Pemerintah Tawarkan Proyek Pariwisata

WhatsApp Image 2017-10-17 at 06.28.10

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kanan) (Ist)

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menawarkan proyek pariwisata di tiga destinasi prioritas, Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), dan Tanjung Kelayang (Bangka Belitung) senilai US$ 2,9 miliar atau setara Rp31 triliun kepada para investor dalam kegiatan Regional Investment Forum (RIF) yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada 15 hingga 17 Oktober 2017.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, ada 8 destinasi pariwisata yang ditawarkan kepada para investor yaitu; 6 destinasi prioritas dan dua destinasi pariwisata di Sumbar, yakni Kawasan Wisata Terpadu Gunung Padang di Kota Padang dan Kawasan Wisata Bahari Pantai Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan.

“Dari 6 destinasi prioritas tersebut, tiga destinasi di antaranya telah memiliki proyek-proyek yang ready to offer yaitu; Danau Toba ada lima proyek dengan estimasi nilai proyek US$ 2,3 miliar, Borobudur 10 proyek senilai US$ 562 juta, serta Tanjung Kelayang dua proyek perhotelan senilai US$ 60 juta sehingga totalnya mencapai US$ 2,9 miliar,” kata Thomas Lembong dalam konferensi pers RIF di Padang, Senin (16/10/2017).

Menurut Thomas, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang tumbuh di level 35-40% atau jauh di atas pertumbuhan investasi nasional yang per tahunnya di level 12-14%. “Porsinya hingga kini masih kecil bila dibandingkan dengan GDP, tapi nanti lama-lama juga akan menjadi besar kalau tumbuh terus secara signifikan,” lanjutnya.

Selain tiga destinasi pariwisata yang siap ditawarkan juga terdapat 5 destinasi pariwisata lainnya yang memiliki prospek sangat positif. “RIF ini memang sebuah forum untuk bekerja, jadi selain proyek-proyek di destinasi yang siap ditawarkan ada lima destinasi lain yang tidak kalah indahnya, tidak kalah cantiknya yang membutuhkan investasi,” jelasnya.

Sementara Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan bahwa sektor pariwisata akan menjadi penghasil devisa terbesar bagi Indonesia di masa mendatang. “Menyiapkan Atraksi, Amenitas (sarana dan prasarana), dan Aksesibilitas (3A) menjadi prioritas kami. Terutama untuk 10 destinasi prioritas (Danau Toba; Tanjung Kelayang; Tanjung Lesung; Kepulauan Seribu; Candi Borobudur; Bromo Tengger Semeru; Mandalika; Labuan Bajo; Wakatobi; dan Morotai) yang akan dikembangkan sebagai ‘Bali baru’ yang terhampar dari Sumatera Utara (Danau Toba) hingga ke Morotai di Maluku Utara,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima patainanes.com, Selasa (17/10/2017).

Arief Yahya menilai investasi diperlukan bagi sektor pariwisata karena hal tersebut tidak hanya menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap pertumbuhan yang dicapai oleh sektor pariwisata, namun dapat menjadi game changer di tengah persaingan negara-negara untuk menarik wisatawan.

Dari data BKPM kontribusi sektor pariwisata menunjukkan tren kenaikan yang positif. Pada tahun 2013 tercatat mencapai US$ 602 juta atau berkontribusi sebesar 1,45% dari total investasi nasional, sedangkan pada Semester I 2017 mencapai US$ 929 juta atau 3,67% dari total investasi nasional.

“Artinya, angka kontribusi yang dicapai dari investasi pariwisata bila dibandingkan dengan total investasi nasional kenaikannya mencapai 1,5 kali lipat,” kata Menpar Arief Yahya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan bahwa pihaknya berharap kegiatan RIF berdampak positif bagi perbaikan infrastruktur pariwisata di Sumbar. “Hingga tahun 2016, jumlah hotel di Sumbar sebanyak 374 hotel terdiri 58 hotel bintang dan 316 hotel non-bintang. Ini masih sepertiga dari jumlah hotel di Nusa Tenggara Barat mencapai 900-an atau Bali yang mencapai 2.000 hotel,” ungkapnya.

Irwan mengatakan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumbar tahun 2016 yang lalu hanya 46.000 wisman atau turun dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 48.000 wisman. “Oleh karena itu, dengan adanya RIF diharapkan jumlah hotel maupun wisman ke Sumbar dapat meningkat,” katanya.

Kegiatan RIF 2017 di Padang merupakan salah satu upaya mengembangkan sektor pariwisata yang pada 2019 mentargetkan 20 juta kunjungan wisman dan 275 juta perjalanan wisnus di Tanah Air dengan perolehan devisa diproyeksikan mencapai Rp 280 triliun.

Kegiatan RIF 2017 di Padang dihadiri antara lain Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara serta sejumlah duta besar negara sahabat serta 374 partisipan atau investor dari 13 negara Australia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, Persatuan Emirat Arab (PEA), Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Spanyol, Luxembourg, Tiongkok dan Taiwan, Rusia, dan Mauritius. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Airlines

Wisatawan Aussie Puji Menteri Pariwisata

Yana (baju hitam) dan Emily dua gadis asal Melbourne, Australia didampingi LA Hadi Faishal, General Manager d’Praya Lombok Hotel (berdiri) (Ist) Wisatawan asing asal Australia memuji sosok Menteri Pariwisata Arief

Hotel

Apresiasi Kinerja Gubernur NTB Bawa RI Berjaya dalam World Halal Travel Awards 2015

Indonesia berjaya dalam World Halal Travel Awards 2015 (Ist) Wakil Ketua PHRI Nusa Tenggara Barat (NTB) LA Hadi Faishal menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi

Festival

Sambut Wisman, Riau Gelar Festival Perang Air di Meranti

Festival Perang Air di Riau tahun 2016 (Ist) Atraksi memikat bakal digelar di salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) di Riau. Kegiatan ini disebut Festival Perang Air (FPA). Perhelatan

Investments

Bedah Buku Crazy Marketing Dorong Pelindo III Berpikir Out of The Box

Dirut PT Pelindo III Ari Akshara (kemeja putih) (Ist) Manajemen PT Pelabuhan Indonesia III menyelenggarakan kegiatan bedah buku berjudul D’Gil! Marketing Think Like There Is No Box. Buku yang ditulis Ahmad

Nature

WPC Dorong Pertumbuhan Pariwisata Indonesia

Irma Sustika (Ist) Womanpreneur Community (WPC) diketahui ikut mendorong pertumbuhan pariwisata di Indonesia melalui budaya khas Nusantara dan kearifan lokal yang dimiliki negeri ini. Hal tersebut dikatakan Irma Sustika, CEO

Culture

Jababeka Bangun Mongolian Culture Center di Tanjung Lesung

Hasil karya kaligrafi Mongolia yang penuh seni memikat pengunjung Manajemen PT Jababeka Tbk diketahui tengah membangun Mongolian Culture Center di Tanjung Lesung, Banten yang akan beroperasi pada November mendatang. Hal terxebut