GMT 2016 Dorong Pertumbuhan Wisman

GMT 2016 Dorong Pertumbuhan Wisman

Keindahan alam yang dimiliki negeri ini tersebar merata di Nusantara, terbentang mulai dari kawasan timur hingga barat. Dan, Indonesia sudah lama diakui sebagai negara yang indah, namun masih banyak wisatawan mancanegara yang belum mengetahui sehingga wisman yang datang ke negeri ini terbilang masih sedikit jumlahnya, masih kalah dari negeri jiran, seperti Singapura dan Malaysia.

Kendati demikian, bukan hanya sebatas keindahan alam saja yang bisa dinikmati wisatawan, namun fenomena alam, seperti gerhana matahari bisa membuat turis asing kagum. Bahkan, nanti pada 2016 mendatang akan terjadi gerhana matahari total (GMT) yang bisa dilihat di sejumlah tempat, antara lain di Palembang, Sumatra Selatan, dan Palu, Sulawesi Tengah.

GMT bakal terjadi pada 9 Maret 2016. Meski masih terbilang lama, sekitar satu tahun lagi, Indonesia kini sudah bersiap-siap untuk ‘menjual’ gerhana, menyulap fenomena tersebut menjadi uang dengan menggaet wisatawan ke Tanah Air.

Bagi Indonesia, Gerhana Matahari total 2016 menjadi istimewa. Sejumlah wilayah di dalam negeri menjadi titik terbaik di dunia untuk mengamati gerhana tersebut. Fenomena alam itu pun selalu menjadi magnet bagi publik maupun astronom sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai cara meraup devisa dari pariwisata.

Di Indonesia, fenomena ini takkan terulang dalam 40 tahun ke depan. Poernomo Siswoprasetjo, CEO PATA Indonesia Chapter mengungkapkan, kemungkinan untuk mengembangkan aktivitas wisata terkait gerhana, seperti, pemecahan rekor saat gerhana, jazz route to gerhana, dan kerja sama dengan travel agent.

Adapun PATA Indonesia dan sejumlah pemangku kepentingan akan menggodok lagi paket dan aktivitas yang bisa dikembangkan. Menurut Poernomo, fenomena gerhana 2016 adalah ajang untuk memperkenalkan destinasi wisata di daerah.