Pemerintah Incar Turis Korsel Nikah di Indonesia

booth di korsel

Booth Wonderful Indonesia dalam Wedding Expo di Coex Seoul, Korsel (9-10 Juli 2016) (Ist)

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus berinovasi untuk mewujudkan target optimistik yang dicanangkan Presiden Jokowi, yakni mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019 mendatang.

Salah satu yang dilakukan Kementerian yang dipimpin Arief Yahya itu adalah memutar kreasi di perhelatan Wedding Expo (Weddex) yang berlangsung di Coex (Convention and Exhibition), Seoul, Korea Selatan (Korsel) pada 9-10 Juli 2016.

”Kita berusaha terus mencari celah inovasi. Kami akan mencari peluang sekecil apa pun untuk mempromosikan Indonesia dari segmen mana pun. Sudah hampir tiga tahun kita tidak ikut segmen pameran seperti ini, namun sekarang kami coba lagi setelah kami terus berusaha mendata, semoga muncul lagi pasar honeymooners di Korea Selatan, yang pastinya bermanfaat nantinya untuk kedatangan wisman ke Indonesia,” ujar Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan lalu.

Adapun Bali dan Bintan saat ini semakin marak foto pre wedding dan juga pesta perkawinan dari muda-mudi Korsel. Selama dua hari, 8-9 Juli lalu, banyak paket wedding di pantai Nusa Dua, Bali.

Mereka sangat suka dengan pantai dan suasana laut tropis di Indonesia. Sekadar informasi, Korsel merupakan wilayah yang seksi bagi Indonesia.

Negeri Gingseng itu memiliki konektivitas penerbangan langsung ke Indonesia yakni sebanyak tiga airlines, dua bandara international di Indonesia, dan ada sekitar 618.748 seats untuk ke Tanah Air.

Pada 2015 silam, total pengunjung wisman Korsel sebanyak 359.468 orang yang melancong ke destinasi wisata di Indonesia. Nah, Kemenpar menargetkan pada tahun ini sebanyak 400.000 wisman Korsel menyambangi berbagai tempat wisata di Indonesia.

”Pameran ini dilakukan di musim panas di Korsel, kami berharap saat musim dingin di Korsel, mereka meninggalkan negaranya dan datang ke negara kita yang punya suhu stabil dan selalu bagus untuk berbulan madu. Tentunya pameran yang kami lakukan ini mengejar pasangan pernikahan yang melaksanakan pernikahannya di musim gugur, momentum ini yang kami kejar,” ujar Kepala Bidang Pameran Asia Pasifik Kemenpar Rita Sofia di Korsel.

Wanita yang pernah mengenyam pendidikan S2 di Australia itu berharap kepada semua pihak yang mendukung pariwisata Indonesia untuk terus menyiapkan atraksi, amenitas dan aksesnya untuk mendukung kedatangan para pengantin baru Korsel itu.

Hal senada diungkapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Pria asal Banyuwangi itu menilai Korsel adalah pasar potensial yang sangat mungkin disentuh dengan atraksi budaya dan alam.

“Pasar Asia itu harus disentuh dengan budaya ketimuran, harus sering didatangi, disapa, buat program bersama. Jarak Seoul ke Indonesia salah satunya ke Manado itu tidak terlampau jauh, tinggal memperbanyak direct flight saja. Saya sudah membuat komitmen dengan Jeju Air dan Jin Air Korea untuk terbang ke Indonesia, ini untuk memantik kedatangan Wisman Korsel ke tanah air,” jelas Arief Yahya.

Industri yang ikut ke pameran pun menyikapi hal ini dengan cerdas. Berbagai paket liburan bulan madu sudah disiapkan industri yang ikut serta pameran Kemenpar.

Salah satunya dari Globalindo dan Plataran. General Manager Globalindo Arief Wibawa sudah menyiapkan paket Bali Honeymoon Escape, Lombok Honeymoon, Tanjung Lesung Honeymoon, Kepulauan Seribu Honeymoon, Raja Ampat Honeymoon di perusahaannya tersebut.

”Bahkan ke Bunaken Manado juga kami punya paketnya dan ada jaringan kami,”ujar pria asal Jawa Barat yang kini bermukim di Bali itu.

Bermacam-macam paket dengan harga yang bervariasi ditawarkan oleh Globalindo. ”Kami punya semua untuk paket kelas bawah maupun kelas atas, kami akan buat Honeymooners nyaman, berdua saja, menikmati cinta saat mereka disatukan Tuhan dengan cinta,” ujar Arief.

Apa yang ditawarkan Globalindo memang memukau bagi para Honeymooners. Honeymooners akan dibuat nyaman hanya berdua, di pinggir pantai, di depan sawah-sawah, kamar dengan dihiasi bunga dan lilin, kamar mandi yang disiapkan dengan tebaran mawar nan indah, kamar yang menawan, ruang makan yang ekslusif, berpetualang di alam dinikmati dengan berpasangan.

”Mereka akan bercerita kepada temannya, kepada siapapun, bahwa Indonesia itu romantis dan tidak akan pernah bisa dilupakan,” beber Arief. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Nature

Gabriella Patricia Mandolang, dari Sulawesi Utara Jadi Putri Pariwisata Indonesia 2018

Menteri Pariwisata Arief Yahya berpose bersama Putri Pariwisata Indonesia 2018 Gabriella Patricia Mandolang Gabriella Patricia Mandolang dinobatkan menjadi Putri Pariwisata Indonesia 2018. Perempuan berparas cantik ini asal Sulawesi Utara ini

SightSeeing

Sport Tourism Targetkan 250 Ribu Wisman

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menargetkan sport tourism atau wisata berbasis olahraga tahun ini akan mampu menarik 250 ribu wisatawan mancanegara (wisman). Hal ini

Travel Operator

The Magnificent Seven:  Indonesia’s Marine National Parks

Memteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kiri) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik peluncuran buku The Magnificent Seven:  Indonesia’s Marine National Parks, merupakan karya bersama antara Kementerian Lingkungan Hidup

Slideshow

Enny Kwan yang Ikut Promosikan Pariwisata Indonesia ke Malaysia

KRIJA Indonesia, boneka yang menggunakan pakaian adat khas Nusantara (Ist) Pariwisata Indonesia selama tak bisa lepas dari budaya khas Nusantara dan kearifan lokal yang beragam terus dipromosikan hingga ke mancanegara.

Tour Package

Borobudur Marathon 2016

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Ist) Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan Borobudur Marathon 2016 yang akan berlangsung di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) pada 20

Nature

Sulut Sambut Turis Tiongkok

Putra Putri Sulut menyambut wisman Tiongkok kloter pertama pada 4 Juli 2016 lalu di Bandara Sam Ratulangi Manado (Ist) Sulawesi Utara (Sulut) mulai rutin dikunjungi wisatawan Tiongkok. Setelah 4 Juli