Pemerintah Gelar Pelatihan untuk Karyawan Angkasa Pura II Palembang

WhatsApp Image 2017-06-16 at 09.52.14

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) (Ist)

Semangat Indonesia Incoporated untuk membangun pariwisata Indonesia terus dikumandangkan Kementerian Pariwisata. Deputi Bidang Kelembagaan Kemenpar menggelar pelatihan dasar SDM Kepariwisataan yang kali ini lebih dikhususkan untuk para karyawan PT Angkasa Pura II Palembang dan beberapa Frontliner di Fave Hotel Palembang.
 
Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Ahman Sya mengatakan, program bidangnya ini adalah sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM pariwisata Indonesia agar terus digenjot untuk kemajuan pariwisata dan percepatan segala bidang.

Selain itu, pelatihan ini untuk mencetak tenaga profesional guna menunjang pengembangan potensi pariwisata di daerah setempat. Termasuk pengelola Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang yang berada di bawah AP II yang dipimpin oleh CEO Muhammad Awaluddin itu. 


“Dalam dunia pariwisata tidak pernah lepas dari masalah ‘Melayani dan Dilayani’ contoh terkait mengenai petugas bandara, dalam memberikan pelayanan di lingkungan bandara harus ramah dan prima kepada wisatawan yang datang, ini bagian dari ujung tombak juga,” kata Ahman Sya yang didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan SDM Kepariwisataan Wisnu Bawa Tarunajaya di Palembang, Kamis (13/7/2017).

Pria asal Ciamis ini menyebut, pelatihan kali ini diikuti oleh 200 orang peserta Frontliner dari Angkasa Pura II Palembang, hotel, restoran dan destinasi wisata lainnya. Pekerjaan di bandara, lanjut Ahman, harus dilakukan dengan sempurna.

Hal tersebut untuk menghindari masalah yang dapat memberikan kesan yang tidak baik bagi pengguna jasa di bandara SMB II. Bandara sendiri merupakan ujung tombak dan pintu masuk utama bagi pengembangan pariwisata di Sumatera Selatan. 

Menpar Arief Yahya sering menyebut bandara adalah first impression bagi wisman, kesan pertama yang diperoleh ketika masuk ke tanah air melalui bandara. “Soal melayani dan dilayani tersebut jika tidak dikelola dengan baik, maka dapat menimbulkan image yang kurang baik. Untuk memberikan pelayanan yang prima unsur 3 S, senyum sapa salam dapat diimplementasikan sehingga mendapatkan kualitas pelayanan yang baik,” ujar Ahman Sya yang diamini Wisnu.


Tampak hadir dalam pelatihan tersebut, anggota Komisi X DPR Sri Meliyana, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Joko Imam Santosa, dan GM Bandara SMB II Iskandar Hamid.

Sementara anggota Komisi X DPR Sri Meliyana yang hadir sekaligus membuka pelatihan itu menyampaikan pentingnya Frontliner sebagai ujung tombak Pariwisata Nasional. Dikatakannya, sebagai Frontliner diharapkan dapat menampilkan kesan pertama yang baik bagi wisatawan yang datang ke Sumatra Selatan.

“Pelayanan prima akan membangun sektor pariwisata, sehingga tidak lepas dari peran serta industri jasa dan layanan. Operator bandara dan pemberi jasa pelayanan kepada penumpang,harus memberikan pelayanan terbaik. Yang paling mudah ialah dengan menebarkan senyuman kepada pengguna jasa bandara,” ucapnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan ini.


Adapun Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut airport itu 75% gate bagi wisman ke Tanah Air. Kesan pertama tercipta dari pelayanan di bandara. “Inlah mengapa airport itu harus menghitung sisi hospitality, sambutan yang hangat,” kata Arief Yahya.

Kesan pertama yang berpengaruh paling mendalam buat wisatawan yang masuk ke Tanah Air. “Baik buruk wajah depan kita, ditentukan oleh petugas di bandara! Merekalah yang membuat kesan pertama itu bermakna,” kata Menpar Arief Yahya.

Karenannya pria asal Banyuwangi itu sangat perhatian dengan bandara-bandara tempat mendarat kali pertama wisman. Termasuk Angkasa Pura II yang mengoperasikan Bandara di Indonesia Barat, termasuk Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.


“Berbagai karakter wisatawan sering kita jumpai, hal itu wajar terjadi karena perbedaan latar belakang seperti pendidikan, budaya dan adat istiadat, lifestyle atau gaya hidup, tingkat ekonomi pendapatan dan status sosial wisatawan nusantara dan mancanegara yang beragam,” ucapnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Destinations

‘Tak Perlu Ekspose Kemiskinan, Turis Asing ke Indonesia untuk Menikmati Budaya’

Wisatawan asing dan masyarakat setempat menyatu di Gili Trawangan, Lombok (Ist) Wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia untuk menikmati budaya, keaslian alam, dan keramahtamahan masyarakat negeri ini sehingga ketika melakukan

World Heritage

Februari ke Solo, Wisatawan Dimanjakan SGS 2017

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dalam press conference launching SGS 2017 dan Calendar Events Solo 2017 (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Walikota Solo FX

Nature

Menanti Menteri Pariwisata Hadir di Festival Budaya Lembah Baliem ke-27

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Festival Budaya Lembah Baliem di Wamena, Jayawijaya di Papua disebut sebagai festival tertua di bumi Cendrawasih. Hingga tahun lalu penyelenggaraan ke-26, ironisnya belum pernah satu

Slideshow

Kotabaru, Surga Tersembunyi di Kalsel

Terumbu Karang di Samber Gelap Pesona Indonesia memang mengundang decak kagum. Potensi pariwisata negeri ini beragam dan tersebar dari kawasan timur Indonesia hingga ujung barat negeri ini. Dan, daya tarik

World Heritage

Hari Batik Nasional, Batik Fractal Memimpin Votes di ISIF

Nancy Margried (Ist) Hari Batik Nasional sepertinya membawa berkah bagi Batik Fractal. Hingga siang ini, Batik Fractal memimpin perolehan voting dalam ajang ISIF Award (Information Society Innovation Fund) untuk menjadi

Slideshow

BIJB Siap untuk Pesawat Wide Body

Airbus A380 termasuk jenis wide body aircraft (Ist) Manajemen PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) menyatakan siap melayani pesawat jenis wide body guna melayani penerbangan rute internasional. “Bandara ini jika