Pemerintah Kembangkan Desa Wisata

ay dan thomas

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan), bersama Menteri Perdesaan, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo serta Kepala BKPM Thomas Lembong dalam Forum Bisnis dan Investasi yang diselenggarakan oleh Kemendes PDTT di Hotel Bidhakara, Jakarta. 1/12/2016 (Ist)

Pembangunan daerah perbatasan tidak cukup hanya dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan. Pendekatan ekonomi perlu diperkuat dengan mendorong tumbuhnya investasi di daerah perbatasan.

Terlebih, persaingan untuk memperkuat daerah perbatasan di era globalisasi ini semakin ketat. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dalam sambutannya pada acara Forum Bisnis dan Investasi di Daerah Perbatasan, di Jakarta, Kamis (1/12/2016).

“Investasi di perbatasan tentu harus sesuai dengan potensi dan peluang yang dimiliki. Utamanya, investasi yang masuk harus memerhatikan kelestarian lingkungan dan kearifan lokal. Perlu dibuat regulasi khusus yang dapat menarik dan memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha di daerah perbatasan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada pekan lalu.

Menteri Eko menambahkan, Forum Bisnis dan Investasi di Perbatasan yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa DTT) ini menjadi ajang untuk mempertemukan para Kepala Daerah dari 41 Kabupaten/ Kota di daerah perbatasan dengan para pelaku usaha untuk berinvestasi di daerah perbatasan.

Forum ini merupakan lanjutan dari forum serupa yang digelar tahun lalu, yakni Border Investment Summit 2015. Sebagai pendalaman dari Buku Profil Potensi Investasi Daerah Perbatasan yang dirilis pada Border Investment Summit 2015 lalu, dalam forum ini Kemendesa PDTT juga meluncurkan Buku Rencana Bisnis dan Investasi Daerah Perbatasan yang disusun bersama Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Buku ini memuat kelayakan investasi khususnya untuk komoditas-komoditas unggulan di daerah perbatasan di 6 kabupaten percontohan, yaitu Kabupaten Natuna, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Belu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Pulau Morotai, dan Kabupaten Merauke,” lanjut Menteri Eko.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu Kemendesa PDTT Suprayoga Hadi mengatakan, penyelenggaraan forum bisnis dan investasi daerah perbatasan tahun ini lebih banyak diikuti perusahaan swasta dan BUMN, pengusaha, asosiasi usaha, hingga kedutaan besar negara-negara sahabat.

“Kami menargetkan terjalin kesepakatan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dari BUMN dan pihak swasta untuk menindaklanjuti rencana bisnis dan investasi yang telah ada. Kesepakatan dapat dilakukan melalui pembukaan bisnis baru (business start-up) maupun kesepakatan untuk mendukung investasi dalam jangka panjang,” ujar Suprayoga.

Forum Bisnis dan Investasi Daerah ini juga akan diisi dengan expo potensi perbatasan. Expo tersebut menampilkan aneka komoditas dan produk unggulan dari daerah perbatasan yang layak untuk dikembangkan melalui kegiatan investasi.

Menpar Arief Yahya yang dalam kesempatan ini diminta menjadi Keynote Speaker mengucapkan terima kasih atas dukungan Kemendes PDTT dalam mendukung Pengembangan Desa Wisata, dan dalam hal di wilayah perbatasan.

Hal ini ditandai dengan konsistensi tindak lanjut MoU Kemenpar dengan Kemendes PDTT sebelumnya.

Menpar lebih lanjut memaparkan perihal 3 hal utama dalam menggenjot bisnis dan investasi di wilayah perbatasan dari sisi Pariwisata, yaitu:

1. Pemasaran: Destinasi Wisata di Wilayah Perbatasan dengan menyelenggarakan Border Tourism events, yang terbukti mampu menggenjot perekonomian masyarakat dan terlebih kecintaan penduduk Indonesia di wilayah perbatasan! 🇲🇨

2. Destinasi: Menggenjot Pengembangan Desa Wisata dengan beberapa titik utama di Wilayah Perbatasan seperti di NTT dan Papua.

3. Pengembangan Homestay di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.

Menpar Arief Yahya mendapat applause dari peserta yang berjumlah tidak kurang dari 250 orang ini, karena kebijakan Kemenpar yang Indonesia-sentris. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

SightSeeing

BIJB akan Terasa Jawa Barat

Virda Dimas Ekaputra (Ist) Unsur budaya khas Jawa Barat (Jabar), Sunda seperti Tarian Merak, Batik Mega Mendung dari Cirebon dan senjata tradisional Kujang akan menjadi ornamen di sisi darat Bandara

Cuisine

The Magnificent Seven:  Indonesia’s Marine National Parks

Memteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kiri) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik peluncuran buku The Magnificent Seven:  Indonesia’s Marine National Parks, merupakan karya bersama antara Kementerian Lingkungan Hidup

Slideshow

Es Bone Tank ala Hotel Santika Premiere ICE BSD City

Es Bone Tank (Ist) Mentimun atau Bonteng dalam istilah bahasa Sunda merupakan jenis sayuran yang dapat dikonsumsi secara mentah ataupun dengan olahan tertentu. Menurut berbagai sumber, mentimun memiliki segudang manfaat untuk kesehatan

Destinations

Lombok Bakal Punya Sirkuit F1

Pantai Kuta di Kawasan Mandalika, Lombok (Ist) Pernah nonton balap F1 di Monaco? Sirkuit yang juga menyuguhkan pemandangan indah seperti laut, bukit-bukit, bangunan heritage, ngebut di dalam kota, dengan desain

Culture

Sarabba dan Pisang Janda, Nikmatnya Kuliner Khas Takalar

Ilustrasi Pisang Janda, Kuliner Khas di Takalar (Ist) Kabupaten Takalar pada 10 Februari 2016 memeringati HUT ke-56. Kabupaten yang terletak di Sulawesi Selatan (Sulsel) ini rupanya memiliki sejumlah kuliner khas

Indonesiaku

Menjaga Keseimbangan Ekosistem Wisata Bahari

Terumbu Karang Lebih dari 70 persen bagian bumi tertutup air. Dan, laut maupun samudra memainkan peran penting dalam menjaga iklim di bumi. Lautan menangkap CO2 dari pembakaran bahan bakar fosil