Pemerintah Dukung Pengembangan KEK Tanjung Lesung

Pemerintah Dukung Pengembangan KEK Tanjung Lesung

Pengembangan kawasan Tanjung Lesung, Banten, menjadi destinasi wisata besar di negeri ini terus dilakukan. Pemerintah pun tak berdiam diri dengan memberikan dukungan penuh. Karenanya manajemen PT Jababeka Tbk memberikan apresiasi terhadap dukungan penuh yang diberikan pemerintah untuk Tanjung Lesung.

Presiden Direktur PT Jababeka Tbk SD Darmono menjelaskan bahwa keberadaan Tanjung Lesung bisa memberikan kontribusi positif untuk pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar dan warga Banten lantaran Tanjung Lesung letaknya ada di Banten.

“Sejak Tanjung Lesung diresmikan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) Pariwisata oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Februari lalu, maka Tanjung Lesung juga bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya di Marina Batavia, Jakarta, Rabu (8/4/2015).

Darmono menuturkan, alam cantik di Tanjung Lesung tidak kalah dengan destinasi lainnya yang ada di Tanah Air, seperti Bali sehingga ia pun optimistis wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara akan tertarik berkunjung ke Tanjung Lesung.

Senada dengannya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa KEK Tanjung Lesung bisa disebut sebagai sebuah destinasi wisata jika telah memiliki tiga kriteria. “Kawasan ini disebut destinasi wisata karena memiliki tiga hal, yaitu atractiveness, amenitas, serta akses,” ujar AY, sapaan akrab Menpar.

Dia menambahkan, atractiveness yang berhubungan dengan kekayaan alam dan budaya telah dimiliki oleh Tanjung Lesung dengan keindahan pantai serta kebudayaan daerah Banten yang kental.

Sedangkan dengan diresmikannya Marina Tanjung Lesung dapat digolongkan sebagai amenitas di kawasan tersebut. Sementara untuk akses ke Tanjung Lesung yang masih memakan waktu tiga hingga empat jam untuk jarak 180 KM dari Jakarta akan dipercepat melalui pembangunan tol dan pengaktifan kembali rel kereta api.

“Presiden telah menginstruksikan pembangunan tol Serang-Panimbang akan selesai dalam waktu tiga tahun. Selain juga kami meminta Kementerian Perhubungan mengaktifkan lagi rel kereta api,” ucapnya.

Dengan terpenuhinya kriteria tadi diharapkan kunjungan wisatawan yang datang ke Banten juga akan meningkat. “Tahun lalu di Banten wisatawannya hanya 200 ribu orang, itu masih terlalu kecil untuk potensi yang dimiliki Banten. Untuk itu kita targetkan wisatawan bisa mencapai satu juta orang dalam waktu 10 tahun mendatang. Paling tidak 500 ribu orang hingga 2019 nanti,” tutur Menpar. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Tour Package

Launching Buku STP Nusa Dua Bali

Buku Homestay Mozaik Pariwisata Berbasis Kerakyatan (Ist) Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali menyelenggarakan acara Seminar Nasional dan Launching Buku Homestay Mozaik Pariwisata Berbasis Kerakyatan di Nusa Dua, Bali Kamis (17/5/2018)

Airlines

Danau Toba Miliki Toilet Berkelas Bintang Lima

Toilet Bersih Bintang Lima di sekitar kawasan wisata Danau Toba (Ist) Toilet di sekitar destinasi Danau Toba sudah mulai berubah wajah. Pengolahan waste–nya menggunakan biotank yang ramah lingkungan. Kompositnya ditata

Tour Package

Borobudur International Festival 2017 Sedot Perhatian Dunia

Launching BIF 2017 (Ist) Gaung Borobudur International Festival (BIF) 2017 dari Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta semakin mendunia. Tiga negara bakal ikut tampil di Magelang, Jawa Tengah pada

Slideshow

Halimah Munawir Promosikan Batik Betawi Pesisir ke Rusia

Desain batik ini dibuat oleh Halimah Munawir, pengurus IWAPI DPD Provinsi DKI Jakarta yang juga adalah seorang penulis dan novelis (Ist) Pohon Buah Silingkit yang tumbuh di daerah pesisir ini,

SightSeeing

Berkah dari Presiden Jokowi untuk Kereta Wisata

Testimoni Presiden Jokowi (Ist) Presiden Jokowi akhirnya memilih menggunakan kereta wisata untuk perjalanan dari Stasiun Gambir Jakarta menuju Sukabumi, Kamis, 31 Agustus 2017 dan kembali ke Jakarta Jumat , 1

Destinations

Bandara Banyuwangi, Bali, Lombok akan Jadi Tourism Triangle

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) (Ist) Kementerian Pariwisata terus berupaya menggandeng berbagai pihak untuk mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Menariknya manajemen PT Angkasa Pura II telah berkomitmen