Pariwisata Indonesia, Potongan Sorga yang Jatuh ke Bumi

turis dan warga di lombok

Turis asing menyatu dengan warga setempat di Gli Trawangan, Lombok (Ist)

Pariwisata bisa membuat Indonesia menjadi negara maju dan menciptakan masyarakat negeri ini sejahtera. 

Deputi Bidang Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata Ahman Sya menjelaskan hal tersebut dalam Smart Destinations-Future of Tourism di Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Ya, sebagai negeri yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, Indonesia seakan menjadi surga di dunia. Semuanya tersebar di Nusantara, mulai dari kawasan timur Indonesia hingga wilayah barat negeri ini.

Hal ini yang memikat wisatawan domestik maupun turis mancanegara untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dan, pariwisata Indonesia terus dipromosikan. Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan pariwisata Indonesia kian gencar dipromosikan, termasuk melalui cara digital.

Winning the future customers, yakni menggunakan digital untuk memenangkan persaingan di masa depan. “Kita harus sadar, digital itu akan semakin akrab dengan kehidupan orang, dan ke depan akan semakin kuat. Maka kita tidak mungkin, marketing tanpa menggunakan digital,” tuturnya.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mendukung Arief Yahya bahwa promosi penting dalam pariwisata Indonesia.

Suprasetyo menuturkan bahwa promosi menjadi yang utama dalam pariwisata Indonesia. Kendati demikian, lanjutnya, akses, termasuk infrastruktur di bandar udara menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan.

Suprasetyo mengemukakan hal tersebut dalam sambutannya di Astindo Jakarta Travel Fair (AJTF) 2016, Jumat (16/9/2016). Tak salah jika menyebut September bulan yang tepat untuk pameran.

Dimulai Awal bulan ini ada event bursa pariwisata internasional, PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September lalu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, PATA Travel Mart 2016 termasuk yang terbesar kelima di dunia. Adapun PATA Travel Mart 2016 disebut dibawah ITB Berlin, WTM London, ATM Dubai, dan ITB Asia.

Menyusul ASITA Jakarta Travel Mart yang digelar pada Selasa (13/9/2016) hingga Kamis (15/9/2016). Menariknya AJTM memunyai harapan kedepannya kelak bisa menjadi ajang travel mart berskala internasional sekelas ITB Berlin.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Catur Laswanto berharap debut ASITA Jakarta menyelenggarakan Travel Mart bisa diselenggarakan konsisten setiap tahun sehingga tak menutup kemungkinan menjadi bursa wisata tingkat internasional.

Adapun Catur menghadiri jamuan makan malam bersama para Delegasi ASITA Jakarta Travel Mart (AJTM) 2016 mewakili Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal dengan panggilan Ahok mengatakan, Pempov DKI Jakarta mendukung inisiatif ASITA Jakarta karena promosi wisata secara gencar harus dilakukan secara konsisten pula.

“Kota Berlin, Jerman setiap tahun dikunjungi ribuan pelaku industri pariwisata dunia dengan terselenggaranya event bursa wisata terbesar di dunia yang dikenal dengan nama International Tourism Bourse (ITB) Berlin sejak puluhan tahun lalu. Bukan tidak mungkin ATJM kelak menjadi event dunia sekelas ITB Berlin,” kata Catur Laswanto di Jakarta, Selasa (13/9/206).

Catur optimistis liburan sudah menjadi gaya hidup (life style) warga Jakarta. “Kementerian Perhubungan bersama Kementerian Pariwisata sudah saatnya menghadapi libur panjang minimal tiga hari itu dengan menambah jadwal penerbangan karena warga Jakarta yang sehari-hari sudah jenuh dengan kemacetan lebih memilih berlibur dengan pesawat karena dalam satu-dua jam sudah sampai di berbagai daerah di Indonesia ketimbang dengan transportasi darat,” katanya.

Penyelenggaraan ASITA Jakarta Travel Mart (AJTM) yang berlangsung di Jakarta pada 13 hingga 15 September 2016 dinilai sebagai embrio Travel Mart berkelas dunia di Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, AJTM pun menuju Indonesia Travel Mart yang diharapkan bisa terealisasi kurang dari 10 tahun. Bahkan, tak menutup kemungkinan Indonesia Travel Mart akan digelar pada 2019 mendatang lantaran selaras dengan upaya pemerintah merealisasikan target Presiden Jokowi bisa mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia hingga tahun 2019.

Ketua Pelaksana AJTM Riyan Bahriyansyah optimistis Indonesia Travel Mart bisa diselenggarakan pada 2019 mendatang. “Untuk mencapai Indonesia Travel Mart yang merupakan  Travel Mart dengan standar internasional sekelas ITB Berlin, maka perlu ada sinergi seluruh stakeholder pariwisata di Indonesia untuk menyatukan persepsi Indonesia bisa dan mampu menggelar Indonesia Travel Mart di dalam negeri, bukan di negara lain,” katanya kepada patainanews.com di sela-sela Post Tour AJTM ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (15/9/2016).

Riyan menuturkan, seluruh stakeholder pariwisata Indonesia, yakni pemerintah, pemerintah daerah, GIPI, dan berbagai asosiasi pariwisata nasional, yang didukung penuh masyarakat Indonesia bersama mempromosikan dan menjual beragam potensi pariwisata negeri ini ke mancanegara dalam Indonesia Travel Mart.

“Penyelenggaraan Indonesia Travel Mart bisa dilakukan di Jakarta. Dalam Indonesia Travel Mart, dilakukan promosi dan menjual potensi yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia dalam satu Travel Mart berkelas dunia yang berstandar internasional sehingga para buyer dari luar negeri datang langsung ke Indonesia Travel Mart. Dan, dii Indonesia Travel Mart, para buyer dari luar negeri bisa memilih paket destinasi wisata di Nusantara ini yang mereka mau yang ada di 34 provinsi di Indoneasia. Bahkan, para buyer asing juga bisa melihat langsung destinasi wisata yang ada di Indonesia, seperti Bali, Lombok, Raja Ampat, serta 10 destinasi wisata yang disebut 10 Bali baru, contohnya Tanjung Lesung,” paparnya.

Selepas AJTM, ada Astindo Jakarta Travel Fair (AJTF) 2016. Pameran pariwisata AJTF 2016 resmi ditutup. Event yang diselenggarakan selama tiga hari itu berhasil mencapai target.

Ketika dibuka pada 16 September lalu, Ketua DPN Astindo Elly Hutabarat menyampaikan bahwa, event ini menargetkan pembukuan sebesar Rp30 miliar.

Sementara Hasiyanna S Ashadi, Ketua ASITA DKI Jakarta dalam pembukaan AJTF 2016 menyebut Astindo Jakarta adalah sister ASITA Jakarta.

Pengamatan patainanews.com, rupanya ada anggota ASITA Jakarta yang juga menjadi anggota Astindo Jakarta. Tak bisa dipungkiri memang Astindo dan ASITA saling melengkapi dalam industri pariwisata nasional.

Dan, total transaksi telah mencapai Rp61 miliar, melebihi target awal. Yang menarik adalah, jumlah pengunjung AJTF 2016 ini hanya mencapi 35 ribu kunjugan, cukup jauh dari target awal, yaitu 80 ribu kunjungan.

Hal ini dijelaskan oleh Susan Tjahjadi, salah satu pengurus ASTINDO Jakarta. “Untuk jumlah transaksi kita telah melebihi target, khususnya untuk ticketing. Kalau target pengunjung sedikit melenceng mengingat cuaca di Jakarta yang tidak menentu,” tutur Susan, Minggu (16/9/2016).

Ia menambahkan, pencapaian target transaksi yang cukup besar ini juga disebabkan adanya penawaran paket tour Umroh yang sangat menarik.

“Kita sebetulnya telah menyelenggarakan event serupa sebanyak 6 kali. Namun untuk regional Jakarta baru dilaksanakan tahun ini. Dan antusias pengunjung ternyata sangat besar, terutama yang mengincar paket umroh,” ucapnya.

Melihat kesuksesan yang diraih AJTF 2016, pihak Astindo menyatakan akan menjadikan event ini sebagai agenda tahunan mereka.

“Tahun depan akan kami adakan lagi, tentunya dengan persiapan yang sangat matang dan pilihan tour yang lebih bervariasi,” ujarnya. (Gabriel Bobby)

 

 

 

 

About author



You might also like

Nature

Pariwisata Soppeng Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Kalong di langit biru Soppeng bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan berkunjung ke Soppeng (Ist) Pemerintah daerah Soppeng diketahui tengah gencar mengembangkan dan mempromosikan beragam potensi pariwisata yang ada

SightSeeing

Dukung Batik Fractal dalam ISIF Award

Presiden Jokowi ketika mengunjungi booth Batik Fractal di Bandung (Ist) Wastra tradisional khas Indonesia, batik memang semakin banyak diminati warga dunia. Karenanya Batik Fractal yang merupakan karya anak bangsa menjadi

Culture

Agustus, Kemenpar Punya Cara Baru Hitung Wisatawan

Menteri Pariwisata (ketiga dari kiri) (Ist) Selama ini butuh waktu cukup lama, yakni sekitar bulan ke depan jika ingin menghitung kunjungan turis ke Indonesia di bulan ini. Dan, cara ini

World Heritage

Pesona Kampung Batik Semarang di Kota Lama

General Manager Hotel Horison NJ Aditya Maulana (kemeja abu-abu) tengah mendengarkan penjelasan mengenai sejarah kota Semarang di Kampung Batik Semarang di kawasan Kota Lama Semarang (Ist) Pesona Semarang di Jawa

Investments

Sembuhkan Susah Tidur dengan Musik Bersama Maya Hasan

Berita Foto: Kaum urban yang hidip di kota-kota besar, seperti Jakarta sering mengalami insomnia atau susah tidur. Bersama Maya Hasan, pemain harpa profesional Indonesia dengan musik bisa menyembuhkan insomnia bagi

Slideshow

Masterpiece Indonesia untuk Memperkuat NKRI yang Kokoh

Anggota Masterpiece Indonesia (Ist) Minggu malam 18 Juni 2017 mengambil tempat di ‘kedai gaul’ mal Jakarta diketahui berkumpul beberapa orang dari beragam profesi dan jabatan. Semua kompak hadir meski Lebaran