Perlunya Menanam Kebhinekaan Sejak Kecil

menggapai-mentari-mentari-school-jakarta-va-330x0

Buku Menggapai Mentari (Ist)

Indonesia dikenal sudah sejak lama akan keberagaman. Negeri ini begitu kaya dengan perbrdaan namun semua itu menyatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Momentum Sumpah Pemuda menjadi salah satu cara untuk merawat keberagaman Indonesia.

Bahkan, sejak dini anak-anak perlu diajarkan dan belajar mengenai adanya perbedaan yang ada di Tanah Air. Dan, perbedaan yang ada itu bukan untuk dipertentangkan tapi untu bersatu bekerja sama membangun negeri ini. Hal tersebut tampak dalam peluncuran buku ‘Menggapai Mentari’ yang merupakan kumpulan kisah-kisah inspiratif dari 18 anak yang menjadi murid di Mentari Intercultural School, Jakarta di Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

Acara menarik yang dikemas untuk ikut memperingati Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 itu menghadirkan dua narasumber, yakni Maman Suherman, penulis dan penggiat literasi yang akrab Kang Maman dan Mira Amir, seorang psikolog anak dan keluarga.

18 anak itu memaparkan mengenai kecintaan mereka akan negeri ini dan begitu memahami Indonesia yang kaya akan perbedaan sebagai upaya bersama menyatu untik membangun bumi Nusantara bisa sejajar dengan negara-negara lain di dunia.

Bagi mereka, perbedaan tak menghalangi semangat yang menggelora untuk bersatu dan bersama demi kejayaan negeri ini. Tak bisa dipungkiri, kini sudah masuk era teknologi canggih, seperi adanya gadget. Namun, menurut Mira, dirinya memberikan apresiasi bagi anak-anak Indonesia, termasuk dua buah hatinya yang mampu membagi waktu menggunakan gadget untuk membaca, menulis, dan mengukir prestasi yang menjadi kebanggaan orang tua dan negeri ini.

Ia menjelaskan, buku ini bisa menggelorakan semangat anak-anak Indonesia akan kecintaan terhadap negeri ini. Sementara Kang Maman menyampaikan harapan buku bagus ini harus bisa menyebar ke seluruh Nusantara, bahkan hingga ke pelosok negeri agar semakin banyak anak-anak Indonesia mengetahui pentingnya perbedaan yang bisa menyatukan.

Ia optimistis buku ini tak akan berhenti hanya di Jakarta sebab masih banyak orang Indoneia yang sepakat bahwa perbedaan bisa menyatukan demi kebersamaan di Tanah Air. Kang Maman menambahkan, anak-anak yang terlibat dalam menulis buku ini menjadi cahaya untuk negeri tercinta ini. (Gabriel Bobby)  

About author



You might also like

Culture

patainanews.com Mengucapkan Selamat HUT ke-56 Kabupaten Takalar

Pesona wisata di Kabupaten Takalar (Ist) Manajemen, redaksi, dan staf patainanews.com mengucapkan Selamat HUT ke-56 Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan pada 10 Februari 2016. Semoga beragam destinasi wisata, budaya setempat yang

Slideshow

Prestasi Internasional Indonesia Menutup Berita Negatif yang Viral

Menteri Pariwsata Arief Yahya memberikan paparan di Rapat Koordinasi Menaikkan Posisi Indonesia Pada Kompetisi Pariwisata Tingkat Internasional di Jakarta Keberhasilan Indonesia di pentas dunia bisa memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan

Hotel

Nasi Goreng Bakal Manjakan Lidah Raja Salman

Presiden Jokowi beserta jajarannya menerima kunjungan Raja Arab Saudi Salman (Ist) Kuliner Indonesia sepertinya akan unjuk gigi di momentum hebat. Itu setelah Aerofood ACS dipercaya mendampingi para juru masak Kerajaan

All About Indonesia

Menikmati Traveling dengan Produk JBL

Produk JBL bagus untuk traveling (Ist) Traveling kini sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat Indonesia. Kini wisatawan tak hanya sebatas bisa melakukan swa foto di destinasi wisata yang tersebar di

Slideshow

Menteri Pariwisata Apresiasi Banyuwangi

Tari Gandrung Banyuwangi (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang telah berhasil membangun daerah di ujung Jawa itu melalui sektor pariwisata sehingga tak

Slideshow

Sambut Annual Meeting IMF-WB, Paket Wisata Banyuwangi Dimatangkan

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kemeja putih) dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (Ist) Jelang Annual Meeting IMF – World Bank 2018 di Bali, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta