

Negeri ini selain disebut negara kepulauan juga dikenal memiliki segudang obyek pariwisata, seperti pantai tropis, pegunungan hijau, situs-situs purbakala, seni dan kebudayaan dan lainnya.

Seiring pertumbuhan industri yang pesat, sektor pembangunan pariwisata akan menjadi andalan Indonesia kedepannya. Pemerintah menyatakan bahwa pariwisata akan menjadi sektor yang paling berpengaruh sebagai penghasil devisa negara.

Kekuatan pariwisata sebenarnya terletak pengaruhnya pada perekonomian negara, baik dalam negeri maupun luar negeri. Indonesia telah melakukan promosi terhadap keindahan dan kekayaan Nusantara.

Target Kementerian Pariwisata meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing sebanyak 20 juta hingga tahun 2019. Hal ini tentunya merupakan kabar baik bagi para pengusaha di bidang pariwisata.

Prospektif Pariwisata Nasional

Prospek pariwisata ke depan pun sangat menjanjikan, bahkan sangat besar peluangnya, jika melihat angka perkiraan jumlah wisatawan internasional. Menurut perkiraan WTO yakni 1,046 miliar orang (tahun 2010) dan 1,602 milyar orang (tahun 2020), diantaranya masing-masing 231 juta dan 438 juta orang berada di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Karenanya Indonesia harus menyiapkan diri dalam perencanaan pembangunan pariwisata untuk menjemput peluang tersebut. Promosi, jaringan pemasaran dan sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas sehingga memenuhi standar internasional.

Promosi kepariwisataan Indonesia bukan hanya terletak pada keindahan alam, seperti pantai tropis, pegunungan hijau, namun ilmu dari budaya lokal dan peninggalan sejarah.

Segudang wisata di berbagai daerah di Indonesia pastinya memiliki keunikan dan keunggulan masing-masing. Hal tersebut dapat segera disikapi pemerintah maupun swasta dalam strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Penekanannya disini, yakni budaya dan sejarah adalah power dari pariwisata Indonesia. Dan akan menjadi daya tarik tersendiri untuk para traveler asing. Modal dasar pembangunan tersebut lantaran Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan sebagai tulang punggung perekonomian negara.

Dengan adanya pembangunan wisata tersebut, maka kegiatan ekonomi takkan padam selama SDA yang ada masih kreatif dan inofatif. Kegiatan sektor pariwisata sudah dipastikan akan selalu tumbuh dan berkembang. (berbagai sumber/Gabriel Bobby)

 



About author



You might also like

Destinations

Kembangkan Wisata Kuliner Indonesia, Dapur Solo Gelar Cita Rasa Solo 2015

Ny Swan (Ist) Restoran Dapur Solo Ny Swan kembali menggelar acara tahunan bertema kuliner dan budaya Jawa untuk ketiga kalinya. Tetap dengan nama Gelar Cita Rasa Solo (GCRS), acara ini

Nature

Riau Serius Garap Pariwisata

Festival Bakar Tongkang di Riau (Ist) Riau selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang minyak dan gas (migas) terbesar di Indonesia setelah Kalimantan. Belakangan, migas tidak lagi menjadi primadona

Festival

Turis Timur Tengah Suka Traveling ke Bogor

Festival Pesona Kabupaten Bogor 2017 (Ist) Wisatawan asing dari kawasan Timur Tengah diketahui suka traveling ke sejumlah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal tersebut dikatakan Kepala

Heritage

ICAD 2016 Seven Scenes

grandkemang Jakarta ICAD 2016 (Ist)  Yayasan Design+Art Indonesia berkolaborasi dengan Artura Insanindo, grandkemang Jakarta, Mesa Hotels and Resorts dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar Indonesian Contemporary Art & Design

Slideshow

Jangan Ragu Menghabiskan Libur Lebaran di NTT

Idul Fitri 1436 H akan segera tiba. Dan, tentunya akan ada libur panjang. Kendati tidak ada persiapan khusus menyambut Lebaran tahun ini, traveler yang ingin menghabiskan waktu libur dan memilih

Nature

Akhir Pekan, Berburu Tiket Murah di Astindo Fair 2017

Suasana press conference Astindo Fair 2017 (Ist) Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) memastikan kembali menggelar pameran wisata bertajuk Astindo Fair 2017. Pameran ini diadakan di Jakarta Convention Center