Pemerintah Serius Kembangkan Wisata Bahari

menteri pariwisata arief yahya pidato

Menteri Pariwisata Arief Yahya 

Presiden Jokowi memasang target untuk mendatangkan 20 juta wisatawan asing ke Indonesia hingga 2019 mendatang. Dan, pemerintah pun merespons dengan bekerja keras mengembangkan potensi beragam wisata di negeri ini, termasuk wisata bahari hingga ke mancanegara.

Adapun upaya pemerintah mendorong peningkatan wisata bahari di Tanah Air sepertinya didukung banyak pihak, termasuk WWF Indonesia. “Pemerintah sudah pasti serius mengembangkan wsiata bahari di Indonesia. Menterinya sudah mencanangkan,” ucap Indar Aminuddin, Marine Tourism Coordinator WWF Indonesia ketika dihubungi patainanews.com belum lama ini.

Seperti diketahui, pemerintah menyatakan serius untuk menggarap wisata bahari, menjadikannya prioritas untuk dikembangkan hingga 2019. “Wisata bahari itu porsinya 35 persen dari jenis wisata yang akan dikembangkan pada 2015 sampai 2019,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Arief mengatakan, wisata bahari telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata sebagai salah satu program unggulan dalam pembangunan kepariwisataan nasional.

Menteri Pariwisata menekankan fokus pengembangan wisata bahari, yakni pada destinasi pantai, selam dan selancar (surfing), yacht, cruise, serta kegiatan terkait laut dan masyarakat pesisir.

“Kita juga akan mendukung kampanye pelestarian lingkungan bahari dan peningkatan budaya bahari itu sendiri,” paparnya. Ia berharap kelak Indonesia akan menjadi destinasi bahari utama di dunia.

Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara meningkat. Target 2014 yakni 1 juta orang, naik menjadi 1,3 juta pada 2015, 1,8 juta pada 2016. Kemudian 2,3 juta pada 2017, dan 3 juta pada 2018, serta mencapai 4 juta orang pada 2019.

Wisata bahari juga ditargetkan mampu menyumbangkan devisa hingga 4 miliar US$ pada 2019. Sementara untuk target tahun ini mencapai 1 miliar US$.

“Kami akan mengembangkan kawasan strategis pariwisata nasional khusus untuk bahari di sebanyak 25 titik pada lima tahun ke depan,” ujarnya. Ia menambahkan, pada tahap pertama pada tahun ini, kementerian akan mengembangkan delapan kawasan strategis pariwisata nasional khusus bahari.

Selain itu pemerintah akan membangun 100 marina, 10 pelabuhan kapal pesiar, serta 45 destinasi selam. Pada tahun pertama, kata Arief, sebanyak 25 destinasi wisata selam akan dikembangkan hingga akhir tahun ini, selain pembangunan marina di sejumlah daerah yang memungkinkan 750 kapal untuk bersandar, serta 400 call untuk pelabuhan kapal pesiar.

“Sebagian besar wisatawan mancanegara meminati wisata pantai lalu yacht, kemudian cruise dan selam,” ucapnya. Menteri Pariwisata mengakui Indonesia belum optimal memanfaatkan wisata bahari sebagai sumber devisa padahal banyak negara lain sudah mengoptimalkannya.

Ke depan Arief menekankan pentingnya mengoptimalkan wisata bahari untuk menggenjot kinerja sektor pariwisata di Indonesia termasuk untuk mencapai target 20 juta wisatawan asing sekaligus memeratakan distribusi wisatawan mancanegara ke seluruh pelosok Nusantara. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Tour Package

2019, Kereta Wisata akan Kembangkan Destinasi Wisata Sukabumi

Presiden Direktur PT KA Pariwisata Totok Suryono (kedua dari kanan) (Ist) Manajemen PT Kereta Api Pariwisata merencanakan pada 2019 mendatang mengembangkan potensi wisata di Sukabumi, Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan

World Heritage

MV Volendam Angkut Turis Asing Sandar di Pelabuhan Tanjung Perak

Turis asing yang ikut kapal pesiar MV Volendam (Ist) Setelah  kunjungan terakhirnya di Surabaya awal tahun 2014 silam, Senin (14/11/2016) MV Volendam, kapal pesiar berbendera Belanda ini kembali sandar di

Investments

Terminal Petikemas Surabaya Bantu Nelayan Pesisir

Bantuan reefer container (Ist) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya membantu meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional dan masyarakat pesisir di Pantai Prigi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghibahkan dua unit reefer container dengan ukuran masing-masing 20 Feet untuk nelayan di Pantai prigi, desa Tasikmadu gedung single cold storage milik Pemkab Trenggalek  Jawa Timur. “Ini adalah salah satu upaya kami agar  hasil produksi nelayan di Pantai Prigi dapat tetap fresh dan memiliki harga jual yang kompetitif di pasaran, dimana ujungnya semoga dapat meningkatkan kesejahteraan di wilayah ini,” kata President Director TPS Dothy disela-sela serah terima hibah dua unit reefer container ke Pemkab Trenggalek. Apalagi, secara demografi ribuan warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan selama ini pengawetan ikan yang digunakan masyarakat Pesisir Prigi adalah pendinginan dengan es dan pemindangan yang seringkali tidak mampu mengcover semua produksi perikanan karena jika musim baik dalam sehari para nelayan dapat menangkap ikan 100 hingga 200 ton ikan yang terdiri dari ikan layur, ikan tuna, dan ikan tongkol.  Dengan latar belakang itulah, TPS bersama Universitas Negeri Malang tertarik untuk membantu sesama, agar para nelayan dapat menyimpan ikan hasil tangkapan dan kapanpun nelayan mau menjual atau memprosesnya dulu tanpa harus khawatir ikannya menjadi tidak fresh dimana harga jualnya rendah. “Semoga dengan hadirnya dua unit reefer container dapat membantu para nelayan, dan kami berharap agar para nelayan dapat ikut menjaga, merawat, dan mempergunakan sebagaimana mestinya, juga memperhatikan cara penggunaan agar kontainernya awet dan bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Kita sama-sama di matra laut harus berjaya di dunia maritim.” tutup Dothy dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (22/12/2016). Pada kesempatan itu turut hadir Bupati Kabupaten Trenggalek Emil Elestianto Dardak beserta jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten trenggalek, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Achmad Rofi’udin, Komisaris TPS, Eko Harijadi, dan para nelayan di pantai prigi. Bupati Trenggalek Emil dalam sambutannya menuturkan, “inilah salah satu wujud sinergi yang sangat baik dari dunia akademisi, usaha, dan pemerintah. Kalau bisa sinergi seperti ini, niscaya para nelayan nantinya bisa memiliki kehidupan yang lebih layak. Karena jika hasil melimpah, nelayan tidak perlu menjualnya dengan harga yang sangat murah pada saat itu. Tinggal disimpan dulu di cold storage sambil menunggu harga ikan stabil dan kualitas ikan juga tetap terjaga. Semoga tidak hanya sampai disini, kedepan kita bisa bersinergi lagi demi memajukan kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan pada umumnya”.

Nature

Long Weekend ke Tanjung Lesung Saja

Diving di Tanjung Lesung (Ist) Memanfaatkan libur long weekend, yakni Jumat, 25 Maret mendatang yang merupakan hari libur nasional Wafat Isa Almasih lantaran telah ditetapkan pemerintah tak salah jika wisatawan memilih

SightSeeing

Menteri Pariwisata Pompa Semangat Wisudawan STP Bandung

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Tiga puluh dua menit speech Menteri Pariwisata Arief Yahya di Hall Malabar Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, 21 April 2016 dalam wisuda 674 lulusan sekolah pariwisata

Tour Package

Putri Pariwisata 2016 Cinta Budaya Indonesia

Finalis Putri Pariwisata 2016 (Ist) Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2016, 37 finalis menampilkan kegiatan yang menarik yang berkaitan dengan budata Indonesia. Para finalis menunjukkan bakat dan keahliannya di Panggung Broadway