Pendekatan Indonesia Sentris dalam Mengembangkan Pariwisata Nasional

jokowi di batik fractal

Presiden Jokowi (kemeja putih) (Ist)

Pemerintah di era Presiden Jokowi membangun Indonesia secara keseluruhan sehingga kawasan timur Indonesia (KTI) pun diberikan perhatian khusus, termasuk membangun infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat negeri ini.

Cara pandang pemerintah sering disebut sebagai pendekatan Indonesia Sentris. Sebelumnya masih terkesan Jawa Sentris, lebih banyak berkutat di Jawa.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli beberapa waktu lalu pernah mengatakan bahwa pemerintah kini mengutamakan pendekatan Indonesia Sentris dalam membangun negeri ini.

Indonesia Sentris pun terlihat dalam sektor pariwisata nasional. Adapun pemerintah mengenalkan 10 destinasi unggulan untuk tahun 2016.

Destinasi wisata prioritas itu mencakup Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara), serta Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur).

10 destinasi utama itu menyebar dari KTI hingga wilayah barat negeri ini. Belum lagi destinasi, seperti Raja Ampat, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga menjadi favorit bagi wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan Nusantara.

Pariwisata kini juga menjadi leading sector sehingga sektor lainnya mendukung pariwisata nasional.  Presiden Jokowi pernah meminta kepada seluruh kementerian agar mendukung sektor pariwisata di Indonesia.

Sektor ini diharapkan menjadi leading sector guna menambah devisa negara dan ini merupakan hasil kesepakatan bersama. “Karena menjadi leading sector dan seluruh kementerian lainnya wajib untuk mendukung (pariwisata) dan itu dipertegas oleh Presiden,” tegas Menteri Pariwisata Arief Yahya di Istana Bogor, Jawa Barat (16/2/2015).

Tak bisa dipungkiri kini semua sektor mendukung pariwisata sebagai upaya merealisasikan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisman hingga 2019 mendatang.

AY, sapaan akrab Menteri Pariwisata mengaku senang karena sektor pariwisata mendapat dukungan penuh dari seluruh kementerian sesuai arahan Presiden Jokowi.

“Ini kabar gembira. Kan sebelumnya seperti dinomorduakan (pariwisata), namun sekarang sudah tidak lagi,” ujar Menpar. Dia mencontohkan salah satu kementerian yang harus mendukung sektor ini adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

About author



You might also like

Festival

Gorontalo Promosi Potensi Pariwisata

Pulau Cinta di Gorontalo (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Gubernur Gorontalo Ruslie Habibie memperkenalkan Calender of  Event Gorontalo 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor

SightSeeing

patainanews.com Mengucapkan Selamat Paskah 2016

Ilustrasi Paskah 2016 (Ist) Paskah menjadi penting bagi umat Kristiani. Setelah melewati masa Tri Hari Suci, yakni Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Suci, maka pada Minggu (27/3/2016) umat Kristiani

Heritage

Gunung Sewu World Class Geopark

Geopark Gunung Sewu (Ist) Kawasan Geopark Gunung Sewu yang membentang di tiga provinsi, yakni DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur atau tepatnya terletak di wilayah tiga kabupaten, yaitu Gunung Kidul,

Culture

Pangeran Albert II Monaco Puji Wonderful Indonesia

Country branding Wonderful Indonesia (Ist) Pamor Wonderful Indonesia bukan saja nyaring di kota-kota penyelenggara Travel Mart di dunia. Kerajaan kecil dengan penduduk super kaya dan bergaya hidup elegan seperti Monaco

Airlines

Wisman Suka Wisata Bahari

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) dan Wakil Ketua PHRI NTB LA Hadi Faishal (Ist) Kendati sudah terkenal di dunia, wisata bahari di Lombok, Nusa Tenggara Barat tak melulu Gili Trawangan.

SightSeeing

Menyusuri Hutan Meranti di Kotabaru

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo berpose di Wahana Hutan Meranti Kotabaru Pesona wisata di Kotabaru, Kalimantan Selatan ternyata beragam. Tak hanya wisata bahari sebab kabupaten ini juga memiliki wisata