Perancis Tertarik Investasi di Destinasi Pariwisata Indonesia

turis asing naik sepeda

Turis asing, termasuk dari Perancis suka berlibur di Indonesia (Ist)

Pertemuan ketiga Kelompok Kerja Bersama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Perancis berlangsung di Jakarta. Sebelumnya, kedua pihak telah melakukan dua kali pertemuan Kelompok Kerja Bersama yang berlangsung di Yogyakarta pada 2013 silam dan Saumur, Perancis pada 2015 lalu.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari Persetujuan Bidang Pariwisata (Agreement on Tourism Cooperation) antara kedua negara pada 1 Juli 2011 silam.

Pada pertemuan yang berlangsung di Hotel Mercure Convention Centre Ancol, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata Ahman Sya menyatakan bahwa hubungan pariwisata kedua negara meningkat signifikan sejak diluncurkannya MoU Pariwisata tahun 2011.

“Dari bulan Januari hingga Agustus 2016, Indonesia menyambut 172.430 kunjungan wisatawan Perancis, meningkat 23,78% dari periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Ahman dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (27/10/2016).

Duta Besar Perancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet, mengakui bahwa pariwisata sangat penting untuk perekonomian Perancis.

“Indonesia dan Perancis memiliki ketertarikan yang sama dalam pengembangan pariwisata, dan ini menjadi keseriusan bagi kedua belah pihak,” ungkapnya.

Pertemuan antara Indonesia-Perancis kali ini fokus pada tiga topik utama, yaitu Kebijakan Pariwisata dan Kerja sama Bisnis, Manajemen Berkelanjutan di Destinasi Pariwisata, dan Kerja sama Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Hasil dari pertemuan ini antara lain keinginan perusahaan Perancis di bidang wisata bahari untuk berinvestasi di destinasi pariwisata prioritas di Indonesia, rencana kerja sama Indonesia-Perancis untuk pengembangan destinasi berkelanjutan di Indonesia, saling tukar pengalaman mengelola destinasi pariwisata antara Jakarta dan Bretagne di Perancis, rencana promosi pariwisata bersama antara Indonesia dan Perancis, dan rencana bantuan Perancis untuk pengembangan program doktoral bidang pariwisata di STP Bandung dan Bali.

Dalam pertemuan ini, delegasi Indonesia dipimpin Ani Insani, Asisten Deputi Hubungan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata, sedangkan delegasi Perancis dipimpin oleh Amandine Southon dari Kementerian Luar Negeri Perancis.

Anggota delegasi terdiri dari unsur pemerintahan, bisnis, dan akademisi. Keesokan harinya, delegasi Perancis akan mengikuti city tour di antaranya dengan mengunjungi Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, dan Museum Seni Rupa dan Keramik di Kawasan Kota Tua Jakarta, dan dilanjutkan berkunjung ke Museum Nasional, dan Monumen Nasional (Monas).

Di Museum Nasional, delegasi Perancis akan belajar membatik. Diharapkan, pertemuan Kelompok Kerja Bersama ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, khususnya Perancis. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Tourism

Lady Biker Anggun dengan Batik

Berita Foto: Kain tradisional khas Nusantara kini bisa dikenakan kapan saja oleh siapa saja, termasuk turis mancanegara dalam berbagai acara. Wanita Indonesia akan semakin terlihat menarik ketika mengenakan batik. Bahkan,

SightSeeing

Kalyana Leather Handbags di Panggung IFW 2018

Berita Foto: Kalyana Leather Handbags, motif Batik campur dengan teknologi laser tampil di panggung fashion show Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 pada Minggu (1/4/2018) (Ist) (Gabriel Bobby)

SightSeeing

‘Masyarakat Perancis semakin Mengenal dan Mencintai Indonesia’

Presiden Jokowi di Mandalika, Lombok (Ist) Seperti tahun-tahun sebelumnya, KJRI Marseille di Perancis kembali mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Indonesia melalui partisipasinya dalam pameran pariwisata internasional terbesar di Perancis selatan, Salon

Tour Package

Bali Aman untuk Wisatawan

Menteri Pariwisata Arief Yahya berdiskusi dengan wisatawan mancanegara di Bali (Ist)  Gubernur Bali Made Mangku Pastika terus mengawal penanganan isu erupsi Gunung Agung di Karangasem. Sebanyak 33 konsulat jenderal dan honorary

SightSeeing

Memelihara Asa Menuju Indonesia Travel Mart

Pembukaan AJTF 2016 (Ist) Tak salah jika menyebut September bulan yang tepat untuk pameran. Dimulai Awal bulan ini ada event bursa pariwisata internasional, PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia

Culture

Pariwisata Andalan untuk Meningkatkan Perekonomian Nasional

ITO 2018 (Ist) Pengamat ekonomi Indonesia Faisal Basri berpendapat bahwa pariwisata Indonesia merupakan energi baru untuk meningkatkan ekonomi yang terus melambat. “Tourism di Indonesia merupakan energi baru untuk meningkatkan ekonomi