Perlu Dukungan Menteri Pariwisata untuk Perkembangan Wisata Kopi di Indonesia

menteri pariwisata arief yahya pidato

Menteri Pariwisata Arief Yahya diharapkan dukungannya untuk mengembangkan wisata kopi Indonesia (Ist)

Pelaku bisnis kopi di Indonesia berharap adanya dukungan dari Menteri Pariwisata agar wisata kopi di dalam negeri bisa berkembang sehingga menarik minat wisatawan asing semakin banyak berkunjung ke negeri ini.

“Menteri Pariwisata Arief Yahya perlu memberikan dukungan terhadap wisata kopi di Indonesia dengan memberikan perhatian kepada perkebunan kopi di Tanah Air,” kata Madrim Kusumah Andhini, Brand Ambassador of Wallonia-Belgia ketika dihubungi patainanews.com akhir pekan lalu.

Madrim, begitu perempuan berparas cantik ini biasa disapa, menuturkan, wisatawan asing, seperti dari Eropa tak hanya sebatas menikmati kopi asli Indonesia di negeri mereka masing-masing namun wisatawan dari Benua Biru ini juga bisa berkunjung ke negeri ini agar bisa langsung menikmati kopi khas Nusantara.

Menurut Madrim yang juga CEO Kopi Luwak Ratu ini, wisata kopi di Indonesia dalam bentuk paket wisata perlu ditingkatkan untuk menarik kunjungan wisatawan.

Hal tersebut ditengarai potensi wisata kopi Indonesia yang besar. “Wisata kopi di Indonesia sudah dilirik wisatawan, termasuk turis asing tapi perlu ditingkatkan lagi. Belum ada paket wisata yang khusus wisata kopi Indonesia,” ucapnya.

Adapun Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia dengan kebun kopi yang tersebar di penjuru Nusantara. Tak hanya itu, Madrim juga berharap Menteri Pariwisata berkenan menjadi sponsor dalam International Coffee di Doha, Qatar bulan depan dan di Dubai.

“Ini juga peluang untuk mengangkat nama kopi Indonesia di dunia,” ujarnya. Sebagai bagian anak bangsa, Madrim Kusumah Andhini diketahui tengah berjuang untuk mempopulerkan Indonesia di mata dunia.

Tak sia-sia lantaran dirinya kini dipercaya sebagai Brand Ambassador of Wallonia-Belgia, yakni Duta Perdagangan Indonesia-Belgia agar bisa membawa beragam produk asal Indonesia berani menembus pasar Eropa dan internasional, termasuk kopi khas negeri ini.

“Belgia itu menjadi ibu kota Uni Eropa. Jadi, peran Belgia kini semakin kuat sehingga Indonesia perlu juga masuk pasar Eropa,” katanya. Ia mencontohkan kopi asal Indonesia diminati masyarakat Eropa.

“Kini tergantung respon seberapa besar kesadaran kita menjadikan kopi khas Nusantara sebagai komoditi asal Indonesia,” ucapnya.

Madrim menuturkan bahwa sudah saatnya menjual kopi khas Indonesia dalam bentuk jadi, bukan lagi biji kopi mentah.

Menikmati Kopi Indonesia

teh madrim

Madrim (tengah) bersama Erick Dombs, pengusaha Belgia yang tertarik dengan Indonesia terutama pariwisatanya (Ist)

Indonesia diminati wisatawan asing tak hanya sebatas keindahan alam saja, namun kekayaan kuliner negeri ini juga membuat lidah warga dunia ingin terus mencoba yang khas Nusantara.

Rupanya kopi luwak diminati di Eropa. Menurut Madrim, nasi goreng, sate, dan kopi luwak begitu terkenal di luar negeri. CEO Kopi Luwak Ratu ini mengemukakan bahwa dirinya mulai tertarik memperkenalkan kopi asal Indonesia, khususnya kopi luwak sejak 2011 silam melalui Maroko yang dikenal sebagai pintu gerbang masuk ke Afrika dan Eropa.

Ia menuturkan bahwa pada 2013 lalu ia kembali ke Maroko dengan dukungan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. “Kopi luwak asal Indonesia semakin dikenal di Eropa. Setelah masyarakat Eropa semakin banyak yang menyukai kopi luwak Indonesia, maka biasanya mereka akan bertanya dan mencari jenis kopi lain dari Indonesia. Jadi, mereka bisa saja berkunjung ke Indonesia untuk mencoba jenis kopi yang lain dari Indonesia itu,” paparnya.

Madrim berharap adanya dukungan yang besar dari pemerintah dalam berbagai hal sehingga kopi luwak asal Indonesia semakin dikenal di Eropa. “Tidak mudah memperjuangkan kopi luwak Indonesia sebagai bagian kuliner asal negeri ini yang semakin diminati di Eropa. Karenanya saya sadar perlu dukungan dari pemerintah agar kopi luwak semakin digemari di Eropa,” ucapnya. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Tourism

Pelindo III Kembangkan Wisata Bahari Indonesia

  Djarwo Surjanto (Ist) Manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menyatakan komitmen penuh ikut mengembangkan potensi pariwisata nasional, termasuk wisata bahari sehingga ikut serta mendukung pemerintah mengembangkan pariwisata negeri ini

Hotel

Menyusuri Tanjung Lesung di Sore Hari

Sore hari di Tanjung Lesung (Ist) Destinasi wisata Tanjung Lesung seakan memanjakan wisatawan ketika mereka berkunjung ke destinasi wisata yang terletak di Pandeglang, Banten. Ya, traveler selama ada di destinasi

Travel Operator

Wisata Halal Genjot Kunjungan Wisman ke Lombok

Wisatawan asing menyatu dengan masyarakat setempat di Gili Trawangan, Lombok (Ist) Sejak Lombok di Nusa Tenggara Barat pada tahun lalu mencetak prestasi dunia yang membanggakan Indonesia di Abu Dhabi, Uni

Heritage

KA Pariwisata Apresiasi PHRI Dukung Visit Wonderful Indonesia 2018

Presiden Direktur PT KA Pariwisata Totok Suryono (kedua dari kanan) (Ist) Manajemen PT Kereta Api (KA) Pariwisata menyampaikan apresiasi PHRI yang mendukung Visit Wonderful Indonesia 2018. Hal tersebut dikatakan Presiden

Tourism

Borobudur Destinasi Wisata Favorit Traveler

Candi Borobudur, ikon Joglosemar yang diminati wisman (Ist) Daya tarik Candi Borobudur di Jawa Tengah rupanya masih diminati wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara (wisman). Ikon wisata Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) yang

Nature

Kementerian Pariwisata Tawarkan Destinai Wisata Mandalika di Belanda

Promosi Mandalika yang ada di Lombok di Belanda (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan kegiatan Misi Penjualan (sales mission) Destinasi Wisata Prioritas Mandalika di Belanda pada 30 Mei hingga 5 Juni