Perahu Phinisi Ikon Pariwisata Indonesia di PATA Travel Mart 2016 di ICE

perahu

Perahu Phinisi di PATA Travel Mart 2016 (Ist)

Wonderful Indonesia semakin gencar melakukan promosi mengenalkan potensi pariwisata negeri ini hingga ke mancanegara. Hampir semua semua Travel Mart kelas dunia, Wonderful Indonesia selalu tampil agresif di semua lini dan konsisten menggunakan desain utama Kapal Phinisi.

Ya, World Travel Mart (WTM) London, ITB Berlin, Arabian Travel Mart (ATM), China Travel Mart (CTM) hingga PATA Travel Mart 2016 semuanya menggunakan desain utama yang bernuansa perahu phinisi. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, pertama, kapal itu penanda bahwa Indonesia sebagai negara bahari, maka wisata berbasis bahari akan dikembangkan.

Hal senada juga dikatakan I Gde Pitana, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar ketika menjawab patainanews.com di ICE, Jumat (9/9/2016). “Kapal Phinisi sudah menjadi ikon pariwisata Indonesia sejak 2014 lalu dan membuktikan Indonesia memang dikenal punya destinasi wisata bahari yang bagus,” paparnya.

Arief Yahya menjelaskan, 7 dari 10 top destinasi prioritas, yang biasa disebut sebagai ’10 Bali baru’ itu adalah wisata bahari. Hanya Danau Toba Sumut, Borobudur Jateng dan Bromo Tengger Semeru Jatim yang tidak berkaitan dengan bahari. Kedua, Phinisi adalah kapal layar tradisional khas Indonesia, dan sudah terkenal di selurun dunia.

Adapun kapal khas itu berasal dari Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan, tepatnya Desa Bira, Kec Bonto Bahari Kab Bulukumba. Phinisi sebenarnya merupakan nama layar. Kapal ini umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan, dan dua di belakang, umumnya digunakan untuk pengangkutan barang antarpulau.

Ketiga, bentuknya khas dan selalu juara di mana-mana, termasuk di ITB Berlin, bursa industri pariwisata terbesar di dunia. Kapal Phinisi dua lantai itu selalu menjadi etalase ‘lapak jualan destinasi.’ Dengan lebar 3 meter, panjang 8 meter tinggi 3 meter, kapal layar dua lantai itu seakan mengajak setiap orang untuk berlayar mengarungi ratusan destinasi eksotik yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Pada, Kamis 8 September 2016 suasana cukup ramai. Ada 262 buyers dari 56 negara, sellers 219 perusahaan, 416 delegasi dari 35 negara hingga 65 media dari 15 negara plus 12 bloggers dibuat tercengang oleh tampilan booth Wonderful Indonesia. Usai menyaksikan pemotongan pita oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, semua mata langsung terfokus pada tampilan sebuah kapal besar di tengah arena pameran pariwisata terbesar di kawasan Asia Pasifik.

“Target kami, terjadi transaksi buyers dan sellers di atas Rp 1,1 T di ICE ini,” kata Arief Yahya. Kapal Phinisi itu legenda ‘berlayar’, sebagaimana Wonderful Indonesia berlayar di ajang PATA Travel Mart 2016. Tapi kesannya kokoh dan anggun. Tulisan ‘Wonderful Indonesia’ terpampang sangat besar di atas perahu yang ukurannya super jumbo itu.

Sekelilingnya dibalut warna merah dan lighting dari dalam huruf tiga dimensi. Teksturnya terlihat sangat menonjol. Kehadirannya di tengah booth Wonderful Indonesia yang menempati booth seluas 450 sqm itu terasa sangat istimewa. Kesan sebagai satu-satunya kapal dari kayu yang mampu mengarungi lima benua di dunia tersampaikan.

Rekaman kenangan manis usai mengarungi lautan hingga Vancouver di Kanada, keganasan Samudera Pasifik, Australia, Madagaskar dan Jepang, kembali diputar ulang di ICE BSD. “Tahun ini terlihat lebih total karena Indonesia tuan rumah PATA Travel Mart 2016. Kami sengaja menampilkan kapal Phinisi sebagai etalase karena kita sedang membangun Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujarnya.

Menariknya Chairman PATA Andrew Jones sampai geleng-geleng kepala meliihat keseriusan Indonesia menggarap stan pameran. Chairman PATA Indonesia Chapter SD Darmono serta CEO PATA Mario Hardy juga ikut terkagum-kagum. Tak hanya itu, Deputi bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana dan Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani juga ikutan tersenyum sumringah.

Bahkan, buyers Asia Timur dan ASEAN tak segan melontarkan pujian kepada tim Wonderful Indonesia. “Sangat kreatif. Tampilannya sangat eye catching,” terang Abhinesh Anand, Director Kamals Tours & Travel New Delhi. “Tampilan booth Indonesia sangat bagus. Ini yang terbagus dari semua stand yang ada,” timpal Bhagaban Dash Shresta yang mewakili Himalayan Holidays Thailand.

“Sangat anggun. Di bawah tempat jualan, atasnya bisa untuk rileks. Ini menakjubkan,” ujar Natalia Mikulskaya yang mewakili Eur Tours Russia. Buyers ini semakin terkesima setelah mendapatkan informasi seputar kebijakan bebas visa. Bagi mereka, kebijakan bebas visa itu seperti magnet. Punya daya tarik yang kuat lantaran ada International Openess.

“Ini seperti men-drive wisatawan untuk masuk ke Indonesia. Saya yakin akan banyak yang tertarik karena 169 negara sudah bisa berwisata tanpa visa ke Indonesia,” ucap Rick Vogel, perwakilan Include Japan. Ditambah dengan bio diversity dan keindahan wisata bahari yang mumpuni, Indonesia diyakini sukses mendulang banyak devisa di event PATA Travel Mart 2016.

Mau yang model seperti apa saja, semuanya ada. Bahkan jauh lebih variatif dan menarik bila dibandingkan dengan negara lain. Yang lebih utama lagi, price competitiveness ke destinasi Indonesia juga sangat bagus. Hal itu tak ragu diumbar Arief Yahya di tengah media briefing di ICE di BSD City, Banten.

“Indonesia ada di tiga besar dunia untuk urusan price competitiveness. Dengan jumlah dolar yang sama, akan mendapatkan fasilitas yang lebih banyak dari berwisata ke Negara lain,” ungkap Arief Yahya. Di ajang PATA Travel Mart 2016, Indonesia menjual 10 Top Destinasi Prioritas. Dari mulai destinasi berbasis bahari seperti Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Mandalika Lombok, Labuan Bajo Komodo, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara, semuanya dipasarkan. Begitu juga dengan destinasi berbasis alam seperti Danau Toba, Borobudur dan Bromo. Destinasi bahari lain yang ikut dijual adalah

Destinasi kelas dunia lainnya seperti Raja Ampat, Derawan, Karimunjawa, Pulau Moyo, Manado serta Bitung. “Kekuatan alam kita di wisata bahari memang tak tertandingi. Kita bagi dalam tiga kategori, pertama Coastal Zone atau wisata bentang laut atau pantai. Lalu Underwater, keindahan bawah laut yang dijual. Ketiga, sea zone, atau antar pulau seperti yacht dan cruising. Semuanya kita pasarkan,” timpal I Gde Pitana, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Destinations

Ada Logo Wonderful Indonesia di Bus Lower Deck JAS

Bus apron lower deck yang dioperasikan JAS Airport Services di Bandara Soekarno-Hatta Perusahaan yang bergerak di bidang Ground Handling dan Cargo Udara export Import, JAS Airport Service selaku mitra co-branding

Nature

Ketika Wisatawan Menikmati Libur di Tanjung Lesung

Pagi hari di Tanjung Lesung (Ist) Wisatawan rupanya menikmati libur di Tanjung Lesung yang terletak di Pandeglang, Banten yang termasuk dalam 10 Bali baru, 10 destinasi wisata yang dikembangkan dan

Hotel

PATA Travel Mart 2016, Pariwisata Indonesia Optimistis 20 Juta Wisman Tercapai

PATA Travel Mart 2016 (Ist) Wakil Presiden Jusuf Kalla resmi membuka PATA Travel Mart (PTM) 2016 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada Rabu, 7

Heritage

Menuju 9 Mei 2018, Menanti HUT Ke-3 patainanews.com

Logo patainanews.com Sejak 2015 silam, patainanews.com telah hadir dalam rutinitas, tanggung jawab dan keseriusan dalam memberikan informasi dalam artikel dan foto mengenai perkembangan dunia pariwisata nasional, budaya khas Nusantara, dan

Tour Package

Palembang Siap Sambut GMT 2016

Jadwal acara GMT 2016 di Palembang (Ist) Palembang, Sumatera Selatan rupanya telah siap menyambut fenomena alam langka, gerhana matahari total (GMT) 2016 esok, 9 Maret. Berdasarkan pantauan patainanews.com, persiapan masih

Cuisine

Kunjungan Presiden Jokowi ke Bali Memberi Kepastian untuk Wisatawan

Presiden Jokowi di Bali (Ist) Presiden Jokowi kembali mengkampanyekan pariwisata Indonesia. Usai menghadiri perayaan Hari Ibu di Raja Ampat, Papua Barat, orang nomor satu di Indonesia itu tak segan turun