PATA Mendukung Turis yang Peduli Kelestarian Lingkungan

WhatsApp Image 2017-05-03 at 18.10.30

Pariwisata kini semakin menarik sebab industri pariwisata semakin berkembang. Kendati demikian pariwisata mengharapkan wisatawan bisa ikut melestarikan lingkungan (Ist)

Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak pelancong yang ingin melangkah ringan. Turis masa kini ingin mengembalikan kepada negara dan komunitas yang mereka kunjungi dan mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.

Tapi apa pilihan bagi calon traveler yang peduli dengan kelestarian lingkungan? Seberapa besar dampak yang dimiliki seseorang? Jawabannya banyak. Ini terjadi karena pariwisata global benar-benar telah menjadi bisnis besar. Menurut Organisasi Pariwisata Dunia, belanja turis membengkak dari hanya US$ 2 miliar pada 1950 silam menigkat pesat US$ 1,2 triliun pada 2015 lalu.

Jumlah wisatawan internasional telah meningkat dari 25 juta perjalanan pada 1950 silam menjadi 1,2 miliar pada 2015 lalu. Bahkan, pariwisata domestik bisa lebih besar lagi. Diperkirakan antara 5 dan 6 miliar orang hanya menghabiskan waktu dengan berlibur di rumah.

Itu artinya dengan kata lain kita semua ini bisa disebut wisatawan. Dikutip dari devex.com, Jumat (7/7/2017), ini adalah kabar baik. Pekerjaan yang tak terhitung jumlahnya telah diciptakan dalam prosesnya, banyak untuk orang miskin.

Ini juga berarti potensi wisata menjadi pelestarian lingkungan sangat masif. Tapi pariwisata pelestarian lingkungan masih hanya merupakan sebagian kecil dari industri global. Adapun pariwisata menghasilkan sekitar 5 persen emisi gas rumah kaca global.

Menurut UN Lingkungan, proporsi itu lebih tinggi 12,5 persen jika faktor, seperti penggunaan energi di hotel dan transportasi makanan dan peralatan mandi disertakan. Angka-angka serius lainnya termasuk penggunaan air. Seorang turis di Eropa akan mengkonsumsi lebih banyak air pada hari libur ketimbang di rumah.

Mereka yang tinggal di hotel mewah menggunakan hampir tiga kali lebih banyak air yang digunakan untuk kolam renang dan lapangan golf. Lalu ada pemborosan limbah di resor atau dari kapal pesiar, penangkapan berlebih di terumbu karang untuk memberi makan pengunjung, hilangnya spesies hewan dan tumbuhan yang terkait dengan pembangunan dan pengoperasian resor, dan dampaknya terhadap budaya masyarakat setempat.

Namun pertumbuhan industri tidak menunjukkan tanda perlambatan. Pada 2020 mendatang, diperkirakan jumlah wisatawan global akan mencapai 1,6 miliar. Untuk mencapai target yang ditetapkan Perjanjian Paris mengenai perubahan iklim dan Sasaran Pembangunan Berkelanjutan, kita memerlukan perubahan dalam pariwisata.

PATA diketahui ikut mendukung wisatawan yang peduli kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Ya, pariwisata dapat memberdayakan masyarakat agar lebih tahan terhadap situasi yang berhubungan dengan iklim. Ini adalah katalis terbaik untuk memperkuat peran konsumen dan pelancong saat mereka mengunjungi sebuah tujuan sehingga dapat memberdayakan peran kota, daerah dan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan mitigasi perubahan iklim.

Pariwisata adalah kekuatan untuk kebaikan yang mampu memecah dinding guna mendekatkan diri pada budaya dan mengingatkan ada satu planet milik bersama yang menakjubkan. (Gabriel Bobby)

 

 





About author



You might also like

Tourism

Batik RI, dari Keraton hingga Rakyat Biasa yang Digemari Warga Dunia

Proses membatik (Ist) 2 Oktober 2009 menjadi bagian yang penting dalam sejarah perjalanan negeri ini. Ya, lembaga dunia, PBB mengakui Batik Indonesia sebagai warisan budaya. Menarik memang mengenal batik Indonesia

Destinations

Istana Peringati Sumpah Pemuda dengan Nusantara Berdendang

Budaya Indonesia (Ist) Istana Kepresidenan Jakarta akan menggelar peringatan 88 Tahun Sumpah Pemuda tahun 2016 dengan pergelaran seni dan budaya ‘Nusantara Berdendang’. Acara ini akan dilaksanakan tepat pada Hari Sumpah

Airlines

Dari Lembata Nusa Tenggara Timur Membangun Potensi Maritim Nusantara

Launching Hari Nusantara 2016 (Ist) Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya meluncurkan Hari Nusantara 2016 di Balairung Soesilo

SightSeeing

Madrim Ikut GCG Business Forum di Qatar

Madrim Kusumah Andhini (paling kanan) (Ist) Pengusaha wanita Indonesia Madrim Kusumah Andhini, yang datang ke Qatar guna mempromosikan produk kopi luwaknya ‘La Crona’ di acara promosi ‘Wonderful Indonesia’ pada 26

Indonesiaku

Aksi Sosial Pelindo III di Kalimantan Tengah

Logo PT Pelindo III (Ist) Berkaitan dengan rangkaian  kegiatan dari Kementerian BUMN hadir untuk negeri, PT Pelindo III merealisasikan program tersebut berupa aksi sosial di Kalimantan Tengah. Beberapa kegiatan diantaranya

Indonesiaku

Pelindo III Bukber dengan Yatim Piatu

Anak yatim yang ikut bukber dengan manajemen PT Pelindo III (Ist) Manajemen BUMN kepelabuhanan, PT Pelabuhan Indonesia III atau Pelindo III mengundang tak kurang dari 100 anak yatim piatu dan