Pariwisata Indonesia akan Berkembang Pesat dengan Mengangkat Cerita yang Ada di Daerah

WhatsApp Image 2017-09-19 at 05.59.20

Presiden Jokowi (Ist)

Presiden Jokowi berharap keraton-keraton yang tersebar di Nusantara terlibat dalam pembangunan karakter bangsa.

“Sehingga kita memiliki manusia-manusia yang berbudi luhur, dan tangguh serta inovatif dan kreatif,” ucap Presiden Jokowi ketika memberikan sambutan pada penutupan Festival Keraton Nusantara ke-11 yang diselenggarakan di Taman Gua Sunyaragi, Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin, 18 September 2017.

Selain itu, Presiden Jokowi mengharapkan agar aset-aset budaya keraton mulai dari naskah-naskah kuno, benda-benda pusaka, karya-karya arsitektur hingga karya-karya seni dijaga dan dirawat dengan baik. “Jangan sampai kita justru datang ke luar negeri untuk mengapresiasi karya-karya adiluhung tersebut. Ini aset budaya yang harus kita lindungi, jaga, rawat, dan kita kembangkan lagi,” katanya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Selasa (19/9/2017).

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa banyak negara yang sektor pariwisatanya berkembang pesat hanya dengan mengangkat kekayaan tradisinya, narasi atau cerita yang menarik tentang daerah itu. “Peninggalan kita jauh lebih bagus tapi kita kurang merawatnya, mengemasnya, antara keraton dan pemerintah sehingga aset-aset keraton Nusantara bisa memberikan kesejahteraan bukan hanya bagi para sultan ttapi juga bagi masyarakat di sekitar keraton dari Sabang sampai Merauke,” ujar Presiden Jokowi.

Di awal sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia adalah negara dengan jejak sejarah peradaban yang besar dan gemilang. “Dulu, kapal-kapal phinisi kita, pelaut-pelaut kita mengarungi laut. Menjelajahi samudera dan, bahkan sampai Benua Australia, sampai Benua Afrika,” ucap Kepala Negara.

Sejarah mencatat, kebesaran Kerajaan Sriwijaya yang berhasil membangun kekuasaan dan kekuatan maritimnya sehingga sangat disegani pada saat itu. Sejarah juga mencatat kebesaran dari Kerajaan Majapahit yang menyatukan Nusantara.

Kebesaran Samudera Pasai, kebesaran Demak, Mataram, kebesaran Maluku, Gerahada dan banyak lagi yang lain. “Semuanya mewariskan kepada kita bukan hanya nilai adiluhung, tetapi juga mewariskan cipta dan karya seni budaya. Naskah-naskah kuno, benda-benda pusaka, dan juga aset-aset budaya lainnya yang tidak ternilai harganya,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, keraton dijadikan sebagai pusat pelestarian budaya. Oleh sebab itu seluruh keluarga besar dan kerabat keraton, berperan penting dalam menjaga tradisi, menjaga nilai-nilai luhur sejarah dan nilai-nilai yang ada di dalam keraton.

“Peran historis ini masih harus kita jaga bersama-sama. Dan untuk memainkan peran tersebut, keraton bersama pemerintah harus bersama-sama menata diri. Menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tetapi tetap memegang nilai-nilai tradisi dan budaya,” ucapnya.

Lebih jauh Presiden Jokowi mengatakan bahwa para sultan, raja, pangeran, permaisuri, warisan peradaban Nusantara bisa menjadi modal budaya untuk menghadapi tantangan bangsa ini, baik saat ini maupun di masa mendatang.

“Kekayaan budaya keraton Nusantara harus kita lihat untuk meraih kemajuan sebagai bekal kita untuk melangkah maju. Sebagai modal penyemangat persaingan global yang semakin sengit,” tuturnya.

Untuk itu Presiden Jokowi berharap Festival Keraton Nusantara ini bukan semata-mata sebagai ajang pariwisata daerah atau mengapresiasi kekayaan keraton se-Nusantara. “Tetapi juga digunakan untuk mengukuhkan kontribusi keraton-keraton Nusantara bagi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Kepala Negara juga menitipkan pesan kepada pada para sultan, raja, pangeran, permaisuri, serta pemangku adat keraton untuk menggalang persatuan, menjaga kerukunan, menjadi perekat kebhinnekaan serta memperkokoh NKRI.

Tampak hadir mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat. Festival Keraton Nusantara digelar di Kota Cirebon mulai 15 hingga 19 September 2017 dan diikuti sultan dan raja se-Nusantara. (Gabriel Bobby0



About author



You might also like

Hotel

d’Praya Lombok Hotel Sigap Layani Tamu Penutupan BIL

LA Hadi Faishal (kiri mengenakan batik) mendampingi Cita Citata di d’Praya Lombok Hotel Manajemen d’Praya Lombok Hotel mengaku tidak terganggu dengan penutupan Bandara Internasional Lombok (BIL) lantaran dampak erupsi Gunung

Cuisine

Selera Kopi Nusantara yang Khas

Kopi Kahayya Kuliner asal Indonesia memang beragam. Dan, itu tersebar mulai dari kawasan timur Indonesia hingga wilayah barat negeri ini. Menariknya cita rasa kopi khas Nusantara menambah kekayaan berbagai potensi

Hotel

Akhir Tahun, Kereta Wisata ke Surabaya

Kereta wisata (Ist) Manajemen PT Kereta Api Pariwisata pada akhir tahun ini merencanakan melengkapi layanan wisata kereta wisata Priority ke destinasi wisata Joglosemar, yakni ke Semarang, Jawa Tengah dan terus

Destinations

Wisata Bahari Andalan Lombok

LA Hadi Faishal (Ist) Upaya pemerintah melalui wisata bahari guna mewujudkan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019 mendatang direspons positif industri pariwisata yang ada di Lombok,

Tour Package

Trinity: The Nekad Traveler Promosikan Pariwisata Lampung

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali mendukung hasil karya anak bangsa. Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu mendorong film berjudul Trinity:

Slideshow

Delegasi Papua Nugini Kunjungi Terminal Teluk Lamong

Delegasi Papua Nugini Kunjungi Terminal Teluk Lamong (Ist) Seolah sama penasarannya dengan negara-negara lain yang pernah berkunjung ke Terminal Teluk Lamong, rombongan dari negara tetangga yang terdiri dari Gubernur Provinsi