Pemerintah Serius Kembangkan Pariwisata RI

AY ketawa

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya lagi-lagi memberikan dua jempol buat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Komitmennya dalam membangun akses pariwisata tidak perlu diragukan lagi.

Ada tiga pangkalan militer milik TNI AU yang akan disulap menjadi bandara komersial, yakni Bandara Gading di Gunung Kidul Yogyakarta, Bandara Wirasaba Purbalingga, dan Bandara Wiriadinata Tasikmalaya.

“Akses adalah komponen dari 3A yang vital dalam pengembangan destinasi pariwisata, selain Atraksi dan Amenitas. Akses udara akan membuka potensi wisata di daerah tersebut, contohnya Bandara Silangit, Danau Toba, Sumatera Utara. Begitu dibuka, kawasan itu semakin hidup dan berkembang,” kata Arief Yahya yang memberi contoh Bandara Silangit yang sudah tembus 15 ribu penumpang per bulan atau 180 ribu orang per tahun dari nol.

Dia berharap, hadirnya bandara baru dan diikuti oleh penerbangan komersial yang reguler bisa membuat daerah itu semakin maju. Adapun pariwisata core economy negeri ini.

Pariwisata adalah cara yang paling cepat, mudah dan murah untuk mendatangkan devisa, menaikkan PDB, dan menyerap tenaga kerja. “Karena itu bersiap-siap, destinasi terdekat dari bandara-bandara itu segera dikembangkan agar atraksinya semakin menarik,” kata dia dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Rabu (23/11/2016).

Ketiga Lanud TNI AU di atas berada di kawasan yang memiliki potensi pariwisata yang menarik. Salah satu moda transportasi yang dapat dikembangkan adalah penerbangaan karena telah ada fasitias Lanud milik TNI AU yang memadai.

Langkah Kemenhub dalam pengalihan Lanud TNI tersebut adalah dengan membuat MOU antara dengan TNI AU dan Pemerintah Daerah.

Mereka akan membentuk organisasi (Unit Penyelenggara Bandara/UPBU) setelah memenuhi segala persyaratan keselamatan, keamanan, dan pelayanan seperti penerbitan Sertifikat Bandara (SBU), Airport Security Programme (ASP), Airport Emergency Plan (AEP), dan lain sebagainya.

Seperti disampai Menhub Budi Karya Sumadi, pengembangan Lanud Wirasaba dan Gading, Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Daerah akan segera melakukan koordinasi dengan TNI AU. Terutama untuk memulai MOU. Kemenhub sudah berkoordinasi TNI AU terkait penggunaan Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya.

Pengalihan pengoperasian Bandara Gading sebagai bandara komersial akan dimulai dengan pengembangan sejumlah fasilitas oleh Kemenhub.

Diantaranya, pembuatan taxiway, appron, dan landasan pacu; pengadaan rescue car; dan pengembangan fasilitas keamanan seperti pemasangan pagar di lingkungan bandara.

Bandara Gading berada di daerah Gunung Kidul yang memiliki dimensi runway 45 m x 1400 m, taxiway 18 m x 106 m, dan apron 70 m x 110 m. Bandara itu akan dikembangkan untuk penerbangan pribadi maupun pesawat komersial jenis ATR, atau baling-baling. “Tentu ini akan mendukung pengembangan potensi pariwisata dan kemaritiman di Gunung Kidul,” kata Menhub Budi Karya.

Bandara Wiriadinata berjarak ± 6 km dari pusat kota Tasikmalaya dan berjarak ±12 km dari Terminal Tipe A Kota Tasikmalaya. Saat ini, landasan masih 1.200 m x 30 m dan akan diperpanjang hingga 1.800 m. Sedangkan luas apron saat ini adalah 37 m x 37 m dan luas taxiway adalah 88 m x 25 m.

Di sisi darat, bandara tersebut sudah dilengkapi terminal penumpang, VIP room, tower, hanggar namun belum memiliki gedung PKPPK. Kondisi topografi sekitar Bandara Wiriadintaa relatif datar dan kondisi obstacle clear. Ada beberapa tower BTS pada kawasan di Bawah Permukaan Horizontal Dalam, tapi sudah ada rekomendasi ketinggian bangunan dari Bandara Wiriadinata. Pada arah runway 33 dengan jarak ± 300 m dari threshold runway 33 terdapat jalan akses ke pemukiman penduduk. Akses tersebut dapat ditutup apabila akan dilakukan perpanjangan runway.

Sementara Bandara Wirasaba, Purbalingga memiliki dimensi runway 850 m x 50 m yang dapat didarati Pesawat Casa 212 atau sejenisnya. Sedangkan dimensi appron Bandara Wirasaba adalah 100 m x 45 m, dan taxiway 30 m x 25 m.

Dengan akan beroperasinya Lanud tersebut menjadi bandara yang melayani penerbangan komersil, diharapkan bisa semakin memudahkan akses transportasi dari dan ke daerah-daerah tersebut sehingga dapat menarik wisatawan dan para investor.

Dengan begitu, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah-daerah tersebut. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Travel Operator

Meningkatkan Kualitas Produk Wisata di 10 Bali Baru

FGD GIPI (Ist) Sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di 10 destinasi pariwisata prioritas atau disebut 10 Bali baru, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) menggelar kegiatan focus group discussion (FGD) dengan tema

Festival

Berburu Kopi Liong Bulan Ketika Traveling ke Bogor

Kopi Liong Bulan (Ist) Anton Ristiono, seorang wisatawan Nusantara mengaku menikmati perjalanan wisata kuliner ke Taman Ria Ade Irma Suryani (Taman Topi) di Bogor, Jawa Barat. Menariknya ia yang traveling

World Heritage

Potensi Wisata Bahari Kei Curi Perhatian Pencinta Laut Indonesia

Ilustrasi potensi wisata bahari di Kei (Ist) Kepulauan Kei Kecil mulai menjadi primadona baru destinasi wisata bahari di kawasan Timur Indonesia. Tidak hanya kunjungan turis yang meningkat, awal Desember 2015

World Heritage

Presiden Jokowi Mantu di Solo Ikut Promosikan Joglosemar

Pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di Solo (Ist) Pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution itu adalah peristiwa budaya yang pasti mengundang perhatian dunia,

Destinations

10 Kuliner Khas Indonesia yang Enak

Ilustrasi Rendang (Ist) Indonesia memang dikenal kaya akan potensi pariwisata. Tak hanya destinasi wisata yang beragam yang tersebar mulai dari kawasan timur Indonesia hingga wilayah barat negeri ini, Indonesia juga

Culture

Kemenpar Dorong Pembangunan 100 Destinasi Digital dan 10 Nomadic Tourism

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya menutup Rakornas Pariwisata I Tahun 2018, Jumat 23 Maret 2018 di Bali Nusa Dua Convention Centre. Selama dua hari, yakni 22