Pesona Gatronomi Indonesia Semakin Kuat di Paris

William-Wongso-at-Petani

William Wongso, ahli kuliner Indonesia (Ist)

Perhelatan gastronomi ‘Wonderful Indonesia’ di Shangri-la Hotel, Paris memecahkan rekam jejak selama 10 tahun terakhir. Selama enam hari penyelenggaraan event itu, angka kunjungan tamu menyentuh 756 orang.

Daftar tunggunya pun rata-rata 10-15 per hari. “Total angka 756 tamu itu adalah pencapaian luar biasa. Ini rekor baru. Baru kali ini makanan Indonesia berhasil memikat hati banyak orang di Perancis,” tutur William Wongso, ahli kuliner Indonesia, Minggu (19/2/2017).

William Wongso memang tak berlebihan. Maklum, Perancis selama ini dikenal sebagai kiblat gastronomi dunia. Di Perancis semua tatanan memasak dan pengetahuan tentang bahan yang digunakan sampai dengan teknik presentasi berkembang sangat pesat.

Sekolah-sekolah memasak juga cepat menyebar di seantero Perancis. Standarnya sudah banyak dijadikan rujukan gastronomi dunia. Sampai-sampai sekolah memasak di Indonesia pun menggunakan kurikulum dan teknis negara gastronomi ini.

Yang membuat William makin sumringah, daftar tamu yang datang bukan saja dari Paris. Pengunjung dari kota-kota lainnya yang berjarak sekitar 3-5 jam dari Paris juga ikut merapat ke event gastronomi yang dibalut warna Indonesia itu.

Dan semuanya rela menikmati lezatnya hidangan Indonesia yang dibanderol dengan harga lumayan tinggi. “Ini ibukotanya gastronomi dunia. Orang Perancis terkenal pandai menilai dan menghargai makanan. Artinya untuk masuk dalam industri makanan di Perancis bukanlah hal yang mudah. Tapi saat gastronomi Indonesia tampil di Perancis, justru mereka yang antusias dengan kita. Ini prestasi besar, misi kolaborasi terbaik selama karir saya,” tambah William dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Kibaran prestasi ini tak lepas dari kerja bareng yang mengusung spirit Indonesia Incororporated, semangat yang kerap dilontarkan Menpar Arief Yahya di berbagai kesempatan.

Dukungan acara dikawal langsung Kementerian Pariwisata dan Kemendikbud. Sementara Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) dan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kemenpar di Perancis ditunjuk sebagai pelaksana.

Urusan penyajian kulinernya, ditangani chef kondang William Wongso. Dia dibantu Chef muda Budi Lee dan Renatta Moeloek serta cook Suherman Ade yang diberi peran sebagai tim kuliner.

Satunya lagi, ada dukungan host dari Shangri-la Hotel Paris. “Hasilnya ya seperti tadi. Kita sukses menunjukkan bahwa potensi gastronomi Indonesia tidak kalah dari negara lain. Elegan. Jenis makanannya pun sangat beragam. Sekarang tinggal kita kemas menjadi kekuatan yang memiliki commercial value, bukan hanya cultural value,” tuturnya.

 “Kebetulan orang Perancis doyan makan. Jadi ini sudah sangat pas. Kita giring orang jatuh cinta lewat makanan, setelah itu akhirnya mencintai destinasi pariwisata Indonesia,” ungkap VITO Kemenpar di Perancis Eka Moncarre, yang berharap kegiatan ini semakin meyakinkan traveller Eropa untuk berwisata ke Tanah Air.

Sebab tahun 2017 ini tantangannya 15 juta wisman lagi, 3 juta lebih besar dari capaian 2016 yang hanya 12,023 juta.  Mempopulerkan karya budaya kuliner Indonesia inilah yang diminta Menpar Arief Yahya agar menjadi kekuatan atraksi budaya pariwisata Indonesia.

Dan hal ini, ikut diamini Presiden Akademi Gastronomi Indonesia (AGI), Vita Datau Messakh. “Beragam kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia telah mendunia bahkan digemari oleh pemimpin di dunia seperti mantan Presiden AS Barack Obama. Tasanya benar-benar bangga melihat orang-orang Eropa merasakan nikmatnya masakan kita,” ujar Vita Datau Messakh.

Kebetulan, reputasi Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) melengkapi kekuatan tim promosi Wonderful Indonesia ini. AGI yang telah berjuang sejak 2013 silam dan menjadi anggota Academie Internationale de la Gastronomie (AIG) yang berpusat di Perancis berhasil menjadi host country di gala dinner 5 Februari 2017 lalu di Le Bristol Paris.

Fakta ini kian  memperkuat posisi Indonesia di Industri gastronomi Perancis khususnya F&B hotel berbintang seperti Shangri-la. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

SightSeeing

Akhir Pekan ke Surabaya, Ada Surabaya North Quay

Turis bersantai di Terminal Gapura Surya Nusantara (Ist) Warga Surabaya, Jawa Timur kini dapat turut serta menyambut kedatangan kapal pesiar (cruise) internasional di Surabaya North Quay. Adapun Surabaya North Quay

Slideshow

Membangun Kerja Sama Segitiga Emas Peninggalan Warisan Budaya

Wisatawan berkunjung ke Candi Borobudur (Ist) Candi Borobudur sebagai World Cultural Heritage merupakan daya tarik sebagai destinasi wisata bagi siapapun, baik domestik maupun asing sehingga Yogyakarta secara tidak langsung diuntungkan

Slideshow

GMT 2016 di Palu Bakal Meriah

Tugu Perdamaian Nosarara Nosabatutu (Ist) Penyelenggaraan gerhana matahari total (GMT) 2016 mendatang di Palu, Sulawesi Tengah diperkirakan akan meriah dan menghibur wisatawan, termasuk turis asing yang berkunjung ke sana menyaksikan

Indonesiaku

Pelindo III Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Penumpang Kapal Laut

Logo PT Pelindo III (Ist) PT Pelabuhan Indonesia III meraih penghargaan Top 35 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 pada ajang yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN

Investments

Kanada Tertarik Belajar dari PT Pelindo III

Direktur Operasional & Teknik PT Terminal Teluk Lamong Agung K Sarwono (kanan) bersama Nadia Bourely dari The Canadian Trade Commisioner Service Kanada (Ist) Direktur Operasional & Teknik PT Terminal Teluk Lamong

Culture

Tanjung Lesung yang Memikat Cocok untuk Long Weekend

Tahun 2011, PT Banten West Java Tourism Development Corporation (BWJ) pengelola Tanjung Lesung resmi diakuisisi oleh PT Jababeka Tbk, sebagai bagian dari strategi jangka panjang Jababeka untuk membangun 100 kota