‘Pers Nasional Memiliki Sejarah Sepanjang Sejarah Perjuangan Membangun Pondasi Kebangsaan dan Merebut Kemerdekaan Indonesia’

WhatsApp Image 2018-04-17 at 11.25.41

Teguh Santosa (Ist)

Ada dua pekerjaan besar di depan mata masyarakat pers nasional. Dua pekerjaan besar itu adalah memastikan bahwa setiap wartawan yang bekerja di perusahaan pers memiliki kompetensi, dan setiap perusahaan pers yang melayani kebutuhan informasi publik bekerja dengan standar profesionalisme yang dapat dipertanggung jawabkan.

Kedua hal itu memiliki arti yang sangat penting di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin menjadi, yang di sisi lain digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menciptakan disharmoni di tengah kehidupan bangsa dan negara.

Hal ini disampaikan pendiri Indonesian Online Media Syndicate (IOMS) Teguh Santosa saat dimintai pandangannya mengenai keinginan sementara pihak mengubah tanggal Hari Pers Nasional (HPN) dari tanggal 9 Februari menjadi 23 September.

Menurut Teguh, perdebatan mengenai perubahan tanggal itu tidak lebih penting ketimbang menyelesaikan kedua pekerjaan besar yang sudah disebutnya di atas. “Kedua hal itu adalah ekspresi yang paling pas untuk memperlihatkan kepedulian menciptakan pers berkualitas dan di saat bersamaan merupakan sumbangan kita untuk demokrasi yang dewasa di Indonesia,” ujar Teguh yang juga dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini.

Teguh yang Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK) itu pun mengingatkan bahwa pers nasional memiliki sejarah yang panjang, sepanjang sejarah perjuangan membangun pondasi kebangsaan dan merebut kemerdekaan Indonesia.

“Pers nasional kita adalah pers perjuangan. Lahir bersama keinginan menciptakan satu bangsa yang berdaulat. Dalam konteks kebangsaan dan perjuangan itulah pejuang dan wartawan berkumpul di Solo pada 9 Februari 1946 untuk menegaskan kesatuan jiwa mereka,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Selasa (17/4/2018).

Ia yang juga Pemimpin Umum Kantor Berita Politik RMOL ini khawatir keinginan mengubah tanggal Hari Pers Nasional didasarkan pertimbangan egoisme pihak tertentu. “Saran saya, lebih baik kita fokus membantu publik mendapatkan gambaran yang pas mengenai posisi negara ini di tengah percaturan global,” demikian Teguh. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Tour Package

Wisatawan Korsel Happy Ada Direct Flight ke Lombok untuk Honeymoon

LA Hadi Faishal (kanan) berpose bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Pelaku bisnis pariwisata Indonesia yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat menyambut gembira tren kunjungan paket honeymoon asal Korea

Heritage

TV Perancis Terkesan Morotai

Keindahan Morotai (Ist) Kru TV Perancis terkesan dengan keindahan destinasi wisata di Morotai, Maluku Utara. Keindahan Morotai yang termasuk 10 Bali baru itu ternyata disukai wisatawan asal Eropa, termasuk turis

Heritage

Claudia Ingkiriwang Transfer lmu tentang Promosi Theme Park di Media Sosial

Claudia Ingkiriwang Tak bisa dipungkiri pada masa kini kehadiran teknologi canggih semakin memudahkan manusia dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam sektor pariwisata Indonesia sehingga bisa digunakan untuk membantu promosi theme park

Investments

2017, Selamat HUT ke-2 patainanews.com

Logo patainanews.com Rutinitas dan keseriusan dalam memberikan informasi mengenai perkembangan dunia pariwisata nasional, budaya khas Nusantara, dan kearifan lokal di Tanah Air, serta investasi di Indonesia seakan membuat patainanews.com melupakan

Destinations

Progress Pariwisata NTB

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) (Ist) Kondisi pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terus berkembang merupakan salah satu hasil dari kolaborasi yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dengan pemerintah daerah setempat.

Destinations

Artis K-Pop Syuting Reality Show di Manado

Destinasi wisata yang menarik di Sulawesi Utara (Ist) Bagi penggemar K-Pop di Indonesia ada kabar baik sebab dari ujung utara pulau Sulawesi, Wonderful Indonesia terus menyapa wisatawan dunia. Selama dua