Pariwisata Masa Depan Indonesia, Cocok Jadi Core Business

ay di ice

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut abad ke-21 dan masa depan sebagai era creative industry atau creative economy yang lebih dikenal sebagai ekonomi kreatif.

Pariwisata berada di sana, masuk dalam kategori industri kreatif. “Alvin Toffler sebenarnya sudah memprediksi di akhir gelombang III itu ada era Industri Rekreasi (Hospitality, Recreation, Entertainmen). Kedepan, industri pariwisata yang didukung oleh industri kreatif yang sudah memiliki commercial value, akan menjadi primadona,” ungkap Arief Yahya yang asli Banyuwangi ini.

Ini connect dengan kegelisahan Presiden Jokowi setelah menjalani kunjungan kerja (kunker) dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan ASEAN ke Tiongkok dan Laos belum lama ini.

Presiden Jokowi pada 9 September 2016 mengumpulkan para menteri untuk membahas hasil kunkernya itu. Melalui link ini, Presiden Jokowi ingin Indonesia segera menemukan core economy, atau core business-nya buat negeri ini.

Klik di sini: https://drive.google.com/file/d/0ByJGD3_-p-NwY2dLM3VOWTN4clE/view?usp=drivesdk. Apa keunggulan terkuat Indonesia ketimbang negara-negara lain di dunia?

Industri apa yang bisa bersaing dan memenangi pertarungan di era global saat ini? Industri apa yang harus didukung oleh semua lini dan akan menjadi andalan Indonesia di masa depan?

Dengan memiliki core business itu, konsentrasi Presiden pun tidak terlalu melebar, bisa lebih fokus untuk menggerakkan ekonnomi publik.

Data perolehan devisa Indonesia menurut lapangan usaha, jenis komoditas minyak dan gas bumi cenderung turun drastis. Tahun 2013 menghasilkan USD32,6 M.

Tahun 2014 turun menjadi USD30,3 M Dan tahun 2015 turun lagi drastis menjadi USD18,9 M. Pertama, harga minyak dunia juga terjun bebas, dari USD 100 per barel, menjadi USD 60, turun lagi USD 50, dan terakhir USD 36. “Maka sudah bisa ditebak, penyebabnya adalah harga jual jatuh, dan target lifting sulit dikejar,” ungkap Arief Yahya.

Begitu pun komoditas Batu Bara, atau Coal. Tahun 2013 masih di angka USD 24,5 M, tahun 2014 turun menjadi USD 20,8 M. Tahun 2015, makin drastis, tinggal USD 16,3M saja.

Begitu pun minyak kelapa Sawit, dari USD 15,8 M di tahun 2013, sempat naik di USD 17M, lalu turun lagi di 2015 pada posisi angka USD 15M. “Hanya pariwisata yang naik, dari USD 10M di 2013, lalu naik USD 11M di 2014, dan naik lagi USD 12,6M di 2015. Dan cenderung naik, karena industri pariwisata itu sustainable,” ungkap lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris, dan Doktoral Unpad Bandung itu dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (12/9/2016).

Masih ada komoditas Top 10 lain, yang semuanya turun. Sebut saja karet olahan, pakaian jadi, alat listrik, makanan olahan, tekstil, kertas dan barang dari kertas, kayu olahan dan bahan kimia.

Performance-nya semua sedang lesu dan turun. “Lagi-lagi pariwisata yang paling memberi harapan untuk masa depan negeri ini. Karena itu tidak salah, jika menempatkan pariwisata sebagai core business buat negeri ini,” kata Arief Yahya.

Ia menjelaskan bahwa pariwisata sebagai penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah. Soal PDB, pariwisata menyumbangkan 10% PDB nasional, dengan nominal tertinggi di ASEAN. PDB pariwisata nasional tumbuh 4,8% dengan tren naik sampai 6,9%, jauh lebih tinggi daripada industri agrikultur, manufaktur otomotif dan pertambangan.

Devisa pariwisata US$ 1 Juta, menghasilkan PDB US$ 1,7 Juta atau 170%, tertinggi dibanding industri lainnya. Soal devisa, pariwisata sudah nomor 4 penyumbang devisa nasional, sebesar 9,3% dibandingkan industri lainnya.

Pertumbuhan penerimaan devisa pariwisata tertinggi, yaitu 13%, dibandingkan industri minyak gas bumi, batubara, dan minyak kelapa sawit yang pertumbuhannya negatif.

“Biaya marketing yang diperlukan hanya 2% dari proyeksi devisa yang dihasilkan,” ungkap Arief Yahya. Mengenai tenaga kerja, pariwisata menyumbangkan 9,8 juta lapangan pekerjaan atau 8,4% secara nasional dan menempati urutan ke-4 dari seluruh sektor industri.

Dalam penciptaan lapangan kerja, sektor pariwisata tumbuh 30% dalam waktu 5 tahun. Pariwisata pencipta lapangan kerja termurah yaitu dengan USD 5.000/satu pekerjaaan dibanding rata-rata industri lainnya sebesar USD 100.000/satu pekerjaan.

Tahun 2015, dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia, dua negara terdekat, pertumbuhan turis Indonesia naik lebih besar. Malaysia turun 15,7 persen. Singapura naik 0,9%, asumsikan 1 persen saja.

Indonesia sangat pede dengan 10,3% kenaikan, menjadi 10,4 juta wisman. “Itu menunjukkan, performance kita tidak terlalu buruk, growth dan suasana industrinya, sangat bergairah, sangat agresif dan terus bertumbuh,” ungkap Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Festival

Melihat Lebih Dekat Miniatur Indonesia di TMII

Peserta ASITA Jakarta Travel Mart (AJTM) berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) (Ist) Peserta ASITA Jakarta Travel Mart (AJTM) berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, Kamis

Nature

Gelar Pesona Khazanah Ramadan, NTB Bidik 5 Negara

Launching Pesona Khazanah Ramadan NTB (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya mendukung upaya pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengincar potensi kunjungan wisatawan mancanegara dari tiga negeri jiran ketika menggelar

All About Indonesia

Pelindo III Bantu Penumpang Batal Berangkat

Penumpang KM Selvi Pratiwi (Ist) Dibatalkannya keberangkatan penumpang KM Selvi Pratiwi menuju Masalembo, salah satu pulau di wilayah Madura mendorong PT Pelindo III turut membantu angkutan pelayaran kapal tersebut dengan

Tour Package

Menikmati Layanan Hotel Chanti Semarang yang Ramah

Deluxe Room Hotel Chanti Semarang (Ist) Semarang selama ini disebut sebagai destinasi wisata yang menarik sehingga banyak wisatawan Nusatara dan turis asing tertarik berkunjung ke destinasi wisata yang ada di

Heritage

Pariwisata untuk Perdamaian

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) bersama Wakil Ketua PHRI NTB LA Hadi Faishal (Ist) Pariwisata rupanya selama ini tak sekadar hanya menjadi kepentingan bisnis semata lantaran pariwisata juga bisa membawa

Tourism

ninaflynnphotography.com Gandeng patainanews.com untuk Foto Menarik

Tari Kecak (ninaflynnphotography.com) Keberadaan patainanews.com semakin mendapat perhatian para pembaca. Bahkan, juga sudah ada yang menjadi pembaca setia. Tak hanya itu, mulai ada yang tertarik untuk bekerja sama dengan patainanews.com.