PATA Travel Mart 2016, Turis Tiongkok Semakin Kenal Indonesia

press conference pata travel mart 2016 di kemenpar

Press Conference PATA Travel Mart 2016 di Kementerian Pariwisata (Ist)

Indonesia bakal menjadi fokus perhatian para pelaku industri pariwisata mancanegara dari 60 negara dengan menggelar PATA Travel Mart 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September mendatang.

PATA Travel Mart merupakan bursa pariwisata yang bersifat murni B to B (business to business) yang bentuknya appointment antara buyer dan seller (pre matched appointment) sehingga akan terjadi transaksi penjualan paket perjalanan wisata.

Adapun pelaku industri pariwisata nasional memanfaatkan ajang PATA Travel Mart 2016 untuk menjual paket wisata sehingga bisa meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, terutama dari kawasan Asia Pasifik.

PATA Travel Mart 2016 akan diliput media massa nasional dan internasional sehingga memberikan dampak positif bagi Indonesia (value added) sehingga destinasi Indonesia akan menjadi trending news yang tinggi.

Ya, bursa pariwisata berskala international tak lama lagi bakal terjadi bakal menghebohkan Indonesia, yakni PATA Travel Mart 2016 di ICE pada 7-9 September 2016.

Pameran yang ditunggu-tunggu industri ini tampaknya bakal diserbu banyak buyer kelas kakap. ”Buyer yang sudah menyatakan hadir berdasarkan asal negara adalah Amerika Serikat, Kanada, Argentina, Brasil 10 persen. Negara-negara Eropa 25 persen, Timur Tengah 3 persen, Rusia dan Kazakhstan 8 persen, ASEAN 22 persen, dan yang paling besar Asia Pasifik 32 persen,” ujar Project Manager PTM 2016 Ika Nazaruddin dalam jumpa pers PATA Travel Mart 2016 di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Mengapa Asia Pasifik terbesar? Sebab di dalamnya ada Tiongkok, Negeri Tirai Bambu ini dikenal punya outbound travelers terbesar di dunia.

Tahun 2015 lalu tercatat 120 juta orang Tiongkok yang jalan-jalan ke luar negeri. Selain itu mash ada Hongkong, Macau, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, yang semua menyimpan punya pasar yang besar.

PATA Travel Mart ini termasuk lima besar bursa pariwisata dunia. Jadi, pelaku bisnis pariwisata bakal berkumpul di ICE pada September mendatang.

Ika menjelaskan, pameran pariwisata berskala internasional ini kelihatan berkualitas dari skala, reputasi, pengaruh dalam industri pariwisata dunia. (Gabriel Bobby)

 

 

 

About author



You might also like

Destinations

Libur Lebaran 2017 Menyusuri Destinasi Wisata di Jawa

Afina dan keluarga menikmati libur Lebaran 2017 (Ist) Libur Lebaran 2017 dimanfaatkan Afina Aristiawati Sugiono (23 tahun), seorang karyawan PT Banten West Java (BWJ), pengelola kawasan destinasi wisata Tanjung Lesung,

Culture

Masuk Pasar Dunia Butuh Dukungan Pemerintah

Batik yang merupakan warisan wastra Nusantara memang digemari wisatawan asing dan telah menjadi kebanggaan warga dunia lantaran sudah diterima pasar internasional. Kendati demikian, pemerintah dinilai tetap tak bisa lepas tangan

Tourism

Wonderful Indonesia Eksis di ITB Berlin

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) dan Presiden Direktur PT Banten West Java Poernomo Siswoprasetijo di ITB Berlin (Ist) Wonderful Indonesia kembali tampil di Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin, Jerman. Pameran

Slideshow

Salak Merah Khas Padang Sidempuan

Daging Salak berwarna merah khas Padang Sidempuan (Ist) Tak salah jika menyebut Padang Sidempuan sebagai Kota Salak lantaran tidak sedikit kebun salak di daerah di Sumatera Utara itu. Berkat komoditas

World Heritage

Menteri Pariwisata Ajak Helicity Garap Nomadic Tourism

Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan CEO PT Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak manajemen PT Whitesky Aviation untuk mengembangkan nomadic tourism

Culture

Gandeng Perancis Menguntungkan Pariwisata Indonesia

Wisatawan asing, termasuk dari Perancis suka berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia (Ist)  Joint Working Group (JWG) Indonesia-Perancis merupakan salah satu hasil konkret dari nota kesepahaman (MoU) pariwisata antara