Perlu Sentuhan Personal dalam Pariwisata

_AY_7790 (2)

Presiden Direktur PT JAS Adji Gunawan (Ist)

Wisatawan mancanegara yang selama ini berkunjung ke Indonesia untuk menikmati pariwisata dan budaya negeri ini memang beragam. Turis asing yang datang ke Tanah Air membelanjakan uang mereka sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

Ternyata PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS Airport Services), perusahaan ground handling swasta nasional selama ini sudah ikut memberikan dukungan terhadap perkembangan pariwisata Indonesia. JAS Airport Services diketahui selama ini melayani berbagai maskapai penerbangan internasional, seperti Singapore Airlines, Malaysia Airlines, Cathay Pacific, Lufthansa dan Oman Air. 

Presiden Direktur PT JAS Adji Gunawan menjelaskan, banyak wisman yang datang ke Indonesia menggunakan maskapai penerbangan dunia, seperti Singapore Airlines. “Kami bersentuhan langsung dengan wisman yang berkunjung ke Indonesia,” papar Presiden Direktur PT JAS Adji Gunawan  kepada patainanews.com di kantornya di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Kamis (15/6/2017).

Menurutnya, profiling sudah dilakukan JAS terhadap wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Ia menuturkan, saat ini JAS sudah memberikan layanan ASA (Airport Special Assistance) sehingga wisatawan asing yang datang ke Indonesia merasa nyaman sebab mendapat perhatian secara khusus dari JAS.

Adji mengatakan, layanan ASA yang diberikan JAS membuat turis asing ketika datang ke Indonesia merasa senang lantaran mendapat perhatian dari JAS. “Kami juga menghibur wisatawan yang masih bertahan di bandara Indonesia ketika terjadi erupsi gunung sehingga tidak membuat mereka merasa sendiri,” urainya.

JAS juga dipercaya menangani tamu-tamu VIP, seperti rombongan Raja Salman dari Arab Saudi yang berkunjung ke Indonesia pada Maret 2017. JAS Airport Services didirikan pada 1984 silam dan telah menyediakan layanan ground handling ke maskapai penerbangan internasional ternama selama lebih dari 30 tahun.  

Saat ini JAS melayani sekitar 35 maskapai penerbangan internasional dan domestik serta banyak mitra lainnya di industri perjalanan udara, kargo, dan perhotelan di 13 bandara besar di seluruh Indonesia. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Destinations

Menpar, Mendikbud Sepakat Tingkatkan Kualitas SDM Pariwisata

Penandatanganan MoU antara Menteri Pariwisata dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan perihal Pengembangan Kepariwisataan berbasis Pendidikan dan Kebudayaan (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Mendikbud Muhadjir Effendy sepakat berkolaborasi. Salah satunya

Tourism

Menikmati Cirebon Kala Weekend

Keraton Kasepuhan Cirebon Cirebon, Jawa Barat kini semakin dekat. Sejak dibuka Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), jarak Cirebon semakin dekat dari Jakarta lantaran jarak tempuh Jakarta menuju Cirebon semakin cepat sehingga bisa

World Heritage

Go Digital Bisa Mengalahkan Malaysia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya bakal membawa Kementerian Pariwisata melompat jauh menuju target menjaring 20 juta wisatawan di 2019. Caranya dengan Go Digital. Jurus ini dibahas

SightSeeing

ICE Pantas Jadi Venue PATA Travel Mart 2016

Nawang Wulan (Ist) Indonesia Convention Exhibition (ICE) disebut sebagai gedung pameran dan pertemuan terbesar di Indonesia, dan menjadi salah satu yang terbesar di Asia. Adapun gedung prestisius berskala internasional ini

World Heritage

Mahasiswa STP Bandung ‘Kuliah’ di PATA Indonesia

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswopraestijo (batik biru) berpose bersama dengan mahasiswa STP Bandung (Ist) Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung mencoba menggali ilmu pariwisata secara langsung dengan mendatangi PATA

Tour Package

Morotai Percepat Akses dan Amenitas

Destinasi wisata bahari di Morotai (Iat) Morotai, pulau di ujung Pasifik di Maluku Utara sudah lama ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Bahkan sejak masa pemerintahan Presiden SBY, namun