Perkuat Koneksi Perancis, Wonderful Indonesia Gandeng Tang Freres

Logo Wonderful Indonesia (Ist)

Wonderful Indonesia menguatkan jaringannya di Perancis. Brand Kementerian Pariwisata tersebut menggandeng Tang Freres sebagai kolega bisnis baru. Beragam produk Indonesia dijamin deras membanjiri Perancis. Dan, program kolaborasi ini segera rilis.

“Wonderful Indonesia kini menjalin kerja sama dengan Tang Freres. Tujuannya adalah branding aneka potensi Indonesia di Perancis. Sebab Perancis memiliki pasar wisatawan potensial. Melihat kapasitasnya, Tang Freres ini sangat menguntungkan bagi Wonderful Indonesia,” ungkap Perwakilan VITO Prancis Eka Moncarre dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Rabu (23/5/2018).

Tang Freres adalah raksasa retail di Eropa juga Perancis. Berasal dari Asia, Tang Freres berhasil menembus ketatnya pasar bisnis supermarket di Perancis. Tang Freres punya 10 outlet di Paris. Perannya bagi Asia pun vital. Sebab Tang Freres merupakan distributor aneka produk kuliner Asia.

Hanya saja, slot produk olahan makanan Indonesia sebelumnya terbatas. “Posisi Tang Freres ini sangat penting. Pengaruhnya sangat besar di Perancis dan Eropa. Bergabungnya Tang Freres semakin mempermudah branding Indonesia. Kini peluang produk makanan asal Indonesia untuk masuk ke Perancis semakin besar,” terang Eka.

Mengoptimalkan kolaborasi dengan Tang Freres, berbagai agenda sudah disiapkan. Program ‘Promosi Kuliner Indonesia, Tourism dan Budaya’ siap digelar dalam supermarket Tang Freres. Lokasi yang dipilih adalah distrik China Town Paris 13. Temanya ‘Bonjour L’Indonesie’.

Program ini bakal digelar Sabtu, 2 Juni mendatang, pukul 10.00 pagi waktu setempat. “Potensi besar Tang Freres harus dioptimalkan. Dan, kolaborasi ini akan diawali dari program ‘Promosi Kuliner Indonesia, Tourism dan Budaya’ pada awal Juni nanti. Lebih spesial lagi, ini menjadi program kerja sama perdana Tang Freres dengan Tourism Office yang mempromosikan destinasi. Jadi, ini sama-sama tantangan dan peluang baru yang menguntungkan,” ujarnya lagi.

Memberikan warna berbeda, demo cooking kuliner Indonesia dipilih sebagai konsepnya. Komposisi menu yang ditawarkan rencananya tetap menyesuaikan dengan lidah publik Perancis. Sebab program ini diperkirakan banjir pengunjung komunitas Perancis origin dari Asia.

Ada juga warga Perancis penggemar kuliner Asia. Untuk menyempurnakan event, beberapa industri makanan dilibatkan. Wonderful Indonesia memilih Restoran Indonesia di Paris sebagai sponsor. Berdiri sejak 1982 silam, restoran milik Anita Sobron ini adalah pionir makanan Nusantara di Paris.

Eka pun optimistis program ini akan sukses. “Kami optimistis program ini akan menarik banyak pengunjung. Sebab di Perancis banyak yang familiar dengan kuliner Asia termasuk Indonesia. Kuliner Indonesia juga cukup terkenal di sana melalui konsep Restoran Indonesia milik Bu Anita. Apalagi restoran ini juga memiliki basic pasar yang bagus di sini. Yang jelas, program ini akan dikemas menarik,” lanjutnya.

Konsep ‘Bonjour L’Indonesie’ akan terbagi menjadi beberapa sesi. Sebagai pembuka, pengunjung akan mendapat product knowledge paket tur di Indonesia. Paket wisata ini dikelola CFA Voyages, yaitu tour pperator terbesar Perancis yang berbasis di China Town Paris.

Agenda berikutnya adalah demo kuliner Indonesia. Demo kuliner ini akan melibatkan Chef Budi Prayitno dari Restoran Indonesia. Agenda ini juga terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 12.00 siang waktu setempat, demo menyajikan menu utama Nasi Goreng dan Tahu Gejrot.

Lalu, sesi dua setelah 4 jam berikutnya, disajikan makanan penutup berupa Rujak Buah dan Dadar Gulung.

“Pengunjung akan dibebaskan untuk menikmati beragam kuliner yang disajikan. Kami juga sudah menyiapkan hiburan spesial dan game menarik,” kata Eka. Beberapa pentas seni dan budaya tradisional Indonesia juga disiapkan.

Salah satunya demo pencak silat dari KBRI Paris. ‘Bonjour L’Indonesie’ juga memberikan kuis dengan souvenir menarik dengan Wonderful Indonesia sebagai hadiahnya. Ada juga voucher 4 hari 3 malam menginap di hotel bintang 5 di Bali.

Langkah besar ini diapresiasi oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. “Bergabungnya Tang Freres positif untuk branding. Kini ruang promosi Wonderful Indonesia semakin lebar dan dekat dengan konsumen. Kami harap kolaborasi dengan Tang Freres semakin mempercepat proses penjualan semua produk Indonesia. Mulai tourism, gastronomi, juga budaya Indonesia. Selamat kepada VITO Prancis atas kerjas ama ini,” pungkasnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Investments

Terminal Petikemas Surabaya Bantu Nelayan Pesisir

Bantuan reefer container (Ist) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya membantu meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional dan masyarakat pesisir di Pantai Prigi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghibahkan dua unit reefer container dengan ukuran masing-masing 20 Feet untuk nelayan di Pantai prigi, desa Tasikmadu gedung single cold storage milik Pemkab Trenggalek  Jawa Timur. “Ini adalah salah satu upaya kami agar  hasil produksi nelayan di Pantai Prigi dapat tetap fresh dan memiliki harga jual yang kompetitif di pasaran, dimana ujungnya semoga dapat meningkatkan kesejahteraan di wilayah ini,” kata President Director TPS Dothy disela-sela serah terima hibah dua unit reefer container ke Pemkab Trenggalek. Apalagi, secara demografi ribuan warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan selama ini pengawetan ikan yang digunakan masyarakat Pesisir Prigi adalah pendinginan dengan es dan pemindangan yang seringkali tidak mampu mengcover semua produksi perikanan karena jika musim baik dalam sehari para nelayan dapat menangkap ikan 100 hingga 200 ton ikan yang terdiri dari ikan layur, ikan tuna, dan ikan tongkol.  Dengan latar belakang itulah, TPS bersama Universitas Negeri Malang tertarik untuk membantu sesama, agar para nelayan dapat menyimpan ikan hasil tangkapan dan kapanpun nelayan mau menjual atau memprosesnya dulu tanpa harus khawatir ikannya menjadi tidak fresh dimana harga jualnya rendah. “Semoga dengan hadirnya dua unit reefer container dapat membantu para nelayan, dan kami berharap agar para nelayan dapat ikut menjaga, merawat, dan mempergunakan sebagaimana mestinya, juga memperhatikan cara penggunaan agar kontainernya awet dan bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Kita sama-sama di matra laut harus berjaya di dunia maritim.” tutup Dothy dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (22/12/2016). Pada kesempatan itu turut hadir Bupati Kabupaten Trenggalek Emil Elestianto Dardak beserta jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten trenggalek, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Achmad Rofi’udin, Komisaris TPS, Eko Harijadi, dan para nelayan di pantai prigi. Bupati Trenggalek Emil dalam sambutannya menuturkan, “inilah salah satu wujud sinergi yang sangat baik dari dunia akademisi, usaha, dan pemerintah. Kalau bisa sinergi seperti ini, niscaya para nelayan nantinya bisa memiliki kehidupan yang lebih layak. Karena jika hasil melimpah, nelayan tidak perlu menjualnya dengan harga yang sangat murah pada saat itu. Tinggal disimpan dulu di cold storage sambil menunggu harga ikan stabil dan kualitas ikan juga tetap terjaga. Semoga tidak hanya sampai disini, kedepan kita bisa bersinergi lagi demi memajukan kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan pada umumnya”.

Culture

Generasi Milenial Suka Kuliah Pariwisata

Santi Palupi Arianti Seiring semakin canggihnya teknologi dan tren masa kini orang yang suka traveling ternyata membuat banyak anak muda semakin tertarik untuk kuliah di bidang pariwisata. “Generasi milenial pada

World Heritage

Wisata Bahari di Tanjung Lesung yang Memikat Wisatawan

Wisatawan Nusantara tengah menikmati destinasi wisata bahari di Tanjung Lesung (Ist) Destinasi wisata Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten selama ini identik dengan destinasi wisata bahari. Destinasi ini terus berkembang sejak

Cuisine

Silaturahmi Minang Dunia

Rendang, kuliner khas Sumatera Barat yang terkenal (Ist) Pemerintah Kota Padang bekerja sama dengan Yayasan Almunawarah perwakilan dari Saudi Arabia serta didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Tim Percepatan Pengembangan

SightSeeing

Menanti Tumpeng Vegetarian Chef Chitra

Inilah sosok chef yang gemar kuliner Indonesia. Ya, chef berparas cantik ini mengaku dirinya memang menyukai masakan asli Nusantara sehingga ia pun sering membuat menu baru dalam beragam masakan khas