Pelindo III Efisienkan Biaya Pemeriksaan Peti Kemas Impor

Pelindo III_Pemeriksaan Peti Kemas Impor di TPKS

Pemeriksaan peti kemas impor di TPKS (Ist)

Tahap pemeriksaan peti kemas impor di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) yang dikelola Pelindo III di Semarang, Jawa Tengah mulai 18 Maret 2016 lalu pemeriksaan oleh Balai Karantina dilakukan terlebih dahulu sebelum pemeriksaan Bea Cukai.

Hal ini mengikuti Pemberitahuan Pelaksanaan Tindakan Karantina Impor dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang. General Manager Pelindo III TPKS Erry Akbar Panggabean mengatakan bahwa meski ada tambahan dua kali gerakan (pengangkutan) peti kemas karena adanya kebijakan baru tersebut, maka PT Pelindo III hanya mengenakan satu kali biaya pengangkutan.

“Ini sebagai respon Pelindo III atas aspirasi dari para pengguna jasa di TPKS. Sehingga tidak menambah biaya logistik secara keseluruhan,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (4/4/2016).

Biaya pengangkutan ekstra yang ditetapkan pun sangat kompetitif, yakni hanya Rp653.400 per peti kemas ukuran 20 kaki dan Rp924.000 untuk yang berukuran 40 kaki.

Padahal ada dua kali tambahan gerakan peti kemas (pengangkutan). Untuk pemeriksaan karantina peti kemas impor di TPK (Tempat Pemeriksaan Karantina), TPKS perlu melakukan handling peti kemas tersebut dari lapangan penumpukkan impor ke TPK.

Setelah dilakukan pemeriksaan karantina, peti kemas tersebut dilakukan gerakan lagi untuk ditempatkan di lapangan penumpukkan Ex-Behandle.

Erry menjelaskan, setelah dilaksanakan pemeriksaan karantina peti kemas impor, peti kemas tersebut tidak dapat dilakukan penumpukan di TPK karena akan mengganggu kegiatan operasional. Hal ini mengingat per hari ada sekitar 50 unit peti kemas impor yang diperiksa oleh karantina.

Maka untuk menghindari adanya penumpukkan peti kemas di TPK perlu untuk dilakukan pemindahan ke lapangan penumpukkan eks-behandle setelah dilakukan pemeriksaan.

Sementara Manager Operasi dan Komersial TPKS Edy Sulaksono, menghimbau agar seyogyanya pihak Balai Karantina, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), dan importir dapat memberikan informasi awal terkait peti kemas impor yang akan diperiksa karantina sebelum kapal sandar di TPKS.

“Sehingga peti kemas impor tersebut pada saat bongkar dari kapal dapat langsung diarahkan ke TPK di mana outputnya akan menghemat gerakan ekstra dan dapat untuk menekan biaya logistik secara keseluruhan,” ujar Edy. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Nature

Lombok, Wakil Indonesia dalam World Halal Travel Awards 2015

Wisatawan di Lombok (Ist) Indonesia memang diakui sebagai destinasi yang penuh pesona oleh wisatawan asing. Dan, Lombok yang ada di Nusa Tenggara Barat menjadi wakil negeri ini dalam ajang World

Hotel

Sulsel Berpotensi Jadi Destinasi Geopark Kelas Dunia

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Launching Calendar of Event Sulawesi Selaran 2018 (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan bahwa Sulawesi Selatan (Sulsel) mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata

Slideshow

Sari Soentoro Serius Besarkan SR Ethnic

Produk SR Ethnic, kalungnya menggunakan kain Sarita khas Toraja, Sulawesi Selatan (Ist) Sari Soentoro, pemilik SR Ethnic mengaku terus berupaya mengembangkan usaha yang dirintisnya sejak Januari 2017 silam. “Simbol yang

Tourism

PATA Indonesia Dukung Promosi Wisata Kopi

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kiri) tengah berbincang dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Indonesia kaya akan beragam potensi pariwisata, termasuk wisata kuliner yang disukai turis mancanegara. Menariknya negeri

Destinations

Raja Arab Lirik Investasi Pariwisata Mandalika Lombok

Pantai Kuta di kawasan Mandalika Lombok (Ist) Meski tujuan liburan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan rombongan ke Bali pada 4 hingga 9 Maret mendatang, ternyata Raja Salman

SightSeeing

Terbang dengan Helicity itu Menyenangkan

Helicity Bell 505 Terbang dengan Helicity itu menyenangkan. Tak hanya sekadar mendapat pengalaman baru, namun sensasi terbang dengan Helikopter Bell 505 melihat Jakarta dari ketinggian yang bebas dari macet. patainanews.com